Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘KALAU KAUKIRA AKU AKAN BERTINDAK SEOLAHOLAH AKU TIDAK MELIHAT –‘

‘Sirius bilang kepadamu tak ada yang lebih penting daripada kamu belajar menutupp pikiranmu!’

‘WELL, KUDUGA DIA AKAN MENGATAKAN SESUATU YANG BERBEDA KALAU DIA TAHU APA YANG BARU SAJA AKU –‘

Pintu ruang kelas membuka. Harry, Ron dan Hermione berputar cepat. Ginny berjalan masuk, terlihat ingin tahu, diikuti dari dekat oleh Luna, yang seperti biasa tampak seolaholah dia melintas masuk tanpa disengaja.

‘Hai,’ kata Ginny dengan tidak yakin. ‘Kami mengenali suara Harry. Apa yang sedang kamu teriakkan?’

‘Tak usah peduli,’ kata Harry dengan kasar.

Ginny mengangkat alisnya.

‘Tidak perlu berbicara dengan nada begitu kepadaku,’ dia berkata dengan dingin, ‘aku hanya ingin tahu apakah aku bisa membantu.’

‘Well, kamu tidak bisa,’ kata Harry singkat.

‘Kau agak kasar, kau tahu,’ kata Luna dengan tenang.

Harry menyumpah dan berpaling. Hal terakhir yang diinginkannya sekarang adalah percakapan dengan Luna Lovegood.

‘Tunggu,’ kata Hermione tiba-tiba. ‘Tunggu … Harry, mereka bisa membantu.’

Harry dan Ron memandangnya.

‘Dengar,’ dia berkata dengan mendesak, ‘Harry, kita perlu memastikan apakah Sirius benar-benar telah meninggalkan Markas Besar.’

‘Aku sudah bilang, aku lihat –‘

‘Harry, aku mohon padamu, tolong!’ kata Hermione dengan putus asa. ‘Tolong periksa saja bahwa Sirius tidak ada di rumah sebelum kita menyerbu ke London. Kalau kita mendapati dia tidak ada di sana, aku bersumpah aku tidak akan mencoba menghentikanmu. Aku akan ikut, aku akan m-melakukan apapun yang diperlukan untuk mencoba menyelamatkannya.’

‘Sirius sedang disiksa SEKARANG!’ teriak Harry. ‘Kita tidak punya waktu untuk dibuang.’

‘Tapi kalau ini tipuan Voldemort, Harry, kita harus periksa, kita harus.’

‘Bagaimana?’ Harry menuntut. ‘Bagaimana kita akan memeriksanya?’

‘Kita harus menggunakan api Umbridge dan lihat apakah kita bisa menghubunginya,’ kata Hermione, yang tampak benar-benar ngeri memikirkan itu. ‘Kita akan menarik Umbridge pergi lagi, tapi kita butuh pengintai, dan di situlah kita bisa menggunakan Ginny dan Luna.’

Walaupun jelas sedang berjuang memahami apa yang sedang terjadi, Ginny berkata segera, ‘Yeah, kami akan melakukannya,’ dan Luna berkata, ‘Waktu kau bilang “Sirius”, apakah kau sedang membicarakan Stubby Boardman?’

Tak seorangpun menjawabnya.

‘OK,’ Harry berkata dengan agresif kepada Hermione, ‘OK, kalau kamu bisa memikirkan suatu cara melakukan ini dengan cepat, aku ikut, kalau tidak aku akan pergi ke Departemen Misteri sekarang juga.’

‘Departemen Misteri?’ kata Luna, tampak agak terkejut. ‘Tapi bagaimana kamu akan pergi ke sana?’

Lagi-lagi, Harry mengabaikannya.

‘Benar,’ kata Hermione, sambil memuntirkan tangannya bersamaan dan berjalan bolakbalik di antara meja-meja. ‘Benar … well … salah satu dari kita harus pergi mencari Umbridge dan — dan mengirimnya ke arah yang salah, menjauhkannya dari kantornya. Mereka bisa bilang padanya — aku tidak tahu — bahwa Peeves sedang melakukan sesuatu yang mengerikan seperti biasa.’

‘Aku akan melakukannya,’ kata Ron seketika. ‘Aku akan memberitahunya Peeves sedang menghancurkan departemen Transfigurasi atau sesuatu, letaknya bermil-mil dari kantornya. Kalau dipikir-pikir, aku mungkin bisa membujuk Peeves untuk melakukannya kalau aku bertemu dengannya di jalan.’

Tanda keseriusan keadaan itu adalah Hermione tidak keberatan menghancurkan departemen Transfigurasi.

‘OK,’ katanya, alisanya mengerut sementara dia terus berjalan. ‘Sekarang, kita perlu menjauhkan murid-murid dari kantornya saat kita mendobrak masuk, atau beberapa anak Slytherin pasti akan pergi mengisikinya.’

‘Luna dan aku bisa berdiri di kedua ujung koridor,’ kata Ginny dengan segera, ‘dan memperingatkan orang-orang untuk tidak ke sana karena seseorang melepaskan banyak Gas Pencekik.’ Hermione tampak terkejut pada kesiapan Ginny menciptakan kebohongan ini; Ginny mengangkat bahu dan berkata, ‘Fred dan George merencanakan melakukannya sebelum mereka pergi.’

‘OK,’ kata Hermione. ‘Well kalau begitu, Harry, kamu dan aku akan berada di bawah Jubah Gaib dan kita akan menyelinap masuk ke dalam kantor dan kamu bisa berbicara kepada Sirius –‘

‘Dia tidak ada di sana, Hermione!’

‘Maksudku, kamu bisa — bisa memeriksa apakah Sirius ada di rumah atau tidak sementara aku berjaga-jaga, kukira kamu seharusnya tidak berada di dalam sana sendirian, Lee sudah membuktikan jendela-jendelanya adalah titik lemah, dengan mengirimkan Niffler-Niffler itu melaluinya.’

Walaupun melalui kemarahan dan ketidaksabarannya, Harry mengenali tawaran Hermione untuk menemaninya ke dalam kantor Umbridge sebagai tanda solidaritas dan kesetiaan.

‘Aku … OK, trims,’ dia bergumam.

‘Benar, well, kalaupun kita melakukan semua itu, kukira kita tidak akan bisa mengambil lebih dari lima menit,’ kata Hermione, tampak lega bahwa Harry kelihatannya menerima rencana itu, ‘tidak dengan Filch dan Regu Penyelidik sialan itu berkeliaran.’

‘Lima menit cukup,’ kata Harry. ‘Ayolah, ayo pergi –‘

‘Sekarang?’ kata Hermione, tampak terguncang.

‘Tentu saja sekarang!’ kata Harry dengan marah. ‘Menurutmu apa, kita akan menunggu sampai sehabis makan malam atau apa? Hermione, Sirius sedang disiksa tepat saat ini!’

‘Aku — oh, baiklah,’ dia berkata dengan putus asa. ‘Kamu pergi ambil Jubah Gaib dan kami akan menemuimu di ujung koridor Umbridge, OK?’

Harry tidak menjawab, melainkan berlari cepat keluar dari ruangan itu dan mulai berjuang melewati kerumunan yang ramai di luar. Dua lantai di atas dia bertemu Seamus dan Dean, yang menegurnya dengan riang dan memberitahunya mereka merencanakan perayaan akhir ujian dari senja hingga fajar di ruang duduk. Harry hampir tidak mendengar mereka. Dia bersusah payah melewati lubang potret sementara mereka masih mendebatkan berapa banyak Butterbeer pasar gelap yang akan mereka butuhkan dan sedang memanjat keluar, Jubah Gaib dan pisau Sirius aman di dalam tasnya, sebelum mereka memperhatikan dia telah meninggalkan mereka.

‘Harry, apakah kamu mau memasukkan beberapa Galleon? Harold Dingle mengira dia bisa menjual sedikit Whisky-Api kepada kami –‘

Tetapi Harry sudah berlari menyusuri koridor kembali, dan beberapa menit kemudian sedang melompati sedikit anak tangga terakhir untuk bergabung dengan Ron, Hermione, Ginny dan Luna, yang berkerumun bersama di ujung koridor Umbridge.

‘Dapat,’ dia terengah-engah. ‘Kalau begitu, siap pergi?’

‘Baiklah,’ bisik Hermione ketika sekelompok anak-anak kelas enam yang berbicara keras-keras melewati mereka. ‘Jadi Ron — kamu pergi membawa Umbridge menjauh … Ginny, Luna, kalau kalian bisa mulai mengeluarkan orang-orang dari koridor … Harry dan aku akan mengambil Jubah dan menunggu sampai keadaan aman …’

Ron berjalan pergi, rambut merah terangnya tampak jelas hingga ke ujung lorong; sementara itu kepala Ginny yang sama menyalanya tampak di antara murid-murid yang berdesak-desakan yang mengelilingi mereka di arah yang berlawanan, diikuti oleh kepala pirang Luna.

‘Ke mari,’ gumam Hermione, sambil menarik pergelangan tangan Harry dan menariknya kembali ke celah tempat kepala batu jelek seorang penyihir pria abad pertengahan berdiri bergumam kepada dirinya sendiri di atas sebuah tiang. ‘Apakah -apakah kamu yakin kamu baik-baik saja, Harry? Kamu masih sangat pucat.’

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.