Baca Novel Online

Digital Fortress

Becker. Maafkan aku. Aku telah dibutakan oleh ambisi.

Saat Susan berdiri dengan gemetar di atas tubuh Hale, dia mendengar suara langkah kaki yang berlari mendekat dan arah belakang. Dengan gerakan lambat, Susan berbahk.

Strathmore muncul dan jendela yang pecah dengan tampang pucat dan kehabisan napas. Sang komandan menatap tubuh Hale dengan tampang terpukul.

“Ya Tuhan!” kata Strathmore. “Apa yang terjadi?”

***

93

KOMUNI.

Hulohot segera melihat Becker. Jaket berwarna hijau kekuningan itu tidak mungkin tidak kelihatan, terutama karena ada sebuah noda darah kecil di sisinya. Jaket itu bergerak di lorong tengah di antara lautan yang berwarna hitam. Pasti dia tidak tahu aku ada di sini. Hulohot tersenyum. Matilah dia.

Hulohot memainkan alat penghubung dari logam pada jemarinya. Dia ingin segera mengabari kontaknya di Amerika tentang kabar baik itu. Segera, pikirnya, tidak iama lagi.

Bagaikan seekor predator yang bergerak merunduk di bawah angin, Hulohot melangkah ke arah belakang gereja. Kemudian, dia mulai mendekat—langsung ke lorong tengah. Hulohot tidak ingin mengikuti Becker bersama orangorang yang sedang berbaris pelan itu. Buruannya terjebak; nasib baik untuk Hulohot. Dia hanya memerlukan sebuah cara untuk menyingkirkan Becker tanpa ribut-ribut. Peredam-nya merupakan pilihan yang baik. Peredam itu memiliki kualitas terbaik dan hanya mengeluarkan sedikit suara.

Saat mendekati jaket berwarna hijau kekuningan itu, Hulohot tidak sadar akan gumaman lembut dan orang-orang yang dilewatinya. Para jemaat bisa mengerti semangat Hulohot untuk menyambut berkat Tuhan, tetapi ada peraturan yang ketat—dua lajur, masing-masing satu baris. Hulohot tetap bergerak. Dengan cepat dia semakin mendekati Becker. Dia mencari pistol di dalam kantong jaketnya. Saatnya telah tiba. Sebelumnya Dauid Becker beruntung; sekarang tidak mungkin lagi.

Jaket berwarna hijau kekuningan itu hanya berjarak sepuluh orang di depan. Becker menghadap ke depan dengan kepala tertunduk. Hulohot membayangkan pembunuhan itu di dalam benaknya. Sosok Becker terlihat jelas. Hulohot akan memotong ke belakang pria itu, menjaga agar pistolnya tetap rendah dan tidak terlihat, dan menembak dua kali ke arah punggung orang itu. Becker akan tersungkur, Hulohot akan memapahnya dan membantunya duduk di bangku bagaikan seorang teman yang penuh perhatian. Kemudian, dia akan bergerak cepat ke belakang gereja seolah mencari bantuan. Di dalam kekacauan, Hulohot akan menghilang sebelum ada yang menyadari apa yang sudah terjadi.

Lima orang. Empat. Tiga.

Hulohot menyentuh pistol di dalam kantongnya sambil merendahkan senjata itu. Dia akan menembak dan ketinggian pinggul ke arah atas menembus tulang belakang Becker. Dengan cara seperti itu, peluru akan menghantam tulang belakang atau paru-paru sebelum akhirnya bersarang di jantung. Bahkan jika peluru itu meleset dan jantung, Becker tetap akan tewas. Paru-paru yang ter-luka sangat mematikan. Mungkin tidak mematikan di negara-negara dengan ilmu kedokteran yang maju, tetapi tidak di Spanyol. Di sini, hal tersebut mematikan.

Dua orang … satu. Dan Hulohot pun sampai di sana. Bagaikan seorang penari yang sedang memeragakan gerakan yang terlatih baik, dirinya berbelok ke kanan. Dia meletakkan tangan pada bahu jaket berwarna hijau kekuningan itu, membidikkan pistolnya, dan … menembak. Terdengar dua tembakan yang teredam.

Segera tubuh di depan Hulohot menjadi kaku dan kemudian terjatuh. Hulohot memopong korbannya pada bagian ketiak. Dengan sebuah gerakan perlahan, Hulohot mengayunkan tubuh itu ke bangku terdekat sebelum noda darah menyebar di bagian punggung si korban. Orang-orang di dekat Hulohot berbahk. Dia tidak peduli—dia akan segera menghilang.

Hulohot meraba jemari pria yang tidak bernyawa itu untuk mencari cincin tersebut. Tidak ada. Hulohot meraba lagi. Namun, jemari pria itu telanjang. Dengan marah, dia membalikkan tubuh korbannya. Hulohot langsung panik. Itu bukan wajah David Becker.

Rafael de la Maza, seorang bankir dan daerah pinggiran Sevilla, langsung tewas. Dia masih menggenggam S0.000 peseta yang dibayarkan oleh seorang Amerika yang aneh untuk jaket hitam miliknya.

***

94

MIDGE MILKEN berdiri dengan marah di depan mesin pendingin air di dekat pintu masuk ruang konferensi. Apa yang sedang dilakukan Fontaine? Midge meremas gelas kertas dan melemparkannya dengan keras ke tempat sampah. Ada yang tidak beres di dalam Crypto! Aku bias merasakannya! Midge tahu bahwa hanya ada satu cara untuk membuktikan bahwa dirinya benar. Dia sendiri harus pergi untuk memeriksa Crypto—melacak di mana Jabba berada jika perlu. Midge berbalik dan menuju pintu.

Brinkerhoff mendadak muncul dan menghalanginya. “Kau hendak ke mana?”

“Pulang!” jawab Midge berbohong.

Brinkerhoff tidak mengizinkannya lewat.

Midge melotot. “Fontaine menyuruhmu untuk tidak membiarkan aku keluar, bukan?” Breinkerhoff membuang muka.

“Chad, kuberi tahu kau, ada yang sedang terjadi di Crypto—sesuatu yang besar. Aku tidak tahu kenapa Fontaine berpura-pura bodoh, tetapi TRANSLTR sedang dalam masalah. Ada yang tidak beres di tempat itu malam ini!”

“Midge,” kata Brinkerhoff untuk menenangkan sambil berjalan melewati perempuan itu menuju jendela-jendela ruang konferensi yang bertirai, “biarkan Direktur yang menanganinya.”

Tatapan Midge menjadi tajam. “Kau tahu apa yang akan terjadi pada TRANSLTR jika sistem pendinginnya rusak?”

Bnnkerhoff mengangkat bahu dan mendekati jendela. “Mungkin tenaga listriknya sudah kembali tersambung sekarang.” Bnnkerhoff menyibak tirai dan melihat.

“Masih gelap?” tanya Midge.

Tetapi Bnnkerhoff tidak menjawab. Dia terpana. Pemandangan di bawah, di dalam kubah Crypto, tidak bisa terbayangkan. Seluruh kubah kaca dipenuhi oleh sinar yang berputar, cahaya yang berkedip-kedip, dan asap yang bergulung. Bnnkerhoff berdiri terpana sambil terhuyung dengan bingung ke arah kaca. Kemudian, dengan rasa panik yang hebat, pria itu berlari keluar. “Direktur! Direktur!”

***

95

DARAH KRISTUS … cawan keselamatan ….

Orang-orang berkerumun di sekeliling tubuh yang tergeletak di atas bangku itu. Di langitlangit, tempat dupa berayun dengan damai. Hulohot berbalik dengan tergesa-gesa di sepanjang lorong-bangku tengah dan mencari-cari ke sekeliling gereja. Dia pasti ada di sini. Hulohot berbalik ke arah altar.

Tiga puluh baris di depannya, komuni suci berlangsung tanpa ada gangguan. Bapa Gustaphes Herrera, kepala pembawa cawan, memerhatikan keributan yang terjadi di deretan bangku tengah dengan rasa ingin tahu, tetapi dia tidak khawatir. Terkadang beberapa umat yang sudah tua begitu terpengaruh oleh Roh Kudus dan menjadi pingsan. Sedikit udara segar biasanya bisa membantu mereka.

Sementara itu, Hulohot masih terus mencari-cari dengan panik. Becker tidak kelihatan di mana-mana. Kira-kira seratus orang sedang berlutut di depan altar panjang untuk menerima komuni. Hulohot bertanya-tanya apakah Becker berada di antara mereka. Dia memerhatikan punggung orang-orang itu. Dia bersiap untuk menembak dan }arak lima puluh yard dan kemudian kabur. EL CUERPO de Jesus, el pan de cielo.

Pastor muda yang memberikan komuni kepada Becker menatap pria itu dengan pandangan mencela. Pastor itu bias mengerti semangat orang asing ini untuk menerima komuni, tetapi tidak ada alasan untuk memotong antnan.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.