Baca Novel Online

Harry Potter Dan Orde Phoenix

‘Terakhir kali, terjadi karena dia senang,’ katanya. ‘Sangat senang. Dia mengira … sesuatu yang bagus akan terjadi. Dan pada malam sebelum kita kembali ke Hogwarts …’ dia berpikir kembali ke saat ketika bekas lukanya sakit sekali di dalam kamar tidurnya

dan Ron di Grimmauld Place … ‘dia marah besar.’

Dia melihat kepada Ron, yang sedang memandangnya dengan mulut ternganga.

‘Kamu bisa mengambil alih dari Trelawney, sobat,’ katanya dengan suara kagum.

‘Aku tidak sedang membuat ramalan,’ kata Harry.

‘Tidak, kamu tahu apa yang sedang kau lakukan?’ Ron berkata, terdengar takut

sekaligus terkesan. ‘Harry, kamu sedang membaca pikiran Kau-Tahu-Siapa!’

‘Bukan,’ kata Harry sambil menggeleng. ‘Lebih seperti … suasana hatinya, kurasa. Aku cuma mendapat kilasan-kilasan dalam suasana hati apa dia. Dumbledore berkata sesuatu seperti ini terjadi tahun lalu. Dia berkata bahwa ketika Voldemort berada di dekatku, atau ketika dia merasakan kebencian, aku bisa tahu. Well, sekarang aku juga merasakannya

ketika dia senang …’

Ada jeda. Angin dan hujan memecut bangunan itu.

‘Kau harus memberitahu seseorang,’ kata Ron.

‘Aku memberitahu Sirius terakhir kali itu.’

‘Well, beritahu dia mengenai kali ini!’

‘Tidak bisa, bukan?’ kata Harry dengan murung. ‘Umbridge sedang mengawasi burung

hantu dan api, ingat?’

‘Well kalau begitu, Dumbledore.’

‘Aku baru saja memberitahumu, dia sudah tahu,’ kata Harry singkat, sambil bangkit,

mengambil mantelnya dari pasak dan mengayunkannya mengitari dirinya. ‘Tidak ada gunanya memberitahu dia lagi.’

Ron mengancingkan mantelnya sendiri, mengamati Harry sambil berpikir.

‘Dumbledore pasti ingin tahu,’ katanya.

Harry mengangkat bahu.

‘Ayo … kita masih harus berlatih Mantera Pembisu.’

Mereka bergegas kembali melalui lapangan yang gelap, tergelincir dan tersandung di halaman berlumpur, tanpa berbicara. Harry sedang berpikir keras. Apakah yang Voldemort ingin dilakukan yang tidak terjadi cukup cepat?

‘… dia punya rencana-rencana lain … rencana-rencana yang bisa dioperasikannya dengan sangat diam-diam … hal-hal yang hanya bisa diperolehnya dengan sembunyisembunyi … seperti sebuah senjata. Sesuatu yang tidak dimilikinya terakhir kali.’

Harry belum memikirkan kata-kata itu selama berminggu-minggu, dia terlalu asyik dengan apa yang sedang berlangsung di Hogwarts, terlalu sibuk memikirkan perang yang berkepanjangan dengan Umbridge, ketidakadilan semua campur tangan Kementerian … tapi sekarang kata-kata itu datang kembali kepadanya dan membuatnya bertanya-tanya … kemarahan Voldemort akan masuk akal kalau dia tidak lebih dekat ke senjata itu, apapun itu. Apakah Order sudah merintangi dia, menghentikannya dari mengambilnya? Di mana disimpannya? Siapa yang memilikinya sekarang?

‘Mimbulus mimbletonia,’ kata suara Ron dan Harry sadar kembali tepat pada waktunya untuk merangkak naik melalui lubang potret ke dalam ruang duduk.

Tampaknya Hermione sudah pergi tidur awal, meninggalkan Crookshanks bergelung di kursi dekat situ dan beraneka ragam topi peri rajutan yang bergumpal kecil tergeletak di atas sebuah meja di samping api. Harry agak bersyukur dia tidak ada di sekitar sana, karena dia tidak begitu ingin membahas bekas lukanya sakit dan mendengarnya juga mendesak dia untuk pergi menemui Dumbledore. Ron terus memandangnya sebentarsebentar dengan cemas, tetapi Harry menarik keluar buku-buku Jimat dan Guna-Guna dan mulai bekerja untuk menyelesaikan esainya, walaupun dia hanya berpura-pura berkonsentrasi dan pada saat Ron berkata dia juga akan pergi tidur, dia hampir belum menulis apapun.

Tengah malam tiba dan berlalu sementara Harry membaca dan membaca ulang sebuah bagian mengenai kegunaan rumput-kudis, lovage dan kutil-bersin dan tidak memahami satu katapun.

Tanaman-tanaman ini paling manjur untuk meradangkan otak, dan oleh karena itu banyak digunakan dalam Minuman Pembuat Bingung, di mana penyihir ingin mengakibatkan kepala panas dan sembrono …

… Hermione berkata Sirius menjadi sembrono terkurung di Grimmauld Place …

… paling manjur untuk meradangkan otak, dan oleh karena itu banyak digunakan …

… Daily Prophet akan mengira otaknya mengalami radang kalau mereka tahu bahwa dia mengetahui apa yang sedang dirasakan Voldemort …

… oleh karena itu banyak digunakan dalam Minuman Pembuat Bingung …

… membingungkan memang kata yang tepat; kenapa dia tahu apa yang sedang dirasakan Voldemort? Apa ini koneksi aneh antara mereka, yang belum pernah bisa diterangkan Dumbledore dengan memuaskan?

… di mana penyihir ingin …

… betapa Harry ingin tidur …

… mengakibatkan kepala panas …

… rasanya hangat dan nyaman di dalam kursi berlengannya di dekat api, dengan hujan

yang masih turun deras ke kaca-kaca jendela, Crookshanks mendengkur, dan suara derak nyala api …

Buku itu tergelincir dari pegangan Harry yang kendur dan mendarat dengan gedebuk tumpul ke permadani. Kepalanya tergulir ke samping …

Dia sedang berjalan sekali lagi menyusuri sebuah koridor tanpa jendela, langkahlangkah kakinya menggema dalam keheningan. Ketika pintu di ujung gang itu tampak semakin besar, jantungnya berdebar cepat bersemangat … kalau saja dia bisa membukanya … memasukinya …

Dia mengulurkan tangannya … ujung-ujung jarinya hanya beberapa inci dari pintu itu … ‘Harry Potter, sir!’Dia terbangun dengan terkejut. Lilin-lilin semuanya sudah padam di ruang duduk, tapi ada sesuatu yang bergerak di dekatnya. ‘Sapa tuh?’ kata Harry, sambil duduk tegak di kursinya. Api hampir padam, ruangan itu sangat gelap. ‘Dobby bawa burung hantumu, sir!’ kata sebuah suara mencicit. ‘Dobby?’ kata Harry dengan parau, sambil menatap melalui kegelapan pada sumber suara itu. Dobby si peri-rumah sedang berdiri di samping meja tempat Hermione meninggalkan setengah lusin topi rajutannya. Telinganya yang besar dan runcing sekarang menjulur

keluar dari apa yang tampak seperti semua topi yang pernah dirajut Hermione, dia memakai yang satu di atas yang lainnya, sehingga kepalanya terlihat telah memanjang dua sampai tiga kaki, dan di bagian paling puncak duduk Hedwig, yang sedang beruhu dengan tenang dan jelas sudah sembuh.

‘Dobby mengajukan diri untuk mengembalikan burung hantu Harry Potter,’ kata peri itu sambil mendecit, dengan tampang pemujaan sungguh-sungguh di wajahnya, ‘Profesor Grubblu-Plank berkata dia sudah sembuh sekarang, sir.’ Dia membungkuk rendah sehingga hidungnya yang mirip pinsil mengenai permukaan permadani yang tipis dan Hedwig beruhu marah dan berkelebat ke lengan kursi Harry.

‘Trims, Dobby!’ kata Harry, sambil membelai kepala Hedwig dan berkedip keras, mencoba menghilangkan citra pintu dalam mimpinya … bayangan itu tadi sangat hidup. Sambil mengamati Dobby lebih seksama, dia memperhatikan bahwa peri itu juga memakai beberapa scarf dan sejumlah kaus kaki, sehingga kakinya tampak jauh terlalu besar bagi tubuhnya.

‘Er … apakah kau telah mengambil semua pakaian yang ditinggalkan Hermione?’

‘Oh, tidak, sir,’ kata Dobby dengan gembira. ‘Dobby juga telah mengambil beberapa untuk Winky, sir.’

‘Yeah, bagaimana keadaan Winky?’ tanya Harry.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.