Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Mengapa dia berhenti membunuhi orang-orang?’ Harry bertanya. Dia tahu Voldemort

telah membunuh lebih dari sekali pada tahun lalu saja.

‘Karena dia tidak ingin menarik perhatian pada dirinya,’ kata Sirius. ‘Akan berbahaya baginya. Kembalinya dia tidak berjalan seperti yang diinginkannya, kau tahu. Dia

mengacaukannya.’

‘Atau lebih tepatnya, kau mengacaukan baginya,’ kata Lupin dengan senyum puas.

‘Bagaimana?’ Harry bertanya, bingung.

‘Kau tidak seharusnya selamat!’ kata Sirius. ‘Seharusnya tak seorangpun kecuali para

Pelahap Mautnya tahu bahwa dia telah kembali. Tapi kau selamat untuk menjadi saksi.’

‘Dan orang terakhir yang ingin dibuatnya siap siaga atas kembalinya pada saat dia kembali adalah Dumbledore,’ kata Lupin. ‘Dan kau meyakinkan bahwa Dumbledore tahu

seketika.’

‘Bagaimana hal itu bisa membantu?’ Harry bertanya.

‘Apakah kau bercanda?’ kata Bill dengan tidak percaya. ‘Dumbledore adalah satu

satunya orang yang pernah ditakuti Kau-Tahu-Siapa!’

‘Berkat dirimu, Dumbledore bisa memanggil kembali Order of Phoenix sekitar satu jam setelah Voldemort kembali,’ kata Sirius.

‘Jadi, apa yang sedang dikerjakan Order?’ kata Harry, sambil melihat sekeliling kepada mereka semua.

‘Bekerja sekeras yang kami bisa untuk meyakinkan bahwa Voldemort tidak bisa

menjalankan rencana-rencananya,’ kata Sirius.

‘Bagaimana kalian tahu apa rencana-rencananya?’ Harry bertanya dengan cepat.

‘Dumbledore punya ide cerdas,’ kata Lupin, ‘dan ide-ide cerdas Dumbledore biasanya

terbukti akurat.”Jadi apa yang dikira Dumbledore sedang dia rencanakan?’

‘Well, pertama-tama, dia ingin membangun laskarnya lagi,’ kata Sirius. ‘Dulu dia punya sejumlah besar yang menuruti perintahnya: para penyihir wanita dan pria yang telah diancamnya atau disihirnya untuk mengikuti dia, para Pelahap Mautnya yang setia, beraneka ragam makhluk Hitam. Kau mendengar dia merencanakan untuk merekrut para raksasa; well, mereka hanya salah satu kelompok yang dia kejar. Dia jelas tidak akan mencoba menghabisi Menteri Sihir hanya dengan selusin Pelahap Maut.’

‘Jadi kalian mencoba menghentikannya mendapat lebih banyak pengikut?’

‘Kami mencoba sebaik mungkin,’ kata Lupin.

‘Bagaimana caranya?’

‘Well, yang terutama adalah mencoba meyakinkan sebanyak orang mungkin bahwa Kau-Tahu-Siapa benar-benar telah kembali, untuk membuat mereka berjaga-jaga,’ kata Bill. ‘Walau terbukti sangat sulit.’

‘Mengapa?’

‘Karena sikap Kementerian,’ kata Tonks. ‘Kau bertemu Cornelius Fudge setelah KauTahu-Siapa kembali, Harry. Well, dia belum mengubah posisinya sama sekali. Dia benarbenar menolak untuk percaya hal itu terjadi.’

‘Tapi mengapa?’ kata Harry dengan putus asa. ‘Mengapa dia begitu bodoh? Kalau Dumbledore –‘

‘Ah, well, kau telah menunjuk ke masalahnya,’ kata Mr Weasley dengan senyum masam. ‘Dumbledore.’

‘Fudge takut pada dirinya, kau tahu,’ kata Tonks dengan sedih.

‘Takut kepada Dumbledore?’ kata Harry tidak percaya.

‘Takut apa yang sedang dilakukannya,’ kata Mr Weasley. ‘Fudge mengira Dumbledore sedang membuat rencana untuk menjatuhkannya. Dia mengira Dumbledore ingin menjadi Menteri Sihir.’

‘Tapi Dumbledore tidak ingin –‘

‘Tentu saja tidak,’ kata Mr Weasley. ‘Dia tidak pernah mau pekerjaan Menteri itu, walaupun banyak orang menginginkan dia mengambilnya ketika Millicent Bagnold pensiun. Alih-alih, Fudge yang mendapat kekuasaan, tapi dia tidak pernah benar-benar lupa betapa banyak dukungan publik yang dimiliki Dumbledore, walaupun Dumbledore tidak pernah melamar pekerjaan itu.’

‘Jauh di lubuk hatinya, Fudge tahu Dumbledore jauh lebih pandai darinya, penyihir yang jauh lebih kuat, dan pada masa-masa awalnya di Kementerian dia selalu bertanya kepada Dumbledore untuk mendapat bantuan dan nasehat,’ kata Lupin. ‘Tapi kelihatannya dia telah mabuk kekuasaan, dan jauh lebih percaya diri. Dia suka menjadi Menteri Sihir dan dia mampu meyakinkan dirinya sendiri bahwa dialah yang pandai dan Dumbledore hanya membuat masalah.’

‘Bagaimana dia bisa berpikir begitu?’ kata Harry dengan marah. ‘Bagaimana dia bisa mengira Dumbledore hanya mengada-ada — bahwa aku mengada-ada?’

‘Karena menerima bahwa Voldemort telah kembali akan berarti masalah yang belum pernah dihadapi Kementerian selama hampir empat belas tahun,’ kata Sirius dengan getir. ‘Fudge hanya tidak bisa membuat dirinya menghadapi hal itu. Jauh lebih nyaman meyakinkan diri sendiri bahwa Dumbledore sedang berbohong untuk membuatnya goyah.’

‘Kau lihat masalahnya,’ kata Lupin. ‘Selagi Kementerian bersikeras bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dari Voldemort sulit meyakinkan orang-orang bahwa dia telah kembali, terutama karena mereka sejak awal tidak ingin mempercayainya. Terlebih lagi, Kementerian sangat mengandalkan Daily Prophet untuk melaporkan apa yang mereka sebut jual-rumor oleh Dumbledore, jadi kebanyakan komunitas penyihir sepenuhnya tidak menyadari apapun yang sedang terjadi, dan itu membuat mereka jadi target mudah bagi para Pelahap Maut kalau mereka menggunakan Kutukan Imperius.’

‘Tapi kalian sedang memberitahu orang-orang, bukan?’ kata Harry sambil melihat berkeliling kepada Mr Weasley, Sirius, Bill, Mundungus, Lupin dan Tonks. ‘Kalian membiarkan orang-orang tahu dia sudah kembali?’

Mereka semua tersenyum tanpa merasa lucu.

‘Well, karena semua orang mengira aku pembunuh masal gila dan Kementerian memberi harga sepuluh ribu Galleon untuk kepalaku, aku hampir tidak bisa berjalan menyusuri jalan dan mulai membagi-bagikan selebaran, benar ‘kan?’

‘Dan aku bukan tamu makan malam yang sangat populer dengan kebanyakan komunitas penyihir,’ kata Lupin. ‘Sudah resiko pekerjaan menjadi seorang manusia serigala.’

‘Tonks dan Arthur akan kehilangan pekerjaan mereka di Kementerian kalau mereka mulai berbicara yang bukan-bukan,’ kata Sirius, ‘dan penting sekali bagi kami untuk punya mata-mata di Kementerian, karena kau bisa bertaruh Voldemort pasti punya.’

‘Walau begitu, kami berhasil meyakinkan beberapa orang,’ kata Mr Weasley. ‘Tonks di sini ini — contohnya — dia terlalu muda untuk berada dalam Order of Phoenix yang dulu, dan memiliki Auror di sisi kita adalah keuntungan besar — Kingsley Shacklebolt juga telah menjadi aset nyata; dia bertanggung jawab atas perburuan Sirius, jadi dia telah memberikan Kementerian informasi bahwa Sirius ada di Tibet.’

‘Tapi kalau tidak satupun dari kalian menyebarkan berita bahwa Voldemort sudah kembali –‘ Harry mulai.

‘Siapa bilang tidak satupun dari kami menyebarkan berita?’ kata Sirius. ‘Kaukira mengapa Dumbledore terlibat masalah?’

‘Apa maksudmu?’ Harry bertanya.

‘Mereka mencoba mendiskreditkan dia,’ kata Lupin. ‘Tidakkah kau baca Daily Prophet minggu lalu? Mereka melaporkan bahwa dia telah dikeluarkan dari Ketua Konfederaasi Penyihir Internasional karena dia mulai tua dan kehilangan kendali, tapi itu tidak benar; dia dikeluarkan oleh para penyihir Kementerian setelah dia berpidato mengumumkan kembalinya Voldemort. Mereka menurunkannya dari Kepala Penyihir di Wizengamot -itu Mahkamah Tinggi Penyihir –dan mereka mengatakan juga akan mengambil Order of Merlin, Kelas Pertamanya.’

‘Tapi Dumbledore berkata dia tidak peduli apa yang mereka lakukan selama mereka tidak mengenyahkannya dari Kartu-Kartu Cokelat Kodok,’ kata Bill sambil menyeringai.

‘Itu bukan hal untuk ditertawakan,’ kata Mr Weasley dengan tajam. ‘Kalau dia terus melawan Kementerian seperti ini dia bisa berakhir di Azkaban, dan hal terakhir yang kita mau adalah Dumbleldore terkurung. Selagi Kau-Tahu-Siapa tahu Dumbledore ada di luar sana dan tidak tahu apa yang sedang dikerjakannya dia akan terus hati-hati. Kalau Dumbledore tak lagi jadi penghalang — well, Kau-Tahu-Siapa akan punya jalan yang bebas rintangan.’

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.