Baca Novel Online

Digital Fortress

Sebuah perasan sakit luar biasa meledak di dalam dada Becker. Rasa sakit itu merayap dengan cepat ke bagian batok kepalanya. Jemari Becker menjadi kaku dan dia terjatuh. Tidak lama kemudian, Becker tidak merasakan apa-apa kecuali kegelapan.

***

102

STRATHMORE MENCAPAI lantai tempat TRANSLTR. Dia turun dari tangga ke dalam genangan air setinggi satu inci. Komputer raksasa itu bergetar di sampingnya. Tetesan air berukuran besar jatuh bagaikan hujan di antara kabut yang berputar. Suara sirene terdengar bagaikan guruh.

Sang komandan menatap ke arah pembangkit tenaga listrik yang rusak di seberangnya. Phil Chartrukian ada di sana. Badannya yang gosong tergeletak di atas sirip-sirip pendingin. Pemandangan itu tampak bagaikan hiasan Halloween yang menjijikkan.

Walaupun Strathmore menyesali kema-tian Phil, tetapi “kematiannya itu beralasan.” Phil Chartrukian tidak memberikan pilihan apa pun bagi Strathmore. Ketika petugas Sys-Sec itu berlari ke atas dari bagian bawah sambil berteriak tentang virus, Strathmore berpapasan dengannya di bagian tangga yang datar. Strathmore berusaha menjelaskan semuanya pada petugas Sys- Sec itu. Tetapi Chartrukian tidak mau mengerti. Kita terserang virus! Saya akan menghubungi Jabba! Ketika pria muda itu berusaha mendorong maju, sang komandan menghalangi jalannya. Bagian datar itu sempit. Kedua pria itu bergumul. Besi pembatasnya rendah. Sungguh ironis, pikir Strathmore, seiama ini Chartrukian benar memang bahwa ada virus.

Pria muda itu terjatuh dengan mengerikan—dia berteriak ketakutan sebentar dan kemudian sunyi senyap. Tetapi hal itu tidak lebih mengerikan dari apa yang dilihat Komandan Strathmore berikutnya. Greg Hale sedang menatapnya dari bawah. Pada wajahnya tergambar sebuah ekspresi takut. Pada saat itulah Strathmore sadar bahwa Greg Hale harus mati.

TRANSLTR berderak dan Strathmore mengalihkan perhatiannya kembali kepada tugas yang harus dikerjakannya. Matikan aliran listrik. Alat pemutus hubungan itu berada di sisi lain dari pompa-pompa freon, di sebelah kiri mayat Chartrukian. Strathmore bisa melihat alat itu dengan jelas. Yang harus dilakukannya adalah menarik sebuah tuas, dan sisa tenaga listrik yang ada di Crypto akan padam. Kemudian setelah beberapa detik, Strathmore akan menyalakan kembali pembangkit tenaga listrik utama. Semua pintu dan fungsifungsi lain akan kembali menyala. Freon akan kembali mengalir, dan TRANSLTR akan selamat.

Tetapi saat Strathmore berjuang dengan susah payah menuju ke arah alat pemutus hubungan listrik itu, dia menyadari ada sebuah penghalang terakhir. Mayat Chartrukian masih berada di atas sirip-sirip pendingin dari pembangkit tenaga utama. Mematikan dan menghidupkan kembali pembangkit tenaga utama hanya akan mengakibatkan terputusnya lagi sambungan listrik. Mayat itu harus dipindahkan.

Strathmore melirik ke arah mayat gosong yang mengerikan itu dan menghampirinya. Dia menjulurkan tangan dan meraih pergelangan tangan mayat tersebut. Daging mayat itu terasa bagaikan gabus. Jaringan-jaringan badannya hangus terpanggang. Seluruh tubuh mayat itu kehabisan cairan. Sang komandan menutup matanya, mempererat cengkeramannya pada pergelangan tangan mayat itu, dan menarik sekuat tenaga. Mayat itu bergeser beberapa inci. Strathmore menarik lebih keras lagi. Mayat itu bergeser lagi. Sang komandan mengambil ancang-ancang dan menarik sekuat tenaga. Tibatiba dirinya terjungkal ke belakang. Dia terjatuh keras dengan bagian punggung menghantam sebuah penutup mesin. Sambil berusaha bangun dan duduk di dalam genangan air yang makin tinggi, Strathmore menatap benda dalam genggamannya dengan ngeri. Benda itu adalah lengan bawah Chartrukian. Lengan itu lepas dari sikut Chartrukian.

DI LANTAI atas, Susan terus menanti. Wanita itu duduk di atas sofa di dalam Node 3. Dia merasa lumpuh. Hale tergeletak di dekat kakinya. Susan tidak bisa membayangkan apa yang membuat sang komandan begitu lama. Waktu terus berlalu. Susan berusaha menyingkirkan David dari dalam pikirannya, tetapi tidak ada gunanya. Bersama setiap bunyi sirene, kata-kata Hale menggema dalam kepala wanita itu: Aku benar-benar menyesal tentang David Becker. Susan merasa dirinya akan menjadi gila.

Wanita itu hampir saja terloncat berdiri dan berlari melintasi lantai Crypto saat hal itu terjadi. Strathmore telah menggunakan alat pemutus sambungan listrik itu dan mematikan semua tenaga listrik.

Kesunyian yang menyelubungi Crypto sangat mendadak. Sirene berhenti berbunyi, dan monitor-monitor di dalam Node berubah menjadi hitam. Mayat Greg Hale menghilang di dalam kegelapan, dan secara naluriah Susan menyentakkan kakinya ke atas sofa. Dia membungkus dirinya dengan jaket Strathmore.

Gelap.

Sunyi.

Susan belum pernah mengalami kesunyian seperti ini di dalam Crypto. Selalu ada deruman lembut dari mesin pembangkit tenaga listrik. Tetapi sekarang tidak terdengar apaapa. Hanya ada suara mesin komputer raksasa yang melemah, seolah bernapas lega. Berderak, berdesis, dan kemudian menjadi dingin secara perlahan.

Susan menutup matanya dan berdoa bagi David. Doanya sederhana saja—agar Tuhan melindungi pria yang dicintainya itu.

Karena dirinya bukan orang yang taat beribadah, Susan tidak pernah berharap mendengar jawaban atas doanya. Tetapi ketika mendadak ada sebuah getaran di dalam dadanya, Susan tersentak tegak. Dia mencengkeram dadanya. Sesaat kemudian, dia mengerti. Getaran yang dirasakannya itu sama sekali bukan tangan Tuhan— getaran itu berasal dari kantong jas sang komandan. Strathmore telah mengatur agar pagernya tidak berbunyi tetapi bergetar. Seseorang telah mengirimkan sebuah pesan kepada sang komandan.

ENAM LANTAI di bawah, Strathmore berdiri di dekat alat pemutus sambungan listrik itu. Lantai bawah tanah Crypto sekarang menjadi segelap malam. Strathmore berdiri sesaat sambil menikmati kegelapan. Air mengucur dari atas. Saat itu bagaikan badai di tengah malam. Strathmore menengadahkan kepalanya ke belakang dan membiarkan tetesan air yang hangat membasuh semua dosanya. Aku dapat bertahan. Dia berlutut dan membersihkan sisa daging Chartrukian dari tangannya.

Impian Strathmore tentang Benteng Digital sudah hancur. Dia bisa menerima hal itu. Yang terpenting sekarang adalah Susan. Untuk pertama kalinya selama berpuluh-puluh tahun, Strathmore mengerti dengan benar bahwa ada hal lain di dalam hidup ini, di samping negara dan kehormatan. Aku telah mengorbankan tahun-tahun terbaik di dalam hidupku untuk negara dan kehormatan. Tetapi bagaimana dengan cinta? Strathmore telah mengingkari dirinya terhadap cinta untuk waktu yang lama. Dan untuk apa? Menyaksikan seorang professor muda mencuri impiannya? Strathmore telah membina Susan. Dia telah melindungi wanita itu. Dia telah berjuang untuk mendapatkan wanita itu. Dan sekarang, dia akhirnya akan memiliki wanita itu. Susan akan mencari perlindungan dalam pelukannya bila tidak ada tempat lain bagi wanita itu untuk berpaling. Susan akan datang kepadanya dengan sedih, terluka oleh rasa kehilangan. Dan pada saat itu, Strathmore akan menunjukkan kepada wanita itu bahwa cinta akan mengobati segalanya.

Kehormatan. Negara. Cinta. David Becker akan mati demi ketiga hal tersebut.

***

103

SANG KOMANDAN muncul dari pintu kolong bagaikan tokoh Lazarus yang hidup kembali. Walaupun pakaiannya basah kuyup, langkah pria itu tetap ringan. Strathmore melangkah ke arah Node 3—menuju ke tempat Susan. Menuju masa depannya.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.