Baca Novel Online

Digital Fortress

Jalan masuk menuju tangga putar Giralda terhalang oleh seutas tali dan sebuah papan pengumuman dan kayu. Tali itu tidak bergerak. Mata Hulohot menaiki menara setinggi 419 kaki itu dan dia sadar pikirannya itu konyol. Tidak mungkin Becker akan bertindak sebodoh itu. Tangga tunggal itu berakhir di atas sebuah ruang batu kecil. Di dalamnya ada celah-celah sempit untuk melihat keluar, tetapi tidak ada jalan keluar.

DAVID BECKER menaiki anak tangga terakhir dan melangkah ke atas ruang kecil itu dengan terengah-engah. Di sekelilingnya terdapat dinding-dinding yang tinggi dengan celah-celah sempit. Tidak ada jalan keluar.

Nasib tidak memihak pada Becker pagi ini. Saat dia berlari keluar dan katedral ke halaman terbuka tadi, jasnya tersangkut pintu. Kain jas itu telah menghambat geraknya dan membantingnya dengan keras ke km sebelum akhirnya robek. Setelah itu dia tiba-tiba terhuyung dan kehilangan keseimbangan di bawah sinar matahari yang silau. Saat dia mendongak, dia langsung menuju tangga itu. Becker melomDI pati tali itu dan berlari naik. Ketika dia sadar ke rnana tangga itu menuju, sudah terlambat.

Sekarang Becker terkurung di dalam sel ini dan tersengalsengal. Sisi badannya terasa terbakar. Sinar matahari tipis menembus masuk melalui celah-celah di dinding. Becker melihat keluar. Pria dengan kacamata berbingkai kawat ada di bawah dengan punggung menghadapnya. Lelaki itu sedang melihat ke arah lapangan. Becker mencondongkan dirinya lebih ke depan agar bisa melihat dengan baik. Seberangi lapangan itu, Becker memohon.

BAVANGAN GIRALDA yang ada di atas lapangan tampak bagaikan sebuah pohon pinus yang tumbang. Hulohot menatap bayangan itu. Pada ujung bayangan itu ada tiga buah garis sinar, pantulan sinar yang menembus celah pada menara itu. Pantulan sinar melalui celah intip itu berbentuk persegi panjang di atas permukaan lapangan yang berbatu. Salah satu cahaya persegi panjang itu terhalangi oleh bayangan seorang pria. Tanpa melihat ke atas menara, Hulohot berbahk dan berlari menuju tangga Giralda.

***

99

FONTAINE MENINJU telapak tangannya. Dia berjalan mondar-mandir di dalam ruangan konferensi dan melihat ke luar ke arah lampulampu di dalam Crypto yang berkedip-kedip. “Gugurkan! Sialan! Gugurkan!”

Midge muncul dekat pintu masuk sambil melambaikan setumpuk kertas. “Direktur! Strathmore tidak bisa menggugurkannya!”

“Apa!” Brinkerhoff dan Fontaine terengah secara bersamaan.

“Dia telah mencobanya, Pak!” Midge mengacungkan laporan itu. “Sudah empat kali! TRANSLTR terjebak dalam sebuah perputaran yang tidak berakhir.”

Fontaine berbalik dan kembali menatap keluar jendela. “Astaga!”

Telepon di ruang konferensi berdering keras. Sang direktur mengayunkan kedua lengannya. “Pasti Strathmore! Sudah saatnya!”

Brinkerhoff meraih telepon itu. “Kantor Direktur.”

Fontaine mengulurkan tangannya untuk meminta telepon itu.

Brinkerhoff kelihatan gelisah dan berbalik ke arah Midge. “Ini dan Jabba. Dia ingin bicara dengan-mu.”

Sang direktur menatap Midge yang melintasi ruangan itu. Midge menghidupkan pengeras suara telepon itu. “Bicaralah, Jabba.”

Suara metalik Jabba menggema di ruang itu. “Midge, aku sedang berada di bank data utama. Ada hal yang aneh di sini. Aku bertanya-tanya apakah-”

“Sialan, Jabba!” bentak Midge kesal. “Itulah yang dan tadi kukatakan padamu!”

“Mungkin saja tidak ada apa-apa,” sela Jabba, “tetapi-”

“Berhenti mengatakan hal itu! Ini bukannya tidak apaapa! Apa pun yang terjadi di bawah sana, tanganilah dengan serius, dengan sangat serius. Dataku tidak salah—tidak pernah, tidak akan.” Midge sudah akan menutup telepon, tetapi kemudian menambahkan, “Oh, Jabba, supaya kau tidak kaget … Strathmore telah memotong jalan Gauntlet.”

***

100

HULOHOT MENAIKI tiga anak tangga sekaligus. Satu-satunya cahaya di dalam tangga putar itu berasal dari jendela terbuka pada setiap sudut 180 derajat. Becker terjebak,’ David Becker akan mati! Hulohot naik memutar dengan pistol teracung. Punggungnya menempel pada dinding sebelah luar untuk berjaga-jaga jika Becker memutuskan untuk menyerang dari arah atas. Tempat lilin dari besi pada setiap bagian landai bisa menjadi senjata yang ampuh jika Becker memutuskan untuk menggunakannya. Tetapi dengan bersandar pada dinding bagian luar, Hulohot bisa segera melihat Becker. Senjatanya memiliki jangkauan yang lebih baik daripada sebuah tempat lilin sepanjang lima kaki.

Hulohot bergerak dengan cepat dan berhati-hati. Tangga itu curam. Turis-turis pernah ada yang tewas di sini. Ini bukan Amerika—tidak ada tanda peringatan keamanan, tidak ada pegangan tangan, tidak ada peringatan tentang asuransi. Ini Spanyol. Jika kau cukup bodoh untuk jatuh, itu kesalahanmu sendiri, tidak peduli siapa yang membangun tangga itu.

Hulohot berhenti pada sebuah jendela setinggi bahu dan melihat keluar. Dia sedang berada di sisi utara dan, dan pemandangan yang terlihat, di tengah menara.

Jalan menuju lantai atas terlihat di sebuah sudut. Tangga itu terlihat kosong. David Becker tidak menantang Hulohot. Hulohot sadar, mungkin Becker tidak melihat dirinya memasuki menara itu. Ini berarti Hulohot bisa mengejutkan Becker. Tetapi Hulohot tidak membutuhkan itu. Dia memegang semua kartu dalam permainan ini. Bahkan bentuk menara ini pun menguntungkan Hulohot. Tangga ini menuju lantai untuk melihat-lihat di bagian pojok barat daya—dia bisa menembak dengan bebas ke setiap arah di dalam sel itu dan Becker tidak bisa mendekatinya dan belakang. Dan di atas semua itu, Hulohot akan muncul dan kegelapan menuju daerah yang terang. Sebuah kotak maut, pikir Hulohot.

Hulohot memperhitungkan }afak ke pintu itu. Tujuh anak tangga. Dia merencanakan pembunuhan itu di dalam benaknya. Jika dia berada di sisi kanan saat mendekati lantai atas, dia bisa melihat sisi km terjauh dan lantai atas sebelum dia sampai. Jika Becker berada di sana, dia akan menembak. Jika tidak, dia akan naik dan bergerak ke timur, menghadap ke kanan, satu-satunya tempat tersisa di mana Becker berada. Hulohot tersenyum.

SUBJEK: DAVID BECKER—SUDAH DISINGKIRKAN

Saatnya telah tiba. Hulohot memeriksa senjatanya. Dengan gerakan cepat, Hulohot berlari menaiki tangga. Lantai atas mulai terlihat. Sudut sebelah km terlihat kosong. Sebagaimana yang telah direncanakannya, Hulohot bergerak masuk dan menghadap ke kanan. Dia menembaki sudut di depannya. Pelurunya memantul di atas dinding dan hamper mengenai dirinya sendiri. Hulohot berkelit dengan cepat dan mengeluarkan jeritan tertahan. Tidak ada siapa-siapa di sana. Dauid Becker telah menghilang.

TIGA TANGGA di bawahnya, tergantung 325 kaki di atas Jardin de los Naranjos, Dauid Becker bergelayutan di sisi luar Giralda bagaikan seseorang yang sedang berolahraga angkat badan di bingkai jendela. Saat Hulohot berlari naik ke atas, Becker telah turun tiga tangga dan keluar dan salah satu jendela yang terbuka. Becker merunduk tepat pada saatnya. Pembunuh itu berlari di sebelah kanannya. Pembunuh itu terlalu tergesa-gesa untuk memerhatikan buku-buku jari putih yang sedang mencengkeram bingkai jendela.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.