Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Well — tidak,’ kata Hermione, sambil mengulurkan sebelah tangan menentramkan.

‘Tapi Ron, kami tidak mau pergi — kami harus!’

‘Yeah?’ kata Ron, yang wajahnya semakin merah. ‘Bagaimana bisa?’

‘Gara-gara Hagrid,’ kata Harry. ‘Dia memutuskan untuk memberitahu kami kenapa dia

penuh luka sejak dia kembali dari para raksasa. Dia mau kami pergi ke dalam Hutan bersamanya, kami tidak punya pilihan, kau tahu bagaimana dia. Ngomong-ngomong …’

Ceritanya dikisahkan dalam lima menit, pada akhirnya kemarahan Ron digantikan dengan tampang sama sekali tidak percaya.

‘Dia membawa satu kembali dan menyembunyikannya di Hutan?’

‘Yep,’ kata Harry dengan murung.

‘Tidak,’ kata Ron, seolah-olah dengan mengatakan ini dia bisa membuatnya tidak benar. ‘Tidak, tidak mungkin.’

‘Well, sudah dilakukannya,’ kata Hermione dengan tegas. ‘Grawp sekitar enam belas kaki tingginya, suka merenggut pohon-pohon pinus setinggi dua puluh kaki, dan mengenalku,’ dia mendengus, ‘sebagai Hermy.’

Ron tertawa gugup.

‘Dan Hagrid mau kita …?’

‘Mengajarinya bahasa Inggris, yeah,’ kata Harry.

‘Dia sudah kehilangan akal,’ kata Ron dengan suara hampir terpesona.

‘Ya,’ kata Hermione dengan jengkel, sambil membalik satu halaman Tranfigurasi Menengah dan melotot pada serangkaian diagram yang memperlihatkan seekor burung hantu berubah menjadi sepasang kaca mata opera. ‘Ya, aku mulai mengira begitu. Tapi, sayangnya, dia membuat Harry dan aku berjanji.’

‘Well, kalian cuma harus mengingkari janji kalian, itu saja,’ kata Ron dengan tegas. ‘Maksudku, ayolah, kita akan menghadapi ujian dan kita sejauh ini –‘ dia mengangkat tangannya untuk memperlihatkan jempol dan telunjuk yang hampir bersentuhan ‘– dari dikeluarkan. Dan lagipula … ingat Norbert? Ingat Aragog? Pernahkah kita mendapat sesuatu yang baik dari berbgaul dengan teman-teman monster Hagrid yang manapun juga?’

‘Aku tahu, hanya saja — kami berjanji,’ kata Hermione dengan suara kecil.

Ron melicinkan rambutnya hingga rata lagi, tampak berpikir keras.

‘Well,’ dia menghela napas, ‘Hagrid belum dipecat, bukan? Dia sudah bertahan begini lama, mungkin dia akan bertahan sampai akhir semester dan kita tidak harus pergi dekatdekat Grawp sama sekali.’

*

Halaman sekolah berkilauan dalam sinar matahari seolah-olah baru dicat, langit tanpa awan tersenyum pada dirinya sendiri di danau yang berpendaran dengan tenang; halaman hijau seperti satin berdesir terkadang-kadang karena angin sepoi-sepoi. Bulan Juni telah tiba, tetapi bagi anak-anak kelas lima ini hanya berarti satu hal: OWL mereka sudah tiba akhirnya.

Guru-guru mereka tidak lagi memberikan mereka pekerjaan rumah; pelajaran-pelajaran dicurahkan untuk mengulangi topik-topik yang dipikir para guru paling mungkin keluar di ujian. Atmosfer tergesa-gesa dan penuh tujuan menyingkirkan hampir semua hal kecuali OWL dari pikiran Harry, walaupun dia terkadang bertanya-tanya selama pelajaran Ramuan apakah Lupin telah memberitahu Snape bahwa dia harus terus memberikan Harry pelajaran Occlumency. Kalau sudah, maka Snape telah mengabaikan Lupin seperti dia sekarang mengabaikan Harry. Ini sangat sesuai bagi Harry, dia sangat sibuk dan cukup tegang tanpa kelas-kelas tambahan denga Snape, dan demi kelegaannya Hermione terlalu disibukkan hari-hari ini untuk menganggunya tentang Occlumency, dia menghabiskan banyak waktu bergumam kepada dirinya sendiri, dan belum menggeletakkan pakaian peri lainnya selama berhari-hari.

Dia bukan satu-satunya orang yang bertingkah aneh ketika OWL semakin mendekat. Ernie Macmillan telah mengembangkan kebiasaan menjengkelkan menginterogasi orang-orang tentang latihan mengulang pelajaran mereka.

‘Berapa jam menurutmu yang kalian lakukan dalam sehari?’ dia menuntut Harry dan Ron ketika mereka berbaris di luar Herbologi, dengan kilat aneh di matanya.

‘Aku tak tahu,’ kata Ron. ‘Beberapa.’

‘Lebih atau kurang dari delapan?’

‘Kurang, kurasa,’ kata Ron, tampak sedikit kuatir.

‘Aku delapan,’ kata Ernie, sambil menggembungkan dadanya. ‘Delapan atau sembilan. Aku memasukkan satu jam sebelum sarapan setiap hari. Delapan adalah rata-rataku. Aku bisa melakukan sepuluh di akhir minggu yang baik. Aku melakukan sembilan setengah di hari Senin. Tidak begitu bagus di hari Selasa — cuma tujuh seperempat. Lalu di hari Rabu –‘

Harry sangat berterima kasih bahwa Profesor Sprout mengantarkan mereka ke rumah kaca tiga pada titik itu, memaksa Ernie meninggalkan ceritanya.

Sementara itu, Draco Malfoy telah menemukan cara lain untuk menimbulkan rasa panik.

‘Tentu saja, bukan apa yang kalian ketahui,’ dia terdengar berbicara kepada Crabbe dan Goyle keras-keras di luar Ramuan beberapa hari sebelum ujian dimulai, ‘melainkan siapa yang kalian kenal. Sekarang, Ayah akrab dengan kepala Penguasa Ujian Penyihir –Griselda Marchbanks tua itu — kami pernah mengundangnya untuk makan malam dan segalanya …’

‘Apakah menurut kalian itu benar?’ Hermione berbisik gelisah kepada Harry dan Ron.

‘Tak ada yang bisa kita lakukan mengenai itu kalau benar,’ kata Ron dengan murung.

‘Kukira tidak benar,’ kata Neville pelan dari belakang mereka. ‘Karena Griselda Marchbanks adalah teman nenekku, dan dia belum pernah menyebut keluarga Malfoy.’

‘Seperti apa dia, Neville?’ tanya Hermione seketika. ‘Apakah dia keras?’

‘Sedikit mirip Nenek, sebenarnya,’ kata Neville dengan suara lemah.

‘Walau begitu, mengenalnya tidak akan merugikan peluangmu, bukan?’ Ron memberitahunya dengan membesarkan hati.

‘Oh, kukira itu tidak akan membuat perbedaan apapun,’ kata Neville, lebih menderita lagi. ‘Gran selalu memberitahu Profesor Marchbanks aku tidak sepandai ayahku … well … kalian lihat seperti apa dia di St Mungo.’

Neville menatap lekat-lekat ke lantai. Harry, Ron dan Hermione saling berpandangan, tetapi tidak tahu apa yang harus dikatakan. Itu pertama kalinya Neville mengakui bahwa mereka pernah bertemu di rumah sakit penyihir itu.

Sementara itu, perdagangan pasar gelap yang tumbuh subur yang menjual alat-alat bantu konsentrasi, ketangkasan mental dan kesiap-siagaan telah muncul di antara muridmurid kelas lima dan tujuh. Harry dan Ron sangat tergoda oleh botol Cairan Otak Baruffio yang ditawarkan kepada mereka oleh anak kelas enam Ravenclaw Eddie Carmichael, yang bersumpah benda itu satu-satunya yang bertanggung jawab atas sembilan OWL ‘Outstanding’ yang diperolehnya musim panas sebelumnya dan menawarkan satu pint penuh (sekitar setengah liter) hanya dua belas Galleon. Ron meyakinkan Harry dia akan membayar bagiannya begitu dia meninggalkan Hogwarts dan mendapatkan pekerjaan, tetapi sebelum mereka bisa menyelesaikan transaksi itu, Hermione telah menyita botol itu dari Carmichael dan menuang isinya ke toilet.

‘Hermione, kami mau membeli itu!’ teriak Ron.

‘Jangan bodoh,’ dia membentak. ‘Kalian sekalian saja mengambil cakar naga bubuk Harold Dingle dan kena juga.’

‘Dingle punya cakar naga bubuk?’ kata Ron bersemangat.

‘Tidak lagi,’ kata Hermione. ‘Aku menyita itu juga. Tak satupun dari benda-benda ini benar-benar manjur, kalian tahu.’

‘Cakar naga bubuk bisa!’ kata Ron. ‘Benda itu seharusnya sangat hebat, benar-benar memberi otakmu dorongan, kau akan jadi sangat pintar selama beberapa jam –Hermione, biarkan aku dapat sejumput, ayolah, tidak ada ruginya –‘

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.