Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

Ginny cekikian.

‘Rapatnya sudah selesai, Dung,’ kata Sirius, ketika mereka duduk di sekitarnya di meja. ‘Harry sudah sampai.’

‘Eh?’ kata Mundungus sambil memandani Harry dengan menakutkan melalui rambut merah kekuningannya yang kusut. ‘Ya ampun, ’emang benar. Yeah … kau baik-baik saja, ‘Arry?’

‘Yeah,’ kata Harry.

Mundungus meraba-raba dengan gelisah ke dalam kantongnya, masih menatap Harry, dan menarik keluar sebuah pipa hitam kusam. Dia memasukkannya ke dalam mulutnya, menyalakan ujungnya dengan tongkatnya dan mengisapnya dalam-dalam. Awan besar dari asap kehijauan yang mengepul mengaburkannya dalam beberapa detik.

‘Utang pe’mohonan maaf padamu,’ gerutu sebuah suara dari tengah awan bau itu.

‘Untuk terakhir kalinya, Mundungus,’ seru Mrs Weasley, ‘bisakah kamu tolong jangan merokok benda itu di dapur, terutama tidak ketika kami sedang bersiap-siap untuk makan!’

‘Ah,’ kata Mundungus. ‘Benar. Maaf, Molly.’

Awan asap itu menghilang ketika Mundungus memasukkan pipanya kembali ke dalam kantongnya, tetapi bau tajam kaus kaki terbakar tetap ada.

‘Dan kalau kalian mau makan malam sebelum tengah malam aku akan butuh bantuan,’ Mrs Weasley berkata kepada orang-orang dalam ruangan. ‘Tidak, kau bisa tinggal di tempatmu, Harry, kau telah melewati perjalanan panjang.’

‘Apa yang bisa kulakukan, Molly?’ kata Tonks dengan antusias, sambil melompat maju.

‘Er — tidak, tidak usah, Tonks, kamu juga beristirahatlah, kamu sudah cukup membantu hari ini.’

‘Tidak, tidak, aku mau membantu!’ kata Tonks dengan cerah, sambil menjatuhkan sebuah kursi ketika dia bergegas menuju lemari, dari mana Ginny sedang mengumpulkan

alat-alat makan.

Segera, serangkaian pisau berat memotong-motong daging dan sayuran dengan sendirinya, diawasi oleh Mr Weasley, sementara Mrs Weasley mengaduk sebuah kuali yang bergantung di atas api dan yang lain mengeluarkan piring-piring, lebih banyak piala lagi dan makanan dari ruang penyimpanan. Harry ditinggal di meja dengan Sirius dan Mundungus, yang masih berkedip kepadanya dengan muram.

‘Sudah bertemu Figg tua sejak itu?’ tanyanya.

‘Tidak,’ kata Harry. ‘Aku belum bertemu siapapun.’

‘Lihat, aku sebenarnya tak mau pergi,’ kata Mundungus, sambil mencondongkan badan ke depan, dengan nada memohon dalam suaranya, ‘tapi aku punya peluang bisnis –‘

Harry merasakan sesuatu menyentuh lututnya dan terkejut, tetapi itu hanya Crookshanks, kucing Hermione yang berkaki bengkok, yang melingkarkan dirinya seketika di sekitar kaki Harry, lalu melompat ke pangkuan Sirius dan bergulung. Sirius menggaruknya dengan melamun di belakang telinga selagi dia berpaling, masih bermuka suram, kepada Harry.

‘Musim panasmu menyenangkan sejauh ini?’

‘Tidak, malah menyebalkan,’ kata Harry.

Untuk pertama kalinya, sesuatu mirip seringai berkelebat di wajah Sirius.

‘Tidak tahu apa yang kau keluhkan, aku ini.’

‘Apa?’ kata Harry dengan tidak percaya.

‘Secara pribadi, aku akan menyambut serangan Dementor. Pergumulan maut demi jiwaku pastilah akan menghilangkan suasana monoton dengan baik. Kau kira kau kesusahan, setidaknya kau masih bisa keluar dan ke sekitar, merenggangkan kakimu, berkelahi sedikit … aku telah tersangkut di dalam selama sebulan.’

‘Bagaimana bisa?’ tanya Harry sambil merengut.

‘Karena Kementerian Sihir masih mengejarku, dan Voldermort sekarang pasti sudah tahu semua tentang aku jadi Animagus, Wormtail pasti sudah memberitahunya, jadi samaran besarku tidak berguna. Tak banyak yang bisa kulakukan untuk Order of Phoenix … atau begitulah yang dirasakan Dumbledore.’

Ada sesuatu mengenai nada yang sedikit datar dalam suara Sirius ketika mengutarakan nama Dumbledore yang memberitahu dirinya bahwa Sirius juga tidak terlalu senang kepada Kepala Sekolah itu. Harry merasakan aliran kasih sayang mendadak untuk ayah angkatnya.

‘Setidaknya kau tahu apa yang sedang terjadi,’ dia berkata dengan tertahan.

‘Oh yeah,’ kata Sirius dengan sarkastis. ‘Mendengarkan laporan-laporan Snape, harus menerima semua petunjuk sindirannya bahwa dia di luar sana mempertaruhkan hidupnya sementara aku duduk bersandar di sini melewati waktu yang menyenangkan … bertanya kepadaku bagaimana kelanjutan pembersihan –‘

‘Pembersihan apa?’ tanya Harry.

‘Mencoba menjadikan tempat ini cocok untuk tempat tinggal manusia,’ kata Sirius, sambil melambaikan sebuah tangan ke sekeliling dapur yang muram itu. ‘Tak ada yang tinggal di sini selama sepuluh tahun, tidak sejak ibuku meninggal, kecuali kau menghitung peri-rumahnya yang tua, dan dia sudah jadi sinting — belum pernah membersihkan apapun untuk waktu yang sangat lama.’

‘Sirius,’ kata Mundungus, yang tampaknya tidak memperhatikan percakapan itu sedikitpun, tetapi telah memeriksa dengan seksama sebuah piala kosong. ‘Ini perak padat, sobat?’

‘Ya,’ kata Sirius, sambil mengamatinya dengan tidak suka. ‘Perak ukiran goblin abad kelima belas yang terbaik, diberi cap dengan lambang keluarga Black.’

‘Itu ‘dah mengemupas,’ gumam Mundungus, sambil menggosoknya dengan lengan bajunya.

‘Fred — George — JANGAN, BAWA SAJA!’ Mrs Weasley menjerit.

Harry, Sirius dan Mundungus memandang berkeliling dan, dalam sepersekian detik, mereka telah menukik menjauh dari meja. Fred dan George telah menyihir sekuali besar masakan sup rebusan, sebuah teko besi Butterbeer dan sebuah papan pemotong roti kayu yang berat, lengkap dengan pisau, meluncur di udara menuju mereka. Sup rebusan itu tergelincir sepanjang meja dan berhenti persis sebelum ujung meja, meninggalkan bekas bakar hitam yang panjang di permukaan kayu; teko Butterbeer jatuh dengan suara keras, menumpahkan isinya ke mana-mana; pisau roti jatuh dari papan dan mendarat, dengan ujung yang tajam di bawah dan bergetar tidak menyenangkan, persis di tempat tangan kanan Sirius berada beberapa detik sebelumnya.

‘DEMI TUHAN!’ teriak Mrs Weasley. ‘TIDAK PERLU ITU — AKU SUDAH MUAK — HANYA KARENA KALIAN DIIZINKAN MENGGUNAKAN SIHIR SEKARANG, KALIAN TIDAK HARUS MENGELUARKAN TONGKAT KALIAN UNTUK SETIAP HAL KECIL!’

‘Kami hanya mencoba menghemat waktu!’ kata Fred sambil bergegas maju untuk mengungkit pisau roti itu dari meja. ‘Sori, Sirius, sobat — tidak bermaksud –‘

Harry dan Sirius keduanya tertawa; Mundungus, yang telah terhenyak ke belakang kursinya, sedang meyumpah-nyumpah ketika dia berdiri; Crookshanks mengeluarkan desisan marah dan lari ke bawah lemari, dari mana mata kuningnya yang besar bersinar di kegelapan.

‘Anak-anak,’ Mr Weasley berkata, sambil mengangkat sup rebusan itu kembali ke tengah meja, ‘ibu kalian benar, kalian seharusnya memperlihatkan rasa tanggung jawab setelah kalian cukup umur sekarang ini –‘

‘Tidak satupun dari kakak-kakak kalian yang menyebabkan masalah seperti ini!’ Mrs Weasley marah-marah kepada si kembar selagi dia membanting teko baru Butterbeer ke atas meja. ‘Bill tidak merasa perlu ber-Apparate tiap beberapa kaki! Charlie tidak menyihir semua benda yang dia jumpai! Percy –‘

Dia terdiam, sambil terengah-engah dengan tatapan takut kepada suaminya, yang ekspresinya mendadak kaku.

‘Mari makan,’ kata Bill dengan cepat.

‘Tampaknya lezat, Molly,’ kata Lupin, sambil menyendokkan sup rebusan ke sebuah piring untuknya dan menyerahkannya ke seberang meja.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.