Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Benar-benar mudah,’ dia berkata dengan lembut. ‘Sangat tenang, sekarang …’

Mereka berjalan lambat-lambat maju dan Harry melihat bahwa mereka sedang menghadapi sebuah gundukan tanah yang besar hampir setinggi Hagrid sehingga dia berpikir, dengan sentakan ketakutan, pastilah sarang binatang besar. Pohon-pohon telah direnggut dari akarnya di sekitar gundukan itu, sehingga terletak pada petak tanah kosong yang dikelilingi dengan tumpukan batang dan cabang pohon yang membentuk semacam pagar barikade, di belakangnya Harry, Hermione dan Hagrid sekarang berdiri.

‘Sedang tidur,’ bisik Hagrid.

Benar juga, Harry bisa mendengar deru berirama dari kejauhan yang kedengaran seperti sepasang paru-paur besar sedang bekerja. Dia memandang sekilas ke samping kepada Hermione, yang sedang menatap gundukan itu dengan mulut sedikit terbuka. Dia tampak benar-benar ketakutan.

‘Hagrid,’ Hermione berkata dalam bisikan yang hampir tidak terdengar melewati suara makhluk yang sedang tidur itu, ‘siapa dia?’

Harry merasa ini pertanyaan yang ganjil … ‘Apa itu?’ adalah yang direncanakannya ingin ditanyakannya.

‘Hagrid, kau bilang kepada kami –‘ kata Hermione, tongkatnya sekarang bergetar di tangannya, ‘kau bilang pada kami tak satupun dari mereka ingin datang!’

Harry memandang darinya kepada Hagrid dan kemudian, ketika dia menyadarinya, dia memandang kembali ke gundukan itu dengan tarikan napas kecil penuh kengerian.

Gundukan tanah itu, yang bisa saja dia, Hermione dan Hagrid berdiri di atasnya dengan mudah, sedang bergerak lambat-lamba naik-turun sejalan dengan napas dalam mendengkur. Itu bukan gundukan sama sekali. Itu adalah punggung menikung dari apa yang jelas-jelas –

‘Well — tidak — dia tidak mau datang,’ kata Hagrid, terdengar putus asa. ‘Tapi aku harus membawanya, Hermione, aku harus!’

‘Tapi kenapa?’ tanya Hermione, yang terdengar seolah-olah dia ingin menangis. ‘Kenapa — apa — oh, Hagrid!’

‘Aku tahu kalau aku membawanya kembali,’ kata Hagrid, dia sendiri terdengar hampir menangis, ‘dan — dan mengajarinya beberapa tata krama –aku akan bisa membawanya keluar dan perlihatkan pada semua orang dia tak berbahaya!’

‘Tak berbahaya!’ kata Hermione dengan melengking, dan Hagrid membuat suara menyuruh diam dengan kalut menggunakan tangannya ketika makhluk besar di hadapan mereka mendengkur keras-keras dan bergeser dalam tidurnya. ‘Dia sudah melukaimu sepanjang waktu ini, bukan? Itu sebabnya kamu mendapatkan semua luka ini!’

‘Dia tidak tahu kekuatannya sendiri!’ kata Hagrid dengan bersungguh-sungguh. ‘Dan dia semakin baik, dia tidak terlalu melawan lagi –‘

‘Jadi, ini sebabnya kamu butuh dua bulan untuk pulang!’ kata Hermione dengan perhatian teralih. ‘Oh, Hagrid, kenapa kamu membawanya pulang kalau dia tidak mau datang? Tidakkah dia akan lebih bahagia dengan orang-orangnya sendiri?’

‘Mereka semua mengganggunya, Hermione, kar’na dia begitu kecil!’ kata Hagrid.

‘Kecil?’ kata Hermione. ‘Kecil?’

‘Hermione, aku tidak bisa meninggalkannya,’ kata Hagrid, air mata sekarang bercucuran menuruni wajahnya yang lebam ke jenggotnya. ‘Paham — dia adikku!’

Hermione hanya menatapnya, mulutnya terbuka.

‘Hagrid, saat kau bilang “adik”,’ kata Harry lambat-lambat, ‘apakah maksudmu –?’

‘Well — adik lain ayah,’ Hagrid memperbaiki. ‘Tampaknya ibuku ikut raksasa lain waktu dia tinggalkan ayahku, dan dia pergi dan dapat Grawp ini –‘

‘Grawp?’ kata Harry.

‘Yeah … well, seperti itulah kedengarannya saat dia sebut namanya,’ kata Hagrid dengan cemas. ‘Dia tidak bisa banyak bahasa Inggris … aku sudcah coba ajari dia … ngomong-ngomong, wanita itu tampaknya tidak suka dia lebih dari aku. Paham, dengan raksasa wanita, yang dihitung adalah menghasilkan anak-anak yang besar, dan dia selalu agak ke sisi kerdil bagi raksasa — cuma enam belas kaki (± 5 meter) –‘

‘Oh, ya, kecil!’ kata Hermione, dengan semacam sindiran histeris. ‘Kecil sekali!’

‘Dia sedang ditendangi oleh mereka semua — aku cuma tak bisa tinggalkan dia –‘

‘Apakah Madame Maxime mau membawanya pulang?’ tanya Harry.

‘Dia — well, dia bisa lihat sangat penting bagiku,’ kata Hagrid sambil memuntirkan tangannya yang besar. ‘Tapi — tapi dia jadi bosan kepadanya setelah beberapa waktu, harus kuakui … jadi kami berpisah di perjalanan pulang … walau dia janji tidak akan beritahu siapapun …’

‘Bagaimana kamu bisa membawanya pulang tanpa diperhatikan siapapun?’ kata Harry.

‘Well, itulah sebabnya butuh waktu begitu lama, paham,’ kata Hagrid. ‘Cuma bisa bepergian waktu malam lewat daerah liar dan sebagainya. Tentu, dia bisa jalan cukup baik kalau dia mau, tapi dia terus mau kembali.’

‘Oh, Hagrid, kenapa kamu tidak membiarkannya!’ kata Hermione, sambil merosot ke sebuah pohon yang terenggut dan membenamkan wajahnya di dalam tangannya. ‘Kau pikir apa yang akan kau lakukan dengan seorang raksasa bengis yang bahkan tidak mau berada di sini?’

‘Well, sekarang –“bengis” — itu agak keras,’ kata Hagrid, masih memuntirkan tangannya dengan gelisah. ‘Aku akui dia mungkin menyerangku beberapa kali waktu dia dalam suasana hati yang buruk, tapi dia semakin baik, jauh lebih baik, tenang.’

‘Kalau begitu, untuk apa tali-tali itu?’ Harry bertanya.

Dia baru saja memperhatikan tali-tali tebal mirip anak pohon yang merentang dari sekitar batang-batang pepohonan di dekatnya ke tempat Grawp terbaring bergelung di atas tanah dengan punggung menghadap mereka.

‘Kamu harus mengikatnya?’ kata Hermione dengan lemah.

‘Well … yeah …’ kata Hagrid, tampak cemas. ‘Ngerti — seperti yang kubilang — dia tidak benar-benar tahu kekuatannya sendiri.’

Harry mengerti sekarang kenapa ada kekurangan makhluk hidup lain yang mencurigakan di bagian Hutan yang ini.

‘Jadi, apa yang kamu ingin Harry dan Ron dan aku lakukan?’ Hermione bertanya dengan gelisah.

‘Jaga dia,’ kata Hagrid dengan parau. ‘Setelah aku pergi.’

Harry dan Hermione saling berpandangan dengan sengsara, Harry menyadari dengan perasaan tidak enak bahwa dia sudah berjanji kepada Hagrid bahwa dia akan melakukan apapun yang dimintanya.

‘Apa –apa saja yang dimaksud dengan itu, tepatnya?’ Hermione bertanya.

‘Bukan makanan atau apapun!’ kata Hagrid dengan bersemangat. ‘Dia bisa dapatkan makanannya sendiri, tak masalah. Burung dan ruda dan sebagainya … bukan, teman yang dia butuhkan. Kalau saja aku tahu seseorang akan terus berusaha bantu dia sedikit … mengajari dia, kalian tahu …’

Harry tidak berkata apa-apa, tetapi berpaling untuk memandang bentuk raksasa yang sedang tertidur di tanah di depan mereka. Tidak seperti Hagrid, yang hanya tampak seperti seorang manusia yang berukuran terlalu besar, Grawp tampak berbentuk aneh. Apa yang Harry anggap batu besar berlumur di sebelah kiri gundukan tanah besar itu sekarang dikenalinya sebagai kepala Grawp. Perbandingannya jauh lebih besar kepada tubuhnya daripada kepala manusia, dan hampir bulan sempurna dan tertutup padat dengan rambut keriting yang lebat berwarna pakis. Pinggiran sebelah telinga besar berdaging tampak di puncak kepala itiu, yang tampaknya berada, agak mirip dengan kepala Paman Vernon, langsung di atas bahu dengan sedikit atau tanpa leher di antaranya. Punggungnya, di baah apa yang tampak seperti baju luar kecoklatan yang kotor yang terbuat dari kulit binatang yang dijahit kasar, sangat lebar; dan selagi Grawp tidur, punggung itu tampaknya menegang pada keliman kasar kulit binatang itu. Kakikakinya tergelung di bawah badan. Harry bisa melihat tapak-tapak dari kaki besar, kotor, telanjang seperti kereta luncur, saling bertumpuk di dasar Hutan yang bertanah.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.