Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

Fred memandang berkeliling kepada murid-murid yang berkumpul, kepada kerumunan yang diam dan menonton dengan seksama.

‘Kalau ada yang ingin membeli Rawa-Rawa Portabel, seperti yang diperlihatkan di atas, datang ke Diagon Alley nomor sembilan puluh tiga — Weasley’s Wizarding Wheezes,’ dia berkata dengan suara keras. ‘Toko baru kami!’

‘Diskon khusus untuk murid-murid Hogwarts yang bersumpah mereka akan menggunakan produk-produk kami untuk menyingkirkan kelelawar tua ini,’ tambah George sambil menunjuk kepada Profesor Umbridge.

‘HENTIKAN MEREKA,’ pekik Umbridge, tetapi terlambat. Ketika Regu Penyelidik mendekat, Fred dan George lepas landas dari lantai, meluncur lima belas kaki ke udara, pasak besi itu berayun berbahaya di bawah. Fred memandang ke seberang aula kepada hantu jail yang sedang melayang setingkat dengannya di atas kerumunan.

‘Berikan kepadanya neraka dari kami, Peeves.’

Dan Peeves, yang Harry belum pernah lihat menerima perintah dari seorang murid sebelumnya, menyapukan topinya yang berlonceng dari kepalanya dan bangkit untuk memberi hormat selagi Fred dan George berputar menerima tepuk tangan bergemuruh dari murid-murid di bawah dan ngebut keluar dari pintu-pintu depan yang terbuka ke matahari terbenam yang agung.

 

Bab 30:

Grawp

Cerita terbangnya Fred dan George ke kebebasan diceritakan kembali begitu seringnya selama beberapa hari berikutnya sehingga Harry bisa tahu itu segera menjadi bahan untuk legenda Hogwarts: di dalam seminggu, bahkan mereka yang menjadi saksi mata setengah yakin mereka telah melihat si kembar menukik melepaskan bom kepada Umbridge dari atas sapu mereka dan melemparinya dengan Bom Kotoran sebelum meluncur keluar dari pintu-pintu. Segera setelah kepergian mereka ada gelombang besar perbincangan tentang meniru mereka. Harry sering mendengar murid-murid mengatakan hal-hal seperti, ‘Jujur saja suatu hari aku ingin melompat ke sapuku dan meninggalkan tempat ini,’ atau, ‘Satu pelajaran seperti itu lagi dan aku mungkin melakukan Weasley.’

Fred dan George telah memastikan tak seorangpun akan melupakan mereka terlalu segera. Untuk satu hal, mereka tidak meninggalkan instruksi bagaimana menghilangkan rawa-rawa yang sekarang memenuhi koridor di lantai lima di sayap timur. Umbridge dan Filch telah diamati mencoba cara-cara berbeda menghilangkannya tetapi tak berhasil. Akhirnya daerah itu diberi tali dan Filch, sambil menggertakkan gigi-giginya dengan marah, diberi tugas menyeberangkan murid-murid ke ruang-ruang kelas mereka. Harry yakin bahwa guru-guru seperti McGonagall atau Flitwick bisa saja menghilangkan rawarawa itu dalam sekejab tetapi, seperti kasus Api-Gila Desing-Keras Fred dan George, mereka tampaknya lebih suka menyaksikan Umbridge berjuang.

Lalu ada dua lubang besar berbentuk sapu di pintu kantor Umbridge, tempat Sapu Bersih Fred dan George menghantamnya untuk bergabung kembali dengan tuan mereka. Filch memasang sebuah pintu baru dan memindahkan Firebolt Harry ke ruang bawah tanah di mana, menurut rumor, Umbridge menempatkan satu troll keamanan yang bersenjata untuk menjaganya. Akan tetapi, masalahnya jauh dari selesai.

Terinspirasi oleh teladan Fred dan George, sejumlah besar murid sekarang berlombalomba mendapatkan posisi Ketua-Pembuat-Keonaran yang baru kosong. Walaupun ada pintu baru, seseorang berhasil menyelinapkan seekor Niffler bermoncong berbulu ke dalam kantor Umbridge, yang segera merobek-robek tempat itu dalam pencariannya atas benda-benda bersinar, melompat ke atas Umbridge pada saat dia masuk dan mencoba menggerogoti cincin-cincin dari jari-jarinya yang gemuk pendek. Bom Kotoran dan Peluru Baru dijatuhkan begitu seringnya di koridor-koridor sehingga menjadi gaya baru bagi murid-murid untuk melakukan Mantera Kepala Gelembung pada diri mereka sendiri sebelum meniggalkan pelajaran, yang menjamin mereka memiliki pasokan udara segar, walaupun memberi mereka semua penampilan aneh seperti mengenakan mangkok ikan mas terbalik di atas kepala mereka.

Filch berpatroli di koridor-koridor dengan sebuah cemeti kuda siap di tangannya, putus asa untuk menangkap pembuat kesalahan, tetapi masalahnya adalah sekarang ada terlalu banyak sehingga dia tidak pernah tahu harus berpaling ke mana. Regu Penyelidik mencoba membantunya, tetapi hal-hal aneh terus terjadi kepada para anggotanya. Warrington dari tim Quidditch Slytherin melapor ke sayap rumah sakit dengan keluhan kulit mengerikan yang membuatnya terlihat seolah-olah dia dilapisi dengan serpih jagung; Pansy Parkinson, demi kesenangan Hermione, ketinggalan semua pelajarannya pada hari berikutnya karena dia tumbuh tanduk.

Sementara itu, menjadi jelas berapa banyak Kotak Makanan Pembolos yang berhasil dijual Fred dan George sebelum meninggalkan Hogwarts. Umbridge cuma perlumemasuki ruang kelasnya agar murid-murid yang berkumpul di sana pingsan, muntah, mengalami demam berbahaya atau mengeluarkan darah dari kedua lubang hidung. Sambil berteriak karena marah dan frustrasi, dia mencoba menelusuri gejalagejala misterius itu sampai ke sumbernya, tetapi murid-murid memberitahunya dengan keras kepala bahwa mereka menderita ‘Umbridge-itis’. Setelah memasukkan empat kelas berturut-turut ke dalam detensi dan gagal menemukan rahasia mereka, dia terpaksa menyerah dan membiarkan murid-murid yang berdarah, pingsan, berkeringat dan muntah meninggalkan kelasnya dalam kumpulan-kumpulan.

Tetapi bahkan para pemakai Kotak Makanan tidak bisa bersaing dengan tuan kekacauan, Peeves, yang tampaknya telah mengambil kata-kata perpisahan Fred jauh di dalam hati. Sambil terkekeh gila, dia membumbung di sekolah, membalikkan meja-meja, keluar dari papan-papan tulis, menjatuhkan patung-patung dan vas-vas; dua kali dia mengunci Mrs Norris di dalam sebuah baju zirah, dari mana dia diselamatkan, sambil melolong keras-keras, oleh penjaga sekolah yang marah besar. Peeves membanting lentera-lentera dan memadamkan lilin-lilin, melempar-lemparkan obor-obor menyala di atas kepala murid-murid yang menjerit, menyebabkan gundukan perkamen yang ditumpuk rapi jatuh ke dalam api atau keluar dari jendela; membanjiri lantai kedua saat dia menarik lepas semua keran di kamar mandi, menjatuhkan sekantong tarantula di tengah Aula Besar pada waktu makan pagi dan, kapanpun dia ingin beristirahat, menghabiskan waktu berjam-jam melayang-layang mengikuti Umbridge dan meleletkan lidah keras-keras setiap kali dia berbicara.

Tak seorangpun dari staf kecuali Filch yang kelihatan menyibukkan diri membantunya. Bahkan, seminggu setelah kepergian Fred dan George Harry menyaksikan Profesor McGonagall berjalan tepat melewati Peeves, yang sedang bertekad mengendurkan sebuah kandil kristal, dan bisa bersumpah dia mendengarnya memberitahu hantu jail itu dari sudut mulutnya, ‘Lepasnya dari sisi yang lain.’

Untuk mengakhiri masalah, Montague masih belum sembuh dari persinggahannya di toilet; dia tetap bingung dan kehilangan arah dan orang tuanya terlihat suatu Selasa pagi berjalan ke jalan kereta depan sekolah, tampak sangat marah.

‘Haruskah kita bilang sesuatu?’ kata Hermione dengan suara kuatir, sambil menekankan pipinya pada jendela Jimat dan Guna-Guna sehingga dia bisa melihat Mr dan Mrs Montague berjalan cepat-cepat ke dalam. ‘Tentang apa yang terjadi kepadanya? Kalau-kalau bisa membantuk Madam Pomfrey menyembuhkannya?’

‘Tentu saja tidak, dia akan sembuh,’ kata Ron tidak peduli.

‘Lagipula, semakin banyak masalah bagi Umbridge, bukan?’ kata Harry dengan suara puas.

Dia dan Ron mengetuk cangkir-cangkir teh yang seharusnya mereka sihir dengan tongkat mereka. Cangkir Harry tumbuh empat kaki yang sangat pendek yang tidak bisa mencapai meja dan menggeliat tanpa guna di tengah udara. Cangkir Ron tumbuh empat kaki panjang yang sangat kurus yang mengangkat cangkir itu dari meja dengan kesulitan besar, bergetar selama beberapa detik, lalu melipat, menyebabkan cangkir itu retak menjadi dua.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.