Baca Novel Online

Digital Fortress

***

124

“PERISAI TERAKHIR sedang diserang!”

Pada tampilan VR, program otorisasi PEM sedang diganyang. Garis-garis hitam mulai mengepung dan menembus perisai pelindung lapis terakhir dan mulai mendekati bagian inti.

Para hacker lain mulai bermunculan dari seluruh dunia. Jumlahnya bertambah dua kali lipat setiap menit. Tidak lama lagi, setiap orang yang memiliki komputer— mata-mata asing, kelompok-kelompok radikal, teroris—akan memiliki akses ke seluruh informasi rahasia pemerintah A.S.

Saat para teknisi dengan sia-sia berusaha mematikan sambungan listrik ke bank data, kerumunan di podium itu berusaha mempelajari pesan Tankado. Bahkan David dan kedua agen NSA juga berusaha memecahkan kode dari dalam mobil van mereka di Spanyol.

PRIME DIFFERENCE BETWEEN ELEMENTS RESPONSIBLE FOR HIROSHIMA AND NAGASAKI

Soshi berpikir sambil berbicara keras.

“Unsur-unsur yang bertanggung jawab atas Hiroshima dan

Nagasaki … Pearl Harbour? Penolakan Hiroshito terhadap ii

“Kita membutuhkan angka,” ulang Jabba, “bukan teoriteori politik. Kita sedang membicarakan matematika—bukan sejarah!” Soshi terdiam.

“Bagaimana dengan berat bomnya?” tanya Brinkerhoff. “Jumlah korban? Jumlah kerugian dalam dolar?”

“Kita sedang mencari angka yang pasti,” Susan mengingatkan. “Perkiraan jumlah kerugian bisa berbeda-beda.” Wanita itu menatap pesan itu, “Unsur-unsur yang bertanggung jawab ….”

Tiga ribu mil dari sana, mata David Becker terbelalak. “Unsur-unsur!” serunya. “Kita sedang membicarakan matematika, bukan sejarah!”

Semua kepala menoleh ke arah layar satelit di dinding.

“Tankado bermain dengan kata-kata!” seru Becker. “Kata ‘elements’ atau ‘unsur-unsur’ memiliki banyak arti!”

“Jelaskan, Mr. Becker,” bentak Fontaine.

“Tankado berbicara tentang unsur-unsur kimia—bukan unsur-unsur sosial politik!”

Penjelasan Becker disambut dengan tatapan kosong.

“Unsur-unsur!” ulang Becker. “Daftar unsur berkala! Unsurunsur kimia. Tidak adakah dari kalian yang pernah menyaksikan film Fa t Man and Littie Boy (Pria Gemuk dan Anak Kecii)—mengenai Proyek Manhattan? Kedua bom atom itu berbeda. Keduanya menggunakan bahan bakar yang berbeda-

unsur-unsur yang berbeda!”

Soshi bertepuk tangan. “Ya! Dia benar! Aku pernah membaca tentang hal itu! Kedua bom itu menggunakan bahan bakar yang berbeda! Vang satu menggunakan uranium dan yang satu lagi menggunakan plutonium! Dua unsur yang berbeda!”

Ruangan itu menjadi sepi.

“Uranium dan plutonium!” seru Jabba yang tiba-tiba mendapatkan semangatnya kembali. “Petunjuk itu meminta perbedaan antara kedua unsur itu!” Jabba berbalik pada pasukan pekerjanya. “Perbedaan antara uranium dan plutonium! Ada yang tahu apa itu?”

Semuanya saling bertukar tatapan kosong.

“Ayolah!” kata Jabba. “Kalian tidak pernah kuliah? Ada yang bisa? Siapa saja! Aku membutuhkan perbedaan antara plutonium dan uranium!”

Tidak ada jawaban.

Susan berbalik ke arah Soshi. “Aku membutuhkan akses ke web. Apakah ada sambungan ke internet dari sini?”

Soshi mengangguk. “Netscape adalah yang terbaik.”

Susan meraih tangan Soshi. “Ayo. Kita akan menjelajah dunia maya.”

***

125

“WAKTUNYA TINGGAL berapa lama?” Tanya Jabba dari arah podium.

Tidak ada jawaban dari para teknisi di bagian belakang. Mereka berdiri dengan tercengang sambil melihat ke arah VR. Perisai terakhir semakin bertambah tipis.

Tak jauh dari sana, Susan dan Soshi sedang mempelajari hasil pencarian mereka di Web. “Outlaw Labs, laboratorium-laboratorium yang bertentangan dengan hukum? Siapa orang-orang ini?”

Soshi mengangkat bahunya. “Anda ingin saya membuka halaman ini?”

“Tentu saja,” kata Susan. “Enam ratus empat puluh tujuh teks rujukan mengenai uranium, plutonium, dan bom atom. Sepertinya ini pilihan yang bagus.”

Soshi membuka halaman website itu. Sebuah peringatan muncul.

Informasi yang dimuat dafam berkas ini benar-benar hanya untuk digunakan untuk eperiuan akademis. Setiap orang awam yang mencoba membuat saf ah satu afat yang dijelaskan di sini akan menghadapi risiko keracunan radiasi dan/atau meledakkan diri sendiri.

“Meledakkan diri sendiri?” kata Soshi. “Tuhan.”

“Cari,” bentak Fontaine yang menoleh ke belakang. “Coba lihat apa yang kita dapatkan.”

Soshi memeriksa berkas di Web itu. Secara sekilas dia membaca sebuah resep untuk urea nitrat, bahan peledak yang sepuluh kali lebih kuat daripada dinamit. Informasi itu tampak seperti sebuah resep untuk kue brownies.

“Plutonium dan uranium,” ulang Jabba. “Ayo konsentrasi.”

“Kembali ke halaman sebelumnya,” perintah Susan. “Berkas ini terlalu besar. “Cari di daftar isinya.”

Soshi kembali ke halaman sebelumnya sampai mendapatkan daftar isi.

Mekanisme Sebuah Bom Atom

Alat Pengukur Ketinggian

Pemicu dengan Tekanan Udara

Hulu Ledak Pemicu

Bahan-bahan Peledak

Deflektor Netron

Uranium & Plutonium

Timah Pelindung

Sumbu-sumbu

Pembelahan Nuklir/Peleburan Nuklir

Pembelahan (Bom-A) & Peleburan (Bom-H)

U-235, U-238, dan Plutonium

III. Sejarah Senjata-senjata Atom

A) Perkembangan (Proyek Manhattan) B) Peledakan 1) Hiroshima

Nagasaki

Produk-produk Sampingan Peledakan

Daerah-daerah Peledakan

“Bagian kedua!” teriak Susan. “Uranium dan Plutonium! Cari!”

Setiap orang menunggu saat Soshi mencari bagian yang dituju.

“Ini dia,” kata Soshi. “Tunggu sebentar.” Dengan cepat Soshi membaca data itu. “Ada banyak informasi di sini. Satu bagan penuh. Bagaimana kita tahu perbedaan seperti apa yang kita cari? Yang satu terbentuk secara alami. Yang lainnya diciptakan oleh manusia. Plutonium pertama kali ditemukan oleh-”

“Angka,” kata Jabba mengingatkan. “Kita membutuhkan angka.”

Susan membaca pesan dari Tankado sekali lagi. Perbedaan utama antara unsur-unsur … perbedaan antara … kita membutuhkan sebuah angka … “Tunggu!” kata Susan. “Kata ‘perbedaan’ memiliki banyak arti. Kita membutuhkan angka—jadi kita sedang membicarakan matematika. Ini salah satu permainan kata Tankado lagi— ‘perbedaan’ berarti pengurangan.”

“Ya!” kata Becker menyetujui dari arah layar di bagian atas. “Mungkin unsur-unsur itu memiliki perbedaan jumlah proton atau semacam itu? Jika kalian mengurangkan-”

“Dia benar!” kata Jabba sambil berbalik ke arah Soshi. “Apakah ada angka dalam bagan itu? Jumlah proton? Waktu yang dibutuhkan suatu zat untuk menyusut menjadi separuh dari jumlah asalnya? Apa pun yang bisa kita kurangkan?”

“Tiga meniti” teriak seorang teknisi.

“Bagaimana dengan massa superkritis?” tanya Soshi. “Di sini dikatakan bahwa massa superkritis dari plutonium adalah 35,2 pon.”

“Ya!” kata Jabba. “Periksa uranium! Berapa massa superkritis uranium?”

Soshi mencari. “Em … 110 pon.”

“Seratus sepuluh?” Jabba mendadak terlihat memiliki harapan. “Berapa selisih 35,2 dan 110?”

“Tujuh puluh empat koma delapan,” kata Susan. “Tetapi aku pikir tidak-”

“Minggir,” perintah Jabba sambil bergerak ke arah komputernya. “Pasti itu kode pemusnahnya! Perbedaan antara massa kritisnya! Tujuh puluh empat koma delapan!”

“Tunggu,” kata Susan sambil melihat lewat pundak Soshi. “Masih ada lagi di sini. Berat atom. Jumlah netron. Tekniktenik ekstraksi.” Susan membaca bagan itu dengan cepat. “Uranium terbelah menjadi barium dan kripton. Lain halnya dengan plutonium. Uranium memiliki 92 proton dan 146 netron, tetapi-”

“Kita membutuhkan sebuah perbedaan yang mencolok,” kata Midge. “Petunjuk itu berbunyi ‘perbedaan utama antara unsur-unsur.”

“Ya ampun!” umpat Jabba. “Bagaimana kita tahu apa yang dimaksud oleh Tankado dengan perbedaan utama?”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.