Baca Novel Online

Digital Fortress

“Aku tidak akan menikahimu!” Susan tertawa dan kembali menyerang David dengan bantal. “Tidak, sampai kau menjelaskan arti ‘tanpa lilin’! Kau membuatku gila!!!”

EPILOG

BANYAK YANG mengatakan bahwa dalam kematian, segalanya menjadi jelas. Toku-gen Numataka sekarang menyadari bahwa hal itu benar. Sambil berdiri di samping peti mati di dalam kantor bea cukai Osaka, dia menyadari kenyataan pahit yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Agamanya mengajarkan tentang perputaran, tentang saling keterkaitan di dalam kehidupan, tetapi Numataka tidak pernah punya waktu untuk beribadah.

Para petugas bea cukai telah memberinya sebuah amplop yang berisi surat-surat adopsi dan surat tanda kelahiran. “Anda adalah satusatunya anggota keluarga yang masih hidup dari anak ini,” kata mereka. “Kami mengalami kesulitan untuk menemukan Anda.”

Ingatan Numataka berputar kembali, ke 32 tahun yang silam, ke suatu malam yang sedang diguyur hujan, ke sebuah rumah sakit di mana dirinya telah meninggalkan anaknya yang cacat dan istrinya yang sekarat. Numataka telah melakukannya atas nama mertboku—kehormatan—yang sekarang hanya tinggal bayangan kosong.

Ada sebuah cincin yang terlampir bersama surat-surat itu. Cincin itu berukir kata-kata yang tidak dia mengerti. Tetapi hal itu tidak penting, karena kata-kata sudah tidak berarti lagi bagi Numataka. Dia telah menyia-nyiakan anak laki-lakinya. Dan sekarang, nasib yang sangat kejam telah mempersatukan mereka.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.