Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Itu tepat sekali,’ kata Hagrid dengan serius, ‘sepuluh poin untuk Gryffindor. Sekarang, Thestral –‘

‘Hem, hem.’

Profesor Umbridge telah tiba. Dia sedang berdiri beberapa kaki jauhnya dari Harry, mengenakan topi dan mantel hijaunya lagi, papn jepitnya siap siaga. Hagrid, yang belum pernah mendengar batuk palsu Umbridge sebelumnya, sedang menatap dengan prihatin ke Thestral terdekat, jelas mendapat kesan bahwa dia yang membuat suara itu.

‘Hem, hem.’

‘Oh, halo!’ Hagrid berkata sambil tersenyum, setelah menemukan sumber suara itu.

‘Anda menerima catatan yang kukirim ke kabin Anda pagi ini?’ kata Umbridge, dengan suara keras, lambat yang sama yang telah digunakannya dengan Hagrid sebelumnya, seolah-olah dia sedang berbicara kepada seseorang yang berasal dari negara lain sekaligus sangat lamban. ‘Memberitahu Anda saya akan menginspeksi pelajaran Anda?’

‘Oh, yeah,’ kata Hagrid dengan cerah. ‘Senang kau temukan tempat ini! Well, seperti yang bisa kaulihat –atau, aku tak tahu — bisakah kau? Kami sedang pelajari Thestral hari ini –‘

‘Maaf?’ kata Profesor Umbridge keras-keras, sambil menangkupkan tangannya ke sekeliling telinganya dan merengut. ‘Apa yang Anda katakan?’

Hagrid tampak sedikit bingung.

‘Er — Thestral!’ dia berkata keras-keras. ‘Kuda-kuda besar — er — bersayap, kau tahu!’

Dia mengepak-ngepakkan lengan raksasanya penuh harap. Profesor Umbridge menaikkan alisnya kepadanya dan bergumam sementara dia mencatat ke papan jepitnya: ‘Terpaksa … harus … menggunakan … bahasa … isyarat … kasar.’

‘Well … ngomong-ngomong …’ kata Hagrid, sambil berpaling kembali kepada kelas dan tampak sedikit bingung, ‘erm … apa yang tadi kubilang?’

‘Tampaknya … punya … ingatan … jangka … pendek … yang … buruk,’ gumam Umbridge, cukup keras untuk membuat semua orang mendengarnya. Draco Malfoy tampak seolah-olah Natal datang sebulan lebih awal; Hermione, di sisi lain, telah berubah menjadi merah akibat kemarahan tertahan.

‘Oh, yeah,’ kata Hagrid sambil memandang sekilas papan jepit Umbridge, tapi meneruskan dengan berani. ‘Yeah, aku baru akan memberitahu kalian bagaimana kita punya sekawanan. Yeah, jadi, kita mulai dengan seekor jantan dan lima betina. Yang satu ini,’ dia menepuk-nepuk kuda pertama yang muncul, ‘namanya Tenebrus, dia kesukaanku, yang pertama lahir di sini di Hutan –‘

‘Apakah Anda sadar,’ Umbridge berkata keras-keras, menyelanya, ‘bahwa Kementerian Sihir telah menggolongkan Thestral sebagai “berbahaya”?’

Jantung Harry merosot seperti batu, tapi Hagrid hanya terkekeh.

‘Thestral tidak berbahaya! Baiklah, mereka mungkin menggigitmu kalau kau benarbenar mengganggu mereka –‘

‘Menunjukkan … tanda-tanda … kesenangan … pada … gagasan … tentang … kekerasan,’ gumam Umbridge sambil mencoret-coret di papan jepitnya lagi.

‘Tidak — ayolah!’ kata Hagrid, terlihat sedikit cemas sekarang. ‘Maksudku, seekor anjing akan menggigit kalau kau mengumpannya, bukan — tapi Thestral cuma dapat reputasi buruk karena masalah kematian itu — orang-orang dulu berpikir mereka pertanda buruk, bukan? Cuma tak paham, ‘kan?’

Umbridge tidak menjawab, dia selesai menulis catatan terakhirnya, lalu melihat ke atas kepada Hagrid dan berkata, lagi-lagi dengan sangat keras dan lambat, ‘Tolong lanjutkan mengajar seperti biasa. Saya akan berjalan,’ dia menirukan berjalan (Malfoy dan Pansy Parkinson sedang tertawa diam-diam) ‘di antara murid-murid’ (dia menunjuk sekeliling kepada anggota-anggota kelas itu) ‘dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.’ Dia menunjuk mulutnya untuk mengisyaratkan berbicara.

Hagrid menatapnya, jelas sepenuhnya tidak mengerti kenapa Umbridge bertingkah seolah-olah dia tidak mengerti bahasa Inggris normal. Hermione mempunyai air mata kemarahan di matanya sekarang.

‘Kau nenek sihir, kau nenek sihir jahat!’ dia berbisik, selagi Umbridge berjalan menuju Pansy Parkinson. ‘Aku tahu apa yang sedang kau lakukan, kau mengerikan, sinting, jahat –‘

‘Erm … ngomong-ngomong,’ kata Hagrid, jelas sedang berjuang untuk mendapatkan kembali arus pelajarannya, ‘jadi — Thestral. Yeah. Well, ada banyak hal bagus tentang mereka …’

‘Apakah menurutmu,’ kata Profesor Umbridge dengan suara berdering kepada Pansy Parkinson, ‘kau bisa mengerti Profesor Hagrid sewaktu dia berbicara?’

Seperti Hermione, Pansy memiliki air mata di matanya, tetapi ini air mata tawa; memang, jawabannya hampir tidak bisa dimengerti karena dia sedang berusaha menahan cekikikan.

‘Tidak … karena … well … kedengarannya … seperti dengkuran hampir sepanjang waktu.’

Umbridge mencoret-coret ke papan jepitnya lagi. Beberapa bagian kecil wajah Hagrid yang tidak memar merona, tetapi dia mencoba bertingkah seolah-olah dia tidak mendengar jawaban Pansy.

‘Er … yeah … hal-hal bagus tentang Thestral. Well, sekali mereka dijinakkan, seperti kelompok ini, kau

takkan pernah tersesat lagi. Sangat kenal arah, bilang saja pada mereka ke mana kau mau pergi –‘

‘Dengan asumsi mereka bisa mengerti Anda, tentu saja,’ kata Malfoy keras-keras, dan Pansy Parkinson terkikik-kikik lagi. Profesor Umbridge tersenyum ramah kepada mereka dan lalu berpaling kepada Neville.

‘Kamu bisa melihat Thestral, Longbottom, bukan begitu?’ dia berkata.

Neville mengangguk.

‘Siapa yang kau saksikan meninggal?’ dia bertanya, nada suaranya tidak peduli.

‘Kakekku,’ kata Neville.

‘Dan apa pendapatmu tentang mereka?’ dia berkata sambil melambaikan tangannya yang gemuk pendek ke kuda-kuda itu, yang sekarang telah mengoyak banyak dari bangkai itu hingga tinggal tulang.

‘Erm,’ kata Neville dengan gugup, dengan pandangan sekilas kepada Hagrid. ‘Well, mereka … er … OK …’

‘Murid-murid … terlalu … terintimidasi … untuk … mengakui … bahwa … mereka … takut,’ gumam Umbridge, sambil mencatat lagi ke papan jepitnya.

‘Tidak!’ kata Neville, tampak kacau. ‘Tidak, aku tidak takut pada mereka!’

‘Tidak mengapa,’ kata Umbridge sambil menepuk-nepuk bahu Neville dengan apa yang jelas dimaksudkannya sebagai senyum pengertian, walaupun lebih seperti senyum mengejek bagi Harry. ‘Well, Hagrid,’ dia berpaling untuk memandangnya lagi, berbicara sekali lagi dengan suara keras lambat-lambat itu lagi, ‘kukira aku sudah dapat cukup banyak untuk diteruskan. Anda akan menerima’ (dia menirukan mengambil sesuatu dari udara di depannya) ‘hasil dari inspeksi Anda’ (dia menunjuk ke papan jepit itu) ‘dalam waktu sepuluh hari.’ Dia mengangkat sepuluh jari gemuk pendek, lalu, dengan senyum semakin lebar dan semakin mirip katak daripada sebelumnya di bawah topi hijaunya, dia buru-buru pergi dari antara mereka, meninggalan Malfoy dan Pansy Parkinson tertawa terbahak-bahak, Hermione bahkan gemetar karena marah dan Neville tampak bingung dan kacau.

‘Gargoyle jelek, pembohong, sinting itu!’ amuk Hermione setengah jam kemudian, selagi mereka berjalan kembali ke kastil melalui saluran-saluran yang telah mereka buat sebelumnya di salju. ‘Kalian lihat apa yang direncanakannya? Masalahnya tentang keturunan-campuran itu lagi — dia sedang berusaha menjadikan Hagrid sejenis troll tolol, hanya karena ibunya raksasa — dan oh, tidak adil, itu sama sekali bukan pelajaran yang buruk — maksudku, baiklah, kalau Skrewt Ujung-Meletus lagi, tapi Thestral bagus -bahkan, untuk Hagrid, benar-benar bagus!’

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.