Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Dia tidak seddiri!’ teriak sebuah suara dari atas mereka. ‘Dia masih bunya adu!’

Hati Harry mencelos: Neville sedang berjuang menuruni bangku-bangku batu ke arah mereka, tongkat Hermoine tergenggam erat di tangannya yang gemetaran.

‘Neville — jangan — kembali kepada Ron –‘

‘STUBEFY!’ Neville berteriak lagi, sambil menunjuk tongkatnya kepada tiap-tiap Pelahap Maut secara bergantian. ‘STUBEFY! STUBE–‘

Salah satu Pelahap Maut yang terbesar meraih Neville dari belakang, menjepit lengannya ke sisi tubuhnya. Dia meronta dan menendang; beberapa Pelahap Maut tertawa.

‘Longbottom, bukan?’ ejek Lucius Malfoy. ‘Well, nenekmu sudah biasa kehilangan anggota keluarga akibat kami … kematianmu tidak akan jadi guncangan besar.’

‘Longbottom?’ ulang Bellatrix, dan sebuah senyuman yang sangat jahat menerangi wajahnya yang cekung. ‘Kenapa, aku sudah mendapat kesenangan bertemu orang tuamu, nak.’

‘ADU TAHU KAU DUDAH!’ raung Neville, dan dia melawan cengkeraman penangkapnya begitu keras sehingga Pelahap Maut itu berteriak, ‘Seserorang Bekukan dia!’

‘Tidak, tidak, tidak,’ kata Bellatrix. Dia tampak sangat gembira, penuh kesenangan ketika dia memandang sekilas kepada Harry, lalu kembali kepada Neville. ‘Tidak, mari lihat seberapa lama Longbottom tahan sebelum dia gila seperti orang tuanya … kecuali Potter mau memberikan ramalan itu kepada kita.’

‘JAGAN BERIKAN PADA BEREKA!’ raung Neville, yang tampaknya lupa diri, menendang dan menggeliat ketika Bellatrix mendekat kepadanya dan penangkapnya dengan tongkat terangkat. ‘JAGAN BERIKAN PADA BEREKA, HARRY!’

Bellatrix mengangkat tongkatnya. ‘Crucio!’

Neville menjerit, kakinya terangkat naik ke dadanya sehingga Pelahap Maut yang sedang memegangnya sejenak hilang keseimbangan. Pelahap Maut itu menjatuhkannya dan dia jatuh ke lantai, sambil menggeliat dan menjerit kesakitan.

‘Itu hanya awalnya!’ kata Bellatrix, sambil mengangkat tongkatnya sehingga jeritan Neville berhenti dan dia berbaring terisak-isak di kakinya. Bellatrix berpaling dan menatap Harry. ‘Sekarang, Potter, berikan ramalan itu kepada kami, atau saksikan teman kecilmu mati dengan cara yang keras!’

Harry tidak harus berpikir; tidak ada pilihan. Ramalan itu panas karena tangannya yang menggenggamnya ketika dia mengulurkannya. Malfoy melompat maju untuk mengambilnya.

Lalu, tinggi di atas mereka, dua pintu lagi terbuka dan lima orang berlari cepat ke dalam ruangan: Sirius, Lupin, Moody, Tonks dan Kingsley.

Malfoy berpaling, dan mengangkat tongkatnya, tetapi Tonks sudah mengirimkan Mantera Pembeku tepat kepadanya. Harry tidak menunggu untuk melihat apakah mantera itu kena, melainkan menukik turun dari mimbar menyingkir. Para Pelahap Maut sepenuhnya teralihkan perhatiannya oleh kemunculan anggota-anggota Order, yang sekarang menghujani mantera-mantera kepada mereka selagi mereka melompat dari tiap undakan menuju lantai cekung itu. Melalui tubuh-tubuh yang berlarian, kilasan-kilasan cahaya, Harry bisa melihat Neville merangkak. Dia mengelakkan pancaran sinar merah lainnya dan menjatuhkan dirinya ke tanah untuk meraih Neville.

‘Apakah kamu baik-baik saja?’ teriaknya, ketika mantera lain membumbung beberapa inci di atas kepala mereka.

‘Ya,’ kata Neville, sambil berusaha bangkit.

‘Dan Ron?’

‘Kukira dia baik — dia masih betarung degan otak idu waktu adu pegi –‘

Lantai batu di antara mereka meledak ketika sebuah mantera menghantamnya, meninggalkan sebuah lubang di tempat tangan Neville berada beberapa detik sebelumnya; keduanya berjuang menjauh dari titik itu, lalu sebuah lengan gemuk keluar entah dari mana, menyambar Harry di sekitar leher dan menariknya berdiri tegak, sehingga jari-jari kakinya hampir tidak mengenai lantai.

‘Berikan kepadaku,’ geram sebuah suara di telinganya, ‘berikan ramalannya kepadaku -‘

Lelaki itu menekan batang tenggorok Harry begitu ketatnya sehingga dia tidak bisa bernapas. Melalui mata yang berair dia melihat Sirius sedang berduel dengan seorang Pelahap Maut sekitar sepuluh kaki jauhnya; Kingsley sedang melawan dua orang seketika; Tonks, masih setengah jalan di antara bangku-bangku berderet itu, sedang menembakkan mantera-mantera kepada Bellatrix — tak seorangpun tampaknya menyadari bahwa Harry sedang sekarat. Dia membalikkan tongkatnya ke belakang ke arah samping lelaki itu, tetapi tidak punya napas untuk mengucapkan mantera, dan tangan lelaki itu yang bebas sedang meraba-raba ke tangan Harry yang sedang memegang ramalan –

‘AARGH!’

Neville telah menerjang entah dari mana; tak mampu mengucapkan mantera dengan jelas, dia menusukkan tongkat Hermione keras-keras ke lubang mata topeng si Pelahap Maut. Lelaki itu melepaskan Harry seketika dengan lolongan kesakitan. Harry berputar untuk menghadapnya dan terengah-engah mengucapkan:

‘STUPEFY!’

Pelahap Maut itu jatuh ke belakang dan topengnya terlepas: itu Macnair, calon pembunuh Buckbeak, salah satu matanya sekarang bengkak dan merah darah.

‘Trims!’ Harry berkata kepada Neville, sambil menariknya ke samping ketika Sirius dan Pelahap Mautnya tiba-tiba lewat, sedang berduel begitu hebatnya sehingga tongkattongkat mereka tampak buram; lalu kaki Harry menyentuh sesuatu yang bundar dan keras dan dia tergelincir. Sejenak dia mengira dia menjatuhkan ramalan itu, tetapi kemudian dia melihat mata sihir Moody berputar menjauh di lantai.

Pemiliknya sedang terbaring, berdarah di kepala, dan penyerangnya sekarang menuju Harry dan Neville: Dolohov, wajahnya yang panjang dan pucat miring karena senang.

‘Tarantallegra!’ dia berteriak, tongkatnya menunjuk Neville, yang kakinya segera bergerak dalam semacam tarian menghentak gila-gilaan, membuatnya kehilangan keseimbangan dan menjadikannya terjatuh ke lantai lagi. ‘Sekarang, Potter –‘

Dia membuat gerakan yang sama dengan tongkatnya seperti yang dipergunakannya kepada Hermione persis ketika Harry menjerit, ‘Protege!’

Harry merasakan sesuatu melintasi wajahnya seperti pisau tumpul; tenaganya menjatuhkannya ke samping dan dia jatuh ke atas kaki Neville yang menyentak-nyentak, tetapi Mantera Pelindung itu menghentikan yang terburuk dari mantera itu.

Dolohov mengangkat tongkatnya lagi. ‘Accio ramal—’

Sirius telah meluncur cepat entah dari mana, membentur Dolohov dengan bahunya dan membuatnya melayang menjauh. Ramalan itu sekali lagi melayang ke ujung jari-jari Harry tetapi dia berhasil mempertahankannya. Sekarang Sirius dan Dolohov sedang berduel, tongkat-tongkat mereka berkilat seperti pedang, bunga-bunga api melayang dari ujung tongkat mereka –

Dolohov menarik mundur tongkatnya untuk membuat gerakan menyayat yang sama seperti yang dipergunakannya kepada Harry dan Hermione. Sambil melompat bangkit, Harry menjerit, ‘Petrificus Totalus!’ Sekali lagi, lengan-lengan Dolohov berbunyi bersamaan dan dia terjatuh ke belakang, mendarat dengan hantaman keras di punggungnya.

‘Bagus!’ teriak Sirius, sambil memaksa kepala Harry turun ketika sepasang Mantera Pembeku terbang ke arah mereka. ‘Sekarang aku mau kau keluar dari –‘

Mereka berdua menunduk lagi; sebuah pancaran sinar hijau hampir mengenai Sirius. Di seberang ruangan Harry melihat Tonks jatuh dari tengah tangga batu, tubuhnya yang lemah roboh dari bangku batu dan Bellatrix, penuh kemenangan, berlari kembali ke arah kegaduhan itu.

‘Harry, bawa ramalannya, bawa Neville dan larilah!’ Sirius berteriak, sambil berlari untuk menemui Bellatrix. Harry tidak melihat apa yang terjadi berikutnya: Kingsley berayun di depan penglihatannya, sedang bertarung dengan Rookwood yang penuh bopeng dan tidak lagi bertopeng; pancaran sinar hijau lain melayang di atas kepala Harry ketika dia meluncur ke arah Neville –

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.