Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

Harry membalikkan kertasnya, jantungnya berdebar keras — tiga baris di sebelah kanannya dan empat tempat duduk di depan Hermione sudah menulis tergesa-gesa — dan merendahkan matanya ke pertanyaan pertama: a) Berikan mantera dan b) gambarkan pergerakan tongkat yang dibutuhkan untuk membuat benda-benda terbang.

Harry mendapat ingatan sekejab sebuah tongkat yang membumbung tinggi ke udara dan mendarat keras ke atas tengkorak tebal troll … sambil tersenyum sedikit, dia membungkuk ke atas kertas dan mulai menulis.

*

‘Well, tidak terlalu buruk, bukan?’ tanya Hermione dengan cemas di Aula Depan dua jam kemudian, masih menggenggam kertas ujian. ‘Aku tidak yakin aku sudah berbuat yang terbaik pada Mantera Jenaka, aku kehabisan waktu. Apakah kalian memasukkan mantera pembalik untuk cegukan? Aku tidak yakin apakah harus melakukannya, rasanya terlalu berlebihan — dan pada pertanyaan dua puluh tiga –‘

‘Hermione,’ kata Ron dengan keras, ‘kita sudah membahas ini sebelumnya … kita tidak akan mendiskusikan setiap ujian setelahnya, sudah cukup buruk mengerjakannya sekali.’

Anak-anak kelas lima makan siang dengan sisa sekolah (keempat meja asrama telah muncul kembali untuk jam makan siang), lalu mereka berbaris ke ruangan kecil di samping Aula Besar, tempat mereka harus menunggu sampai dipanggil untuk ujian praktek mereka. Ketika kelompok-kelompok kecil dari murid-murid dipanggil maju dengan urutan alfabetis, mereka yang ditinggal menggumamkan mantera-mantera dan berlatih gerakan-gerakan tongkat, terkadang tak sengaja menyodok satu sama lain di punggung atau mata.

Nama Hermione dipanggil. Sambil gemetaran, dia meninggalkan ruangan bersama Anthony Goldstein, Gregory Goyle dan Daphne Greengrass. Murid-murid yang sudah diuji tidak kembali setelahnya, jadi Harry dan Ron tidak punya gambaran bagaimana hasil yang dicapaiHermione.

‘Dia akan baik-baik saja, ingat dia dapat seratus dua belas persen pada salah satu ujian Jimat dan Guna-Guna kita?’ kata Ron.

Sepuluh menit kemudian, Profesor Flitwick memanggil, ‘Parkinson, Pansy — Patil, Padma — Patil, Parvati –Potter, Harry.’

‘Semoga sukses,’ kata Ron pelan. Harry berjalan masuk ke dalam Aula Besar, sambil mencengkeram tongkatnya begitu erat sehingga tangannya bergetar.

‘Profesor Tofty bebas, Potter,’ cicit Profesor Flitwick, yang sedang berdiri persis di bagian dalam pintu. Dia menunjukkan Harry ke arah penguji yang tampak seperti yang tertua dan terbotak yang sedang duduk di belakang sebuah meja kecil di sudut jauh, dekat Profesor Marchbanks, yang sedang menguji Draco Malfoy.

‘Potter, bukan?’ kata Profesor Tofty sambil memeriksa catatannya dan mengintip dari atas kacamata jepitnya kepada Harry ketika dia mendekat. ‘Potter yang terkenal?’

Dari sudut matanya, Harry jelas-jelas melihat Malfoy melemparkan pandangan tajam kepadanya; gelas anggur yang sedang dibuat Malfoy melayang jatuh ke lantai dan terbanting pecah. Harry tidak bisa menahan untuk nyengir; Profesor Tofty tersenyum balik kepadanya dengan membesarkan hati.

‘Begitulah,’ dia berkata dengan suara tua bergetar, ‘tak perlu gugup. Sekarang, kalau aku bisa memintamu mengambil cangkir telur ini dan membuatnya berguling untukku.’

Secara keseluruhan, Harry mengira jalannya cukup baik. Mantera Melayangnya jelas jauh lebih baik daripada milik Malfoy, walaupun dia berharap dia tidak mencampuradukkan Mantera Pengubah Warna dan Pertumbuhan, sehingga tikus yang seharusnya dia ubah menjadi jingga menggembung mengejutkan dan seukuran luak sebelum Harry bisa meralat kesalahannya. Dia senang Hermione tidak berada di Aula saat itu dan lalai menyebutkannya kepadanya setelah itu. Namun dia bisa memberitahu Ron; Ron telah menyebabkan sebuah piring makan malam berubah menjadi sebuah jamur besar dan tidak punya gambaran bagaimana itu terjadi.

Tidak ada waktu untuk bersantai malam itu, mereka langsung ke ruang duduk setelah makan malam dan membenamkan diri mereka dalam pengulangan pelajaran untuk Transfigurasi hari berikutnya; Harry pergi tidur dengan kepala berdengung penuh akan model dan teori mantera yang rumit.

Dia lupa definisi Mantera Pengganti ketika ujian tertulisnya keesokan paginya tetapi berpikir prakteknya bisa jauh lebih buruk. Setidaknya dia berhasil meng-Hilangkan keseluruhan iguananya, sementara Hannah Abbot yang malam sepenuhnya kacau di meja berikutnya dan entah bagaimana berhasil menggandakan musangnya menjadi sekumpulan flamingo, menyebabkan ujian dihentikan selama sepuluh menit sementara burung-burung itu ditangkap dan dibawa keluar Aula.

Mereka mengikuti ujian Herbologi di hari Rabu (selain gigitan kecil dari Geranium Bertaring, Harry merasa dia mendapatkan hasil yang cukup baik); dan kemudian, di hari Kamis, Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Di sini, untuk pertama kalinya, Harry merasa yakin dia lulus. Dia tidak punya masalah apapun dengan pertanyaan-pertanyaan tertulis dan merasakan kesenangan khusus, selama ujian praktek, memperlihatkan kontrakutukan dan mantera-mantera pertahanan tepat di hadapan Umbridge, yang sedang menonton dengan tenang dari dekat pintu-pintu ke Aula Depan.

‘Oh, bravo!’ teriak Profesor Tofty, yang sedang menguji Harry lagi, saat Harry mempertunjukkan mantera pengenyah Boggart. ‘Memang sangat bagus! Well, kukira itu saja, Potter … kecuali …’

Dia mencondongkan badan ke depan sedikit.

‘Kudengar, dari temanku tersayang Tiberius Ogden, bahwa kamu bisa menghasilkan Patronus? Untuk nilai tambahan …?’

Harry mengangkat tongkatnya, memandang langsung kepada Umbridge dan membayangkannya dipecat.

‘Expecto patronum!’

Kijang peraknya muncul dari ujung tongkatnya dan berlari di Aula. Semua penguji memandang berkeliling untuk menonton kemajuannya dan saat dia larut menjadi kabut perak Profesor Tofty menepuk tangannya yang penuh urat dan bengkok dengan antusias.

‘Bagus sekali!’ katanya. ‘Sangat bagus, Potter, kamu boleh pergi!’

Ketika Harry melewati Umbridge di samping pintu, mata mereka beradu. Ada senyum tak menyenangkan di sekitar mulutnya yang lebar dan kendur, tetapi dia tidak peduli. Kecuali dia sangat keliru (dan dia tidak berencana memberitahu siapapun, kalau-kalau memang begitu), dia baru saja menerima sebuah OWL ‘Outstanding’.

Pada hari Jumat, Harry dan Ron libur sehari sementara Hermione mengikuti ujian Runo Kunonya, dan karena mereka punya dua hari penuh di akhir minggu mereka memperbolehkan diri sendiri waktu bebas dari pengulangan pelajaran. Mereka meregangkan tubuh dan menguap di samping jendela terbuka, yang melaluinya sedang berhembus udara musim panas yang hangat selagi mereka bermain catur sihir. Harry bisa melihat Hagrid di kejauhan, mengajar sebuah kelas di tepi hutan. Dia sedang mencoba menebak makhluk apa yang sedang mereka periksa — pikirnya pastilah unicorn, karena anak-anak lelaki tampaknya berdiri agak di belakang — ketika lubang potret terbuka dan Hermione merangkak naik, tampaknya tidak senang.

‘Bagaimana Rune?’ kata Ron sambil menguap dan meregangkan badan.

‘Aku salah menerjemahkan ehwaz,’ kata Hermione dengan marah. ‘Artinya persekutuan, bukan pertahanan; aku mencampuradukkan dengan eihwaz.’

‘Ah well,’ kata Ron dengan malas, ‘itu hanya satu kesalahan, bukan, kamu masih bisa dapat –‘

‘Oh, diamlah!’ kata Hermione dengan marah. ‘Mungkin satu kesalahan itu yang membuat perbedaan antara lulus dan gagal. Dan terlebih lagi, seseorang memasukkan Niffler lagi ke dalam kantor Umbridge. Aku tidak tahu bagaimana mereka melewati pintu baru itu, tapi aku baru saja lewat sana dan Umbridge sedang menjerit keras sekali — dari suaranya, makhluk itu mencoba mengigit kakinya –‘

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.