Baca Novel Online

Digital Fortress

Strathmore mengecilkan suaranya untuk menenangkan

Susan. “Aku tidak menyebut penulisnya seorang anak muda tengil.”

Susan tidak menyimak Strathmore. Dia masih yakin akan adanya penjelasan lain: sebuah kesalahan. Sebuah virus. Semua hal lain lebih masuk akal dibandingkan sebuah kode yang tidak bisa dipecahkan.

Strathmore menatap Susan dengan tajam. “Salah seorang otak kriptografi terhebat sepanjang sejarah telah membuat alogaritma ini.”

Susan menjadi semakin ragu-ragu. Otak-otak kriptografi terhebat sepanjang sejarah berada di bawah departemennya, dan dia yakin seharusnya pernah mendengar alogaritma semacam ini.

“Siapa?” tanya Susan.

“Aku rasa kau bisa menerkanya,” kata Strathmore. “Orang ini tidak terlalu suka pada NSA.”

“Baiklah, itu mempersempit lingkupannya!” hardik Susan dengan sarkastis.

“Dia dulunya bekerja untuk proyek TRANSLTR. Dia melanggar aturannya. Hampir saja menimbulkan mimpi buruk bagi dunia intelijen. Aku kemudian memindahkannya.”

Wajah Susan kosong untuk sejenak sebelum berubah menjadi pucat. “My God

Strathmore mengangguk. “Dia telah berkoar tentang karyanya, sebuah alogaritma anti-brute force.”

“T-tetapi Susan tergagap. “Saya pikir dia hanya menggertak. Dia benar-benar berhasil melakukannya?”

“Ya. Dia penulis kode pamungkas yang tak terpecahkan.”

Susan terdiam cukup lama. “Tetapi … itu berarti Strathmore menatap mata Susan. “Ya. Ensei Tankadotelah membuat TRANSLTR menjadi ketinggalan zaman.’

***

6

WALAUPUN ENSEI Tankado tidak hidup pada masa Perang Dunia Kedua, pria tersebut dengan teliti mempelajari semua tentang hal itu—terutama tentang peristiwa puncaknya, ledakan yang telah memanggang seratus ribu orang senegaranya dengan bom atom.

Hiroshima, 8:15 pagi, 6 Agustus 1945— sebuah tindakan penghancuran yang keji. Sebuah pameran kekuasaan yang tidak berperikemanusiaan oleh sebuah negara yang telah memenangkan perang. Tankado bisa menerima hal itu. Tetapi yang tidak bisa diterimanya adalah bahwa bom tersebut telah merenggut kesempatannya untuk mengenal ibunya. Wanita itu meninggal saat melahirkan Tankado—komplikasi akibat racun radiasi yang telah dideritanya bertahun-tahun sebelumnya.

Pada 1945, sebelum Ensei Tankado lahir, ibunya, seperti teman-temannya yang lain, pergi ke Hiroshima sebagai sukarelawan di pusatpusat penampungan korban bom. Di sanalah perempuan itu menjadi hibakusha—orang yang terkena radiasi. Sembilan belas tahun kemudian, pada usia 36, ketika terbaring di ruang bersalin karena pendarahan, wanita itu tahu bahwa dia akan segera mati. Yang tidak diketahuinya adalah, kematiannya itu akan membebaskannya dari kengerian yang terakhir—anaknya satu-satunya akan lahir dalam keadaan cacat.

Ayah Ensei bahkan tidak pernah melihat putranya. Sang ayah kabur dari rumah sakit dan tidak pernah kembali karena terpukul akibat kematian istrinya dan malu karena kehadiran seorang putra yang, menurut para suster, cacat dan mungkin tidak akan hidup sampai keesokan harinya. Ensei Tankado kemudian ditempatkan di sebuah rumah yatim piatu.

Setiap malam Tankado muda menatap jari-jarinya yang terpelintir yang sedang menggenggam boneka daruma. Dia bersumpah akan balas dendam—membalas dendam kepada negara yang telah merenggut ibunya dan membuat ayahnya malu karena mengabaikannya sebagai anak. Tankado tidak tahu bahwa nasib akan segera mengubah segalanya.

Pada bulan Februari, di usia Ensei Tankado yang kedua belas, sebuah perusahaan komputer menelepon keluarga angkat Ensei Tankado dan menanyakan apakah anak mereka yang cacat bisa ikut serta dalam sebuah kelompok uji coba keyboard yang dikembangkan bagi anak-anak cacat. Keluarga Tankado setuju.

Walaupun Ensei Tankado sebelumnya tidak pernah melihat komputer, dia tampaknya secara insting tahu bagaimana menggunakan alat itu. Komputer telah menunjukkan pada Tankado dunia-dunia yang tidak pernah dibayangkan olehnya sebelumnya. Tidak lama kemudian, komputer pun menjadi bagian hidupnya. Ketika usianya bertambah, dia mengajar, mencari nafkah, dan akhirnya mendapatkan beasiswa di Universitas Doshisha. Ensei Tankado segera terkenal di seluruh Tokyo sebagai fugu-sha kisai—si genius yang cacat.

Tankado akhirnya membaca tentang Pearl Harbor dan kejahatan perang Jepang. Kebenciannya terhadap Amerika berangsur memudar. Dia menjadi pengikut Buddha yang setia. Dia melupakan sumpahnya untuk membalas dendam di masa kecilnya. Memaafkan adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan pencerahan.

Pada saat berusia dua puluh, Ensei Tankado menjadi semacam tokoh pujaan di kalangan para pemrogram. IBM menawarkan sebuah visa tenaga kerja dan sebuah pos di Texas. Tankado menyambar kesempatan itu. Tiga tahun kemudian, dia meninggalkan IBM, tinggal di New York, dan menulis peranti lunak sendiri. Dia mencoba gelombang baru di bidang sandi kunci publik. Dia juga menulis alogaritma dan menghasilkan banyak uang.

Seperti banyak penulis alogaritma sandi lainnya, Tankado pun didekati oleh NSA. Ironis bagi Tankado—ini adalah kesempatan untuk bekerja di pusat pemerintahan sebuah negara yang dulu dia benci. Dia memutuskan untuk ikut wawancara. Segala macam keraguan yang menghantuinya lenyap ketika dia bertemu dengan Komandan Strathmore. Mereka secara terang-terangan membicarakan latar belakang Tankado, kemungkinan rasa benci yang dia rasakan terhadap AS, rencananya di masa datang. Tankado mengikuti tes poligraf dan menjalani tes psikologi yang berat selama lima minggu. Dia bisa melewati semua itu. Rasa bencinya telah tergeser oleh pengabdiannya pada sang Buddha. Empat bulan kemudian, Tankado mulai bekerja di Departemen Kriptografi NSA.

Walaupun gajinya besar, Tankado berangkat kerja dengan sepeda motor bututnya. Alih-alih bergabung dengan anggota Departemennya yang lain yang makan iga dan saus vichyssoise i kantin, dia memakan bekal yang dibawanya sendiri di ejanya. Para kriptografer lain menghormatinya. Dia sangat cerdas—seorang pemrogram terkreatif yang pernah mereka temui. Dia baik hati dan jujur, pendiam, dan sangat memegang erat etika. Integritas moral adalah sesuatu yang sangat penting baginya. Karena alasan inilah pemberhentiannya dari NSA dan deportasinya menjadi begitu mengejutkan.

TANKADO, SEPERTI juga staf Crypto lainnya, ketika itu sedang mengerjakan proyek TRANSLTR dengan kesadaran bahwa jika berhasil, mesin itu akan digunakan hanya untuk menguraikan email dalam kasus-kasus yang telah disetujui oleh Departemen Kehakiman. Penggunaan TRANSLTR oleh NSA akan diatur dengan cara yang sama seperti kejaksaan federal mengatur FBI dalam hal memasang penyadap. Untuk menguraikan sebuah dokumen, TRANSLTR harus menyertakan sebuah program yang membutuhkan sebuah kata kunci yang disimpan oleh Kantor Federal dan Departemen Kehakiman. Cara ini bisa mencegah NSA menguping hubungan komunikasi orang-orang yang taat hukum di seluruh dunia.

Tetapi, ketika tiba saatnya untuk memasukkan program tersebut, staf TRANSLTR diberi tahu bahwa ada perubahan rencana. Karena masalah tekanan waktu sering terkait dengan tugas NSA memerangi teroris, TRANSLTR harus merupakan sebuah mesin pengurai sandi yang mandiri, yang pengoperasian hariannya diatur sendiri oleh NSA.

Ensei Tankado marah besar. Ini berarti, NSA bisa membuka email setiap orang dan menyegelnya kembali tanpa diketahui pemiliknya. Ini sama seperti memasang penyadap di setiap telepon di seluruh dunia. Strathmore berusaha membuat Tankado mengerti bahwa TRANSLTR adalah peralatan yang digunakan untuk menegakkan hukum, tetapi usahanya sia-sia. Tankado bersikeras bahwa NSA telah melanggar hak asasi manusia. Dia langsung minta berhenti. Dalam beberapa jam, dia telah melanggar peraturan NSA tentang kerahasiaan dengan menghubungi Electronic Frontier Foundation. Dengan tenang, Tankado mengejutkan dunia dengan cerita tentang sebuah mesin rahasia yang mampu menjadikan pengguna komputer di seluruh dunia sebagai mangsa pemerintah yang curang. NSA tidak mempunyai pilihan kecuali menghentikannya.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.