Baca Novel Online

Digital Fortress

Dan mereka terus membuat ukuran yang lebih kecil lagi, pikirnya.

Saat Jabba memejamkan matanya untuk bersantai, seseorang di luar menarik sepatu botnya.

“Jabba! Keluar!” teriak suara seorang wanita.

Midge menemukanku. Jabba mengerang.

“Jabba! Keluar!”

Dengan enggan Jabba menggeliat keluar. “Demi Tuhan, Midge! Sudah kuberi tahu-” Tetapi itu bukan Midge. Jabba menengadah dan terkejut. “Soshi?”

Soshi Kuta adalah sebuah “kabel berjalan” dengan bobot sembilan puluh pon. Dia adalah tangan kanan Jabba. Dia seorang teknisi Sys-Sec yang cerdas lulusan MIT. Soshi sering bekerja larut rnalarn bersama Jabba dan tampaknya merupakan satusatunya anggota staf yang tidak terintimidasi oleh Jabba. Soshi menatap Jabba dan bertanya, “Kenapa kau tidak menjawab teleponmu? Ataupun panggilan seranta danku?”

“Seranta danrnu?” ulang Jabba. “Kupikir itu-” “Sudahlah. Sesuatu yang aneh sedang terjadi di bank data utama.”

Jabba memeriksa jamnya. “Aneh?” Sekarang dia mulai khawatir. “Bisakah kau lebih jelas lagi?”

Dua menit kemudian, Jabba berlari di sepanjang lorong menuju bank data.

***

85

GREG HALE tergeletak meringkuk di atas lantai Node 3. Strathmore dan Susan baru saja menyeret pria itu melintasi Crypto dan mengikat tangan serta kakinya dengan kabel lebar dari mesin cetak laser yang ada di dalam Node 3.

Susan masih terkesima akan manuver cerdik yang baru saja dilakukan oleh sang komandan. Dia berpura-pura menelepon! Agaknya Strathmore telah memerdayai Hale, menyelamatkan Susan, dan mendapatkan waktu untuk menulis ulang Benteng Digital.

Susan melirik ke arah kriptografer yang terikat itu dengan gelisah. Napas Hale terdengar berat. Strathmore duduk di sofa dengan pistol Beretta di atas pangkuannya. Susan kembali memerhatikan komputer Hale dan melanjutkan rangkaian pencarian acaknya.

Rangkaian pencarian keempatnya mulai bekerja dan kembali dengan tangan hampa. “Masih belum beruntung,” Susan mendesah. “Mungkin kita harus menunggu sampai David menemukan salinan milik Tankado.”

Strathmore memandang Susan dengan tatapan tidak setuju. “Jika Dauid gagal, dan kunci sandi Tankado jatuh ke tangan yang salah

Strathmore tidak perlu menyelesaikan kata-katanya. Susan mengerti. Kunci sandi milik Tankado akan tetap berbahaya sampai berkas Benteng Digital di internet digantikan dengan uersi Strathmore yang sudah dimodifikasi.

“Setelah kita melakukan penukaran,” kata Strathmore, “aku tidak peduli ada berapa kunci sandi yang beredar. Lebih banyak, lebih baik.” Strathmore memberi isyarat kepada Susan untuk terus mencari. “Sebelum hal itu terjadi, kita harus berpacu dengan waktu.”

Susan membuka mulutnya untuk menjawab, tetapi katakatanya tertelan oleh sebuah suara yang memekakkan telinga. Kesunyian Crypto dirusak oleh sebuah sirene peringatan dan lantai bawah tanah. Susan dan Strathmore saling bertukar pandangan dengan bingung.

“Apa itu?” teriak Susan di sela-sela suara sirene itu.

“TRANSLTR!” balas Strathmore berteriak. Dia kelihatan cemas. “Mesin itu terlalu panas! Mungkin Hale benar tentang tenaga cadangan yang tidak bisa mengaktifkan freon.”

“Bagaimana dengan pengguguran secara otomatis?”

Strathmore berpikir sejenak, kemudian berteriak, “Pasti ada yang konslet.” Sebuah lampu sirene kuning menyala berputar-putar di atas lantai Crypto dan memancarkan cahaya bergelombang ke wajah Strathmore.

“Harus Anda gugurkan!” teriak Susan.

Strathmore mengangguk. Tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika tiga juta prosesor silikon menjadi terlalu panas dan terbakar. Strathmore harus naik ke atas, ke komputernya, dan menggugurkan proses pemecahan Benteng Digital—terutama sebelum siapa pun dan luar Crypto mengeDI tahui masalah ini dan memutuskan untuk mengirimkan pasukan bala bantuan.

Strathmore melihat ke arah Hale yang masih tidak sadarkan diri. Dia meletakkan pistol Berettanya di atas meja dekat Susan dan berteriak di antara bunyi sirene, “Aku akan segera kembali!” Saat Strathmore menghilang melalui lubang pada dinding Node 3, dia menoleh ke belakang dan berteriak, “Temukan kunci sandi itu untukku!”

SUSAN MENATAP hasil pencarian kunci sandi yang sia-sia dan berharap Strathmore bertindak cepat dan segera menggugurkan proses pemecahan Benteng Digital. Bunyi bising dan cahaya di Crypto terasa bagaikan sebuah peluncuran peluru kendali.

Di atas lantai, Hale mulai bergerak. Bersama dengan setiap bunyi sirene, Hale mengernyit. Susan terkejut sendiri ketika dia meraih Beretta di atas meja. Hale membuka mata dan melihat Susan sedang berdiri di atasnya dengan pistol tertodong di bagian selangkangannya.

“Di mana kunci sandi itu?” tanya Susan.

Hale kesulitan mengenali keadaan sekelilingnya. “Apa-apa yang terjadi?”

“Kau mengacaukannya. Itulah yang terjadi. Sekarang, di mana kunci sandi itu?”

Hale berusaha menggerakkan lengannya, tetapi ternyata dirinya terikat. Wajahnya menjadi panik. “Lepaskan aku!”

“Aku membutuhkan kunci sandi itu,” ulang Susan. “Aku tidak memilikinya! Lepaskan aku!” Hale berusaha berdiri, tetapi dia bahkan tidak bisa berguling.

Susan berteriak di antara suara sirene. “Kaulah North

Dakota, dan Ensei Tankado memberimu salinan kunci sandinya. Aku membutuhkannya sekarang!”

“Kau gila!” teriak Hale. “Aku bukan North Dakota!” Dia berjuang dengan sia-sia untuk melepaskan dirinya. Susan membentak dengan marah, “Jangan bohong padaku. Kenapa semua surat North Dakota ada di dalam account-rnu?”

“Sudah kukatakan tadi!” jawab Hale sementara sirene masih terus berbunyi. “Aku menyadap Strathmore! Email di dalam account-ku adalah salinan dan account Strathmore— email yang dicuri COMINT dan Tankado!”

“Omong kosong!” Kau tidak pernah bisa menyadap account Komandan!”

“Kau tidak mengerti!” teriak Hale. “Sudah ada penyadap di dalam account Strathmore!” Hale berbicara di antara suara sirene. “Seseorang telah meletakkan penyadap itu di sana. Aku rasa Direktur Fontaine yang melakukannya! Aku hanya menebeng! Kau harus memercayaiku! Itulah ceritanya bagaimana aku bisa mengetahui rencana Strathmore untuk menulis ulang Benteng Digital! Aku telah membaca BrainStormsnya!”

BramStorrns? Susan terdiam. Tidak diragukan lagi, Strathmore telah membuat garis besar rencananya untuk Benteng Digital dengan menggunakan peranti lunak BramStorrns. Jika ada yang bisa menyadap account Strathmore, orang itu bisa mendapatkan semua informasi yang ada ….

“Menulis ulang Benteng Digital adalah hal yang gila!” teriak Hale. “Kau tahu benar implikasinya—akses penuh oleh NSA!” Suara sirene bergaung keras dan menenggelamkan suara Hale, tetapi Hale bagai kerasukan. “Kau pikir kita siap bertanggung jawab? Kau pikir ada yang

bisa? Ini benar-benar picik! Kau mengatakan pemerintah kita memikirkan kepentingan rakyat? Bagus! Tetapi apa yang terjadi ketika pemerintahan yang akan datang tidak memikirkan kepentingan kita semua! Teknologi ini abadi!”

Susan hampir tidak bisa mendengar Hale. Suara ribut di Crypto benar-benar membuat tuh.

Hale berjuang untuk membebaskan dirinya. Dia menatap mata Susan dan terus berteriak. “Bagaimana rakyat sipil akan membela diri mereka terhadap polisi ketika orang-orang yang berkuasa bisa mengakses semua saluran komunikasi mereka? Bagaimana rakyat bisa merencanakan sebuah pemberontakan?”

Susan sudah pernah mendengar argumen seperti itu berulang kali. Argumen tentang pemerintahan yang akan dating merupakan keluhan rutin dan EFF.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.