Baca Novel Online

Digital Fortress

PIKIRAN STRATHMORE terganggu oleh suara telepon selulernya. Deringnya nyaris tak terdengar di antara bunyi sirene dan desis asap. Strathmore meraih telepon itu tanpa berhenti melangkah. “Bicaralah.”

“Di mana kunci sandi milikku?” tanya sebuah suara yang tidak asing.

“Siapa ini?” teriak Strathmore mengalahkan suara bising.

“Ini Numataka!” suara marah itu balik berteriak. “Kau menjanjikan aku kunci sandi itu!”

Strathmore terus melangkah.

“Aku menginginkan Benteng Digital!” desis Numataka. “Tidak ada Benteng Digital!” balas Strathmore. “Apa?”

“Tidak ada alogaritma yang tidak bisa dipecahkan!”

“Tentu saja ada! Aku telah melihatnya di internet! Orangorangku sudah berusaha membukanya selama berhari-hari!”

“Itu adalah virus berbentuk sandi, tolol—dan kau beruntung tidak bisa membukanya!” “Tetapi-”

“Kesepakatannya batal!” teriak Strathmore. “Aku

bukan North Dakota. Tidak ada North Dakota! Lupakan bahwa aku pernah menyebutnya!” Strathmore menutup dan mematikan teleponnya serta memasukkannya kembali ke ikat pinggangnya. Tidak akan ada lagi gangguan.

DUA BELAS ribu mil dan sana, Tokugen Numataka berdiri terpana di depan kaca jendelanya. Cerutu Umaminya tergantung lemas pada mulutnya. Kesepakatan terbesar dalam hidupnya baru saja menguap di depan hidungnya.

STRATHMORE TURUN terus. Kesepakatannya batal. Numatech Corps. tidak akan mendapatkan alogantma yang tak terpecahkan itu … dan NSA tidak akan mendapatkan celahnya.

Strathmore telah lama merencanakan impiannya itu— dia dengan hati-hati telah memilih Numatech. Numatech yang kaya adalah calon yang baik untuk mendapatkan kunci sandi itu. Tidak ada perusahaan yang akan menolak untuk mendapatkan kunci sandi tersebut. Untungnya, Numatech adalah yang paling tidak dicurigai telah memiliki hubungan dengan pemerintahan A.S. Tokugen Numataka adalah orang Jepang yang kolot—lebih baik mati daripada malu. Dia membenci orang Amerika. Dia membenci makanan serta budaya Amerika. Di atas segalanya, dia membenci kuasa Amerika atas pasar peranti lunak dunia.

RENCANA STRATHMORE sudah mantap—sebuah standar pembuatan sandi dunia dengan sebuah celah untuk NSA. Dia ingin membagi impiannya itu bersama Susan, melaksanakan impian itu bersama Susan, tetapi dia sadar dirinya tidak bisa. Walaupun kematian Ensei Tankado akan bisa menyelamatkan ribuan nyawa di masa depan, Susan tidak akan pernah setuju. Susan cinta damai. Aku juga cinta damai, piker Strathmore. Aku hanya tidak mampu bertindak seperti itu.

Tidak ada keraguan dalam benak sang komandan tentang siapa yang akan membunuh Tankado. Tankado ada di Spanyol—dan Spanyol berarti Hulohot. Pembunuh bayaran Portugis berusia 42 tahun itu adalah salah seorang tenaga ahli favorit sang komandan. Dia telah bekerja untuk NSA selama bertahun-tahun. Lahir dan dibesarkan di Lisabon, Hulohot telah bekerja untuk NSA di seluruh Eropa. Tidak ada satu pun pembunuhan yang dilakukan Hulohot yang pernah disangkutpautkan dengan Fort Meade. Satu-satunya kekurangan Hulohot adalah dia tuh sehingga hubungan melalui telepon menjadi tidak mungkin. Belakangan ini Strathmore telah mengatur agar Hulohot mendapatkan mainan terbaru NSA, sebuah komputer Monocle. Strathmore membeli sebuah Skypager dan memprogramnya pada frekuensi yang sama. Sejak saat itu, komunikasi dengan Hulohot tidak hanya cepat tetapi juga tidak bisa dilacak.

Pesan pertama yang dikirimkan Strathmore pada Hulohot sangatlah jelas. Mereka telah mendiskusikannya. Bunuh Tankado. Dapatkan kunci sandi itu.

Strathmore tidak pernah bertanya bagaimana Hulohot bekerja, tetapi tampaknya Hulohot berhasil lagi. Ensei Tankado mati, dan pihak yang berwajib merasa yakin bahwa hal itu karena serangan jantung. Sebuah pembunuhan yang mudah—kecuali satu hal. Hulohot salah memperhitungkan tempat kejadiannya. Tampaknya, sekaratnya Tankado di tempat umum adalah bagian yang penting dan semua permainan ini. Tetapi tidak disangka, orang-orang muncul terlalu cepat. Hulohot terpaksa bersembunyi sebelum sempat menggerayangi mayat Tan-kado untuk mencari kunci sandi tersebut. Ketika keadaan sudah tenang, jasad Tankado telah berada di tangan koroner Sevilla.

Strathmore marah besar. Untuk pertama kalinya, Hulohot menggagalkan sebuah rencana—dan Hulohot telah memilih saat yang tidak tepat untuk melakukannya. Sangatlah penting untuk mendapatkan kunci sandi Tankado, tetapi Strathmore sadar bahwa mengirim seorang pembunuh bayaran ke kamar mayat Sevilla sama saja dengan bunuh diri. Strathmore telah memikirkan pilihan-pilihan lainnya. Sebuah rencana terbentuk. Tiba-tiba Strathmore melihat kesempatan untuk memenangkan dua hal sekaligus—kesempatan untuk mewujudkan dua impiannya. Pada pukul 6.30 pagi itu, Strathmore menghubungi David Becker.

***

97

FONTAINE MENGHAMBUR masuk ke ruangan konferensi dengan kecepatan penuh. Brinkerhoff dan Midge berjalan di dekatnya.

“Lihat!” kata Midge tercekat sambil menunjuk ke arah jendela dengan panik

Fontaine melihat ke luar jendela, ke arah kubah Crypto yang dipenuhi oleh kilatan cahaya. Matanya membelalak. Vang pasti hal itu bukan bagian dari rencananya.

Brinkerhoff tergagap. “Di bawah sana sepertitempat disko!”

Fontaine menatap keluar sambil berusaha menerima kenyataan. Dalam beberapa tahun sejak TRANSLTR beroperasi, hal seperti itu tidak pernah terjadi. Mesin itu menjadi tertaiu panas, pikir Fontaine. Dia bertanya-tanya kenapa Strathmore belum mematikan mesin itu. Dalam sekejap, Fontaine membuat sebuah keputusan.

Fontaine meraih telepon antarbagian dari atas meja konferensi dan menekan sambungan ke Crypto. Telepon itu berbunyi seolah-olah ekstensi tersebut rusak.

Fontaine membanting gagang telepon itu. “Sial!” Dengan segera Fontaine mengangkat gagang telepon itu lagi dan menekan saluran pribadi Strathmore. Kali ini tersambung. Enam dering telah berlalu.

Brinkerhoff dan Midge memerhatikan sang direktur yang mondar-mandir sejauh yang diizinkan oleh kabel telepon itu. Fontaine bagaikan seekor harimau yang dirantai.

Fontaine membanting gagang telepon itu lagi. “Tidak bisa dipercaya!” teriaknya. “Crypto hampir meledak, dan Strathmore tidak menjawab teleponnya!”

***

98

HULOHOT MENGHAMBUR keluar dari ruang Kardinal Guerra ke sinar matahari yang menyilaukan. Dia meletakkan tangan di atas matanya dan mengutuk. Dia sedang berdiri di teras kecil katedral itu. Teras itu dikelilingi oleh sebuah dinding batu yang tinggi, sisi barat menara Giralda, dan dua buah pagar besi tempa. Gerbang pagarnya terbuka. Di luar gerbang ada sebuah lapangan. Lapangan itu kosong. Di kejauhan tampak dinding-dinding Santa Cruz. Tidak mungkin Becker telah mencapai tempat itu. Terlalu cepat. Hulohot berbalik dan melihat ke sekeliling teras. Becker ada di sini. Pasti ada di sini!

Teras itu, Jardin de los Naranjos, terkenal di Sevilla karena di dalamnya terdapat dua puluh pohon jeruk yang berbunga. Pohon-pohon itu terkenal di Sevilla sebagai tempat lahirnya selai jeruk khas Inggris. Seorang pedagang Inggris pada abad kedelapan belas telah membeli tiga lusin keranjang berisi jeruk dari gereja di Sevilla dan kemudian membawa jeruk-jeruk itu kembali ke London. Tetapi sampai di London, jeruk-jeruk tersebut tidak bisa dimakan lagi karena pahit. Pedagang itu berusaha membuat selai dan kulit jeruk-jeruk itu dan menambahkan berpon-pon gula agar selai itu layak dimakan. Dan lahirlah selai jeruk.

Dengan senjata teracung, Hulohot bergerak maju di antara kumpulan pepohonan jeruk tersebut. Pohon-pohon itu sudah tua dan daun-daunnya tumbuh di bagian atas pohonnya. Cabang-cabang terendahnya tidak bisa dijangkau dan bagian bawah batang pohon itu tidak bisa dipakai untuk bersembunyi. Hulohot segera sadar bahwa teras itu kosong. Dia menengadah. Menara Giralda.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.