Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Well, aku tidak suka Menyembuhkan,’ kata Ron pada malam terakhir liburan. Dia terbenam dalam sebuah brosur yang memiliki lambang tulang dan tongkat yang disilangkan dari St Mungo di depannya. ‘Katanya di sini kamu perlu setidaknya “E” pada tingkat NEWT dalam Ramuan, Herbologi, Transfigurasi, Jimat dan Guna-Guna dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Maksudku … astaga … tak ingin banyak, bukan begitu?’

‘Well, itu pekerjaan yang menuntut tanggung jawab besar, bukan?’ kata Hermione dengan melamun.

Dia sedang membaca dengan rajin sebuah brosur merah jambu terang dan jingga yang berjudul, ‘JADI MENURUTMU KAMU INGIN BEKERJA DALAM HUBUNGAN MUGGLE?’

‘Kamu tampaknya tidak butuh banyak kecakapan untuk berhubungann dengan para Muggle; yang mereka inginkan hanyalah sebuah OWL dalam Telaah Muggle: Yang jauh lebih penting adalah antusiasme, kesabaran dan sifat suka kesenangan Anda!’

‘Kamu perlu lebih dari sifat suka kesenangan untuk berhubungan dengan pamanku,’ kata Harry dengan muram. ‘Tahu kapan untuk menunduk, lebih tepatnya.’ Dia tengah membaca sebuah pamflet tentang perbankan penyihir. ‘Dengarkan ini: Apakah Anda sedang mencari sebuah karir menantang yang melibatkan perjalanan, petualangan dan bonus harta karun dalam jumlah besar yang berhubungan dengan bahaya? Kalau begitu pertimbangan kedudukan dengan Bank Penyihir Gringotts, yang sekarang sedang merekrut para Pehilang Kutukan untuk kesempatan-kesempatan menggetarkan di luar negeri … Namun, mereka mau Arithmancy; kamu bisa melakukannya, Hermione!’

‘Aku tidak terlalu suka perbankan,’ kata Hermione dengan samar, sekarang terbenam dalam: ‘APAKAH KAMU PUNYA APA YANG DIBUTUHKAN UNTUK MELATIH TROLL KEAMANAN?’

‘Hei,’ kata sebuah suara di telinga Harry. Dia memandang ke sekitar, Fred dan George telah datang untuk bergabung dengan mereka. ‘Ginny sudah bilang kepada kami tentang kamu,’ kata Fred sambil merentangkan kakinya ke atas meja di depan mereka dan menyebabkan beberapa buklet tentang karir dengan Kementerian Sihir meluncur ke lantai. ‘Dia bilang kamu perlu bicara dengan Sirius?’

‘Apa?’ kata Hermione dengan tajam, menghentikan gerakannya yang tengah memungut ‘BUATLAH LETUPAN DI DEPARTEMEN KECELAKAAN DAN BENCANA SIHIR’.

‘Yeah …’ kata Harry, mencoba terdengar biasa, ‘yeah, kukira aku ingin –‘

‘Jangan bersikap menggelikan begitu,’ kata Hermione sambil meluruskan diri dan memandangnya seolah-olah dia tidak percaya yang dilihatnya. ‘Dengan Umbridge meraba-raba di dalam api dan menggeledak semua burung hantu?’

‘Well, kami pikir kami bisa menemukan cara melewati itu,’ kata George sambil merentangkan badan dan tersenyum. ‘Masalah sederhana tentang membuat pengalihan. Sekarang, kalian mungkin sudah memperhatikan bahwa kami agak tenang di garis depan keonaran selama liburan Paskah?’

‘Apa gunanya, kami bertanya kepada diri sendiri, mengganggu waktu senang-senang?’ terus Fred. ‘Tak ada gunanya sama sekali, kami jawab sendiri. Dan tentu saja, kami juga akan mengacaukan pengulangan pelajaran orang-orang, yang merupakan hal terakhir yang ingin kami lakukan.’

Dia memberi Hermione anggukan kecil pura-pura suci. Hermione tampak agak terkejut akan perhatian ini.

‘Tetapi bisnis seperti biasa mulai besok,’ Fred meneruskan dengan cepat. ‘Dan kalau kami akan menyebabkan sedikit keributan, kenapa tidak melakukannya sehingga Harry bisa berbincang-bincang dengan Sirius?’

‘Ya, tapi tetap saja,’ kata Hermione, dengan suasana menjelaskan sesuatu yang sangat sederhana kepada seseorang yang sangat bodoh, ‘kalaupun kalian memang membuat pengalihan, bagaimana Harry akan berbicara kepadanya?’

‘Kantor Umbridge,’ kata Harry pelan.

Dia telah memikirkan tentangnya selama dua minggu dan tidak bisa mendapatkan alternatif lain. Umbridge sendiri telah memberitahunya bahwa satu-satunya api yang tidak sedang dijaga adalah apinya sendiri.

‘Apakah — kamu –gila?’ kata Hermione dengan suara berbisik.

Ron telah merendahkan brosurnya tentang pekerjaan-pekerjaan dalam Perdagangan Jamur Olahan dan sedang menonton percakapan itu dengan waspada.

‘Kukira tidak,’ kata Harry sambil mengangkat bahu.

‘Dan bagaimana kamu akan pergi ke sana sejak awal?’

Harry siap untuk pertanyaan ini.

‘Pisau Sirius,’ katanya.

‘Maaf?’

‘Dua Natal sebelumnya Sirius memberiku sebuah pisau yang akan membuka kunci apapun,’ kata Harry. ‘Jadi kalaupun dia menyihir pintu supaya Alohomora tidak bisa bekerja, yang kuyakin sudah dilakukannya –‘

‘Bagaimana pendapatmu tentang ini?’ Hermione menuntut kepada Ron, dan Harry mau tak mau teringat Mrs Weasley yang memohon kepada suaminya saat makan malam pertama Harry di Grimmauld Place.

‘Aku tak tahu,’ kata Ron, tampak gelisah diminta memberi pendapat. ‘Kalau Harry mau melakukannya, terserah dia, bukan?’

‘Bicara seperti teman sejati dan seorang Weasley,’ kata Fred sambil menepuk punggun Ron keras-keras. ‘Baik, kalau begitu. Kami berpikir akan melakukannya besok, persis setelah pelajaran, karena seharusnya mengakibatkan dampak maksimum kalau semua orang ada di koridor-koridor — Harry, kami akan melakukannya di suatu tempat di sayap timur, menariknya menjauh dari kantornya sendiri — kurasa kita seharusnya bisa menjamin kamu, apa, dua puluh menit?’ dia berkata sambil memandang George.

‘Mudah,’ kata George.

‘Pengalihan seperti apa?’ tanya Ron.

‘Kamu akan lihat, dik,’ kata Fred, ketika dia dan George bangkit lagi. ‘Setidaknya, kamu akan kalau kamu berjalan ke koridor Gregory si Penjilat sekitar jam lima besok.’

*

Harry bangun sangat pagi keesokan harinya, merasa hampir secemas pagi dengar pendapatnya di Kementerian Sihir. Bukan hanya prospek tentang mendobrak masuk ke dalam kantor Umbridge dan menggunakan apinya untuk berbicara kepada Sirius yang membuatnya merasa gugup, walaupun itu jelas sudah cukup buruk; hari ini juga kebetulan pertama kalinya Harry akan berada di dekat Snape sejak Snape mengusirnya dari kantornya.

Setelah berbaring di tempat tidur sejenak sambil memikirkan hari yang akan dihadapi, Harry bangkit dengan sangat pelan dan bergerak menyeberang ke jendela di samping tempat tidur Neville. Tepat di hadapannya, Harry bisa melihat pohon beech menjulang yang di bawahnya ayahnya pernah sekali menyiksa Snape. Dia tidak yakin apa yang mungkin dikatakan Sirius kepadanya yang akan menebus apa yang telah dilihatnya di dalam Pensiece, tetapi dia putus asa untuk mendengar keterangan Sirius sendiri tentang apa yang telah terjadi, untuk mengetahui faktor-faktor yang meringankan yang mungkin ada, alasan apapun untuk semua perilaku ayahnya …

Sesuatu meraih perhatian Harry: pergerakan di tepi Hutan Terlarang. Harry memicingkan mata ke sinar matahari dan melihat Hagrid muncul dari antara pepohonan. Dia tampak pincang. Selagi Harry menyaksikan, Hagrid terhuyung-huyung ke pintu kabinnya dan menghilang ke dalamnya. Harry mengamati kabin itu selama beberapa menit. Hagrid tidak muncul lagi, tetapi asap bergelung dari cerobong asap, jadi Hagrid tidak mungkin terluka begitu parah yang membuatnya tidak mampu membuat api.

Harry berpaling dari jendela, menuju kembali ke kopernya dan mulai berpakaian.

Dengan prospek mendobrak masuk ke dalam kantor Umbridge di depannya, Harry tidak pernah mengharapkan hari itu menjadi hari yang tenang, tetapi dia belum mempertimbangkan usaha Hermione yang hampir terus-menerus untuk membujuknya tidak melakukan apa yang direncanakannya pada pukul lima. Untuk pertama kalinya, Hermione setidaknya sama tidak perhatiannya kepada Profesor Binns dalam Sejarah Sihir seperti Harry dan Ron, menjaga aliran peringatan berbisik-bisik yang Harry coba sangat keras untuk abaikan.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.