Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Jadi dia hanya mendengar –?’

‘Dia hanya mendengar permulaannya, bagian yang meramalkan kelahiran seorang anak laki-laki di bulan Juli kepada orang tua yang telah tiga kali menghadapi Voldemort. Akibatnya, dia tidak bisa memperingatkan tuannya bahwa menyerangmu akan beresiko memindahkan kekuatan kepadamu, dan menandaimu sebagai lawannya yang setara. Jadi Voldemort tak pernah tahu bahwa mungkin berbahaya menyerangmu, bahwa mungkin bijaksana untuk menunggu, tahu lebih banyak. Dia tidak tahu bahwa kau akan punya kekuatan yang tidak dikenal Pangeran Kegelapan –‘

‘Tapi aku tidak punya!’ kata Harry, dengan suara tercekik. ‘Aku tidak punya kekuatan yang tak dimilikinya, aku tidak bisa bertarung seperti dia malam ini, aku tidak bisa merasuki orang atau –atau membunuh mereka –‘

‘Ada sebuah ruangan di dalam Departemen Misteri,’ sela Dumbledore, ‘yang terkunci sepanjang waktu. Ruangan itu mengandung sebuah kekuatan yang lebih ajaib dan lebih mengerikan daripada kematian, daripada kecerdasan manusia, daripada kekuatan alam. Kekuatan itu juga, mungkin, yang paling misterius dari banyak subyek penelitian yang ada di sana. Kekuatan yang terkandung dalam ruangan itulah yang kamu miliki dalam jumlah sedemikian rupa dan yang tidak dimiliki Voldemort sama sekali. Kekuatan itu membawamu menyelamatkan Sirius malam ini. Kekuatan itu juga menyelamatkanmu dari perasukan oleh Voldemort, karena dia tidak tahan berada di dalam tubuh yang begitu penuh kekuatan yang dibencinya. Pada akhirnya, tidak masalah kalau kamu tidak bisa menutup pikiranmu. Hatimulah yang menyelamatkanmu.’

Harry menutup matanya. Kalau dia tidak pergi untuk menyelamatkan Sirius, Sirius tidak akan mati … Lebih untuk menunda saat dia harus memikirkan Sirius lagi, Harry bertanya, tanpa banyak peduli tentang jawabannya, ‘Akhir ramalan itu … sesuatu mengenai … tak satupun bisa hidup …’

‘… sementara yang lainnya selamat,’ kata Dumbledore.

‘Jadi,’ kata Harry, sambil mengeruk kata-kata itu dari apa yang terasa seperti sumur dalam keputusasaan dalam dirinya, ‘jadi apakah itu berarti bahwa … salah seorang dari kami harus membunuh yang seorang lagi … pada akhirnya?’

‘Ya,’ kata Dumbledore.

Untuk waktu yang lama, tak seorangpun dari mereka berbicara. Di suatu tempat jauh dari dinding-dinding kantor itu, Harry bisa mendengar suara-suara, murid-murid yang menuju ke Aula Besar untuk makan pagi lebih awal, mungkin. Tampaknya tidak mungkin bahwa ada orang-orang di dunia yang masih menginginkan makanan, yang tertawa, yang tidak tahu maupun peduli bahwa Sirius Black sudah pergi untuk selamanya. Sirius tampaknya sudah sejuta mil jauhnya; bahkan sekarang suatu bagian diri Harry masih percaya bahwa kalau saja dia menarik tudung itu, dia akan menemukan Sirius memandang balik kepadanya, menyambutnya, mungkin, dengan tawanya yang mirip gonggongan …

‘Kurasa aku berhutang penjelasan lain kepadamu, Harry,’ kata Dumbledore dengan bimbang. ‘Kamu, mungkin, bertanya-tanya mengapa aku tak pernah memilihmu sebagai prefek? Aku harus mengaku … bahwa aku berpikir … kamu sudah punya cukup tanggung jawab.’

Harry memandang kepadanya dan melihat sebutir air mata menetes menuruni wajah Dumbledore ke dalam janggut perak panjangnya.

 

Bab 38:

Perang Kedua Dimulai

DIA YANG NAMANYA TIDAK BOLEH DISEBUT KEMBALI

‘Dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Jumat malam, Menteri Sihir Cornelius Fudge membenarkan bahwa

Dia Yang Namanya Tidak Boleh Disebut telah kembali ke negara ini dan sekali lagi telah aktif. ‘”Dengan rasa penyesalan besar saya harus menegaskan bahwa penyihir yang menyebut dirinya Lord –well, kalian tahu siapa yang kumaksud — masih hidup dan telah berada di antara kita lagi,” kata Fudge, terlihat lelahdan bingung ketika berbicara kepada para reporter. “Dengan rasa penyesalan yang hampir sama besarnya kamimelaporkan bahwa pemberontakan massal para Dementor Azkaban, yang telah memperlihatkan penolakan merekauntuk terus bekerja bagi Kementerian. Kami percaya para Dementor sekarang menerima perintah dari Lord –Itu. ‘”Kami mendesak masyarakat sihir tetap waspada. Kementerian sekarang menerbitkan penuntun-penuntun pertahanan rumah dan pribadi tingkat dasar yang akan dikirimkan secara cuma-cuma kepada semua rumah penyihir dalam bulan mendatang.”‘Penyataan Menteri disambut dengan kecemasan dan ketakutan dari komunitas sihir, yang sampai baru-baru inihingga Rabu lalu menerima jaminan Kementerian bahwa “tidak ada kebenaran apapun dalam rumor-rumorberkepanjangan bahwa Kau-Tahu-Siapa sedang beroprerasi di antara kita sekali lagi”. ‘Detil mengenai kejadian-kejadian yang mengarah pada perubahan haluan Kementerian masih kabur, walaupun diyakini bahwa Dia Yang Namanya Tidak Boleh Disebut dan sekumpulan pengikutnya yang terpilih (dikenalsebagai Pelahap Maut) masuk ke dalam Kementerian Sihir sendiri pada hari Selasa malam. ‘Albus Dumbledore, yang baru-baru ini dikembalikan ke kedudukan Kepala Sekolah Sihir Hogwarts, anggota

Konfederasi Penyihir Internasional dan Ketua Penyihir Wizengamot, sampai saat ini belum bisa diminati komentar,

Beliau telah bersikeras selama setahun belakangan ini bahwa Anda-Tahu-Siapa belum mati, seperti yang

diharapkan dan diyakini secara luas, melainkan sedang merekrut pengikut sekali lagi untuk percobaan baru

merebut kekuasaan. Sementara itu, “Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup” –

‘Di sana kamu, Harry, aku tahu mereka akan menyeret kamu ke dalamnya bagaimanapun,’ kata Hermione, sambil memandang lewat puncak surat kabar kepadanya.

Mereka sedang berada di sayap rumah sakit. Harry sedang duduk di ujung tempat tidur Ron dan mereka berdua sedang mendengarkan Hermione membacakan halaman depan Sunday Prophet. Ginny, yang mata kakinya telah disembuhkan dengan sekejab mata oleh Madam Pomfrey, bergelung di kaki ranjang Hermione; Neville, yang hidungnya juga telah dikembalikan ke ukuran dan bentuk normal, berada di sebuah kursi di antara kedua tempat tidur; dan Luna, yang telah datang berkunjung, menggenggam edisi terbaru The Quibbler, sedang membaca majalah itu terbalik dan tampaknya tidak mendengarkan sepatah katapun yang sedang dikatakan Hermione.

‘Dia “anak laki-laki yang bertahan hidup” lagi sekarang, bukan begitu?’ kata Ron dengan muram. ‘Bukan tukang pamer yang suka menipu lagi, eh?’

Dia mengambil segenggam penuh Cokelat Kodok dari tumpukan besar di atas lemari sisi tempat tidurnya, melempar beberapa kepada Harry, Ginny dan Neville dan merobek pembungkus cokelatnya sendiri dengan giginya. Masih ada bilur dalam di lengannya tempat tentakel-tentakel otak itu membelitnya. Menurut Madam Pomfrey, pikiran bisa meninggalkan bekas luka yang lebih dalam daripada hampir semua benda lain, walaupun sejak dia mulai memakaikan sejumlah besar Minyak Penghilang Dr Ubbly tampaknya telah ada sedikit perbaikan.

‘Ya, mereka memuji-muji kamu sekarang, Harry,’ kata Hermione, sambil membaca sekilas artikel itu. ‘”Satu-satunya suara kebenaran … dianggap tidak seimbang, namun tidak pernah ragu-ragu dalam ceritanya … dipaksa menanggung ejekan dan fitnah …” Hmmm,’ katanya, sambil merengut, ‘kuperhatikan mereka tidak menyebut fakta bahwa merekalah yang melakukan semua ejekan dan fitnahan itu di Prophet …’

Dia mengerenyit sedikit dan meletakkan sebelah tangan ke tulang iganya. Kutukan yang digunakan Dolohov kepadanya, walaupun kurang efektif daripada seharusnya kalau dia bisa mengatakan manteranya kuat-kuat, meskipun demikian mengakibatkan, dengan kata-kata Madam Pomfrey, ‘cedera yang cukup parah’. Hermione harus meminum sepuluh jenis ramuan yang berbeda setiap harinya, membaik dengan cepat, dan sudah bosan dengan sayap rumah sakit.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.