Baca Novel Online

Digital Fortress

“Lepaskan dia,” kata sang komandan dengan tenang.

“Dia tidak rnernercayairnu.”

“Dasar kau bajingan pembohong! Kau telah mencuci otaknya. Kau memberitahunya apa yang sesuai dengan keinginanmu! Apakah dia tahu apa yang sebenarnya kau-rencanakan dengan Benteng Digital?”

“Dan apa itu?” tantang Strathmore.

Hale tahu, apa yang akan diucapkannya akan membebaskannya atau, kalau tidak, membunuhnya. Hale menarik napas panjang dan mulai berbicara. “Kau berencana untuk menambahkan sebuah celah pada Benteng Digital.”

Kata-kata itu disambut dengan keheningan yang membingungkan dan dalam kegelapan. Hale sadar, dia telah mengenai sasarannya.

Tampaknya, ketenangan Strathmore yang tidak tergoyahkan sedang diuji. “Siapa yang mengatakan hal ini padamu?” tanyanya. Suaranya terdengar sedikit kasar.

“Aku membacanya,” kata Hale dengan pongah sambil berusaha menikmati perubahan posisi tersebut. “Di dalam salah satu berkas Brainstorm milikmu.”

“Tidak mungkin. Aku tidak pernah mencetak berkas Brainstormku.”

“Aku tahu. Aku membacanya langsung dan account-

rnu.”

Strathmore terlihat ragu-ragu. “Kau masuk ke ruanganku?”

“Tidak. Aku menyadapmu dan Node 3.” Hale tertawa kecil. Dia sadar dirinya membutuhkan segala kemampuan bernegosiasi yang didapatkannya dan masa dinasnya di marmer agar bisa keluar dan Crypto dengan selamat.

Strathmore bergerak maju. Beretta miliknya teracung di dalam kegelapan. “Bagaimana kautahu tentang celahku?”

“Sudah kukatakan tadi. Aku menyadapmu.” “Mustahil.”

Hale mencibir pongah. “Salah satu masalah dan mempekerjakan yang terbaik, Komandan, adalah terkadang mereka lebih baik danmu.”

“Anak muda,” Strathmore mendesis marah, “aku tidak tahu dan mana kau mendapatkan informasi itu, tetapi kau telah kelewatan. Bebaskan Ms. Fletcher sekarang atau aku akan memanggil petugas keamanan dan menjeblos-kanmu ke penjara seumur hidup.”

“Kau tidak akan melakukannya,” kata Hale berterus terang. “Memanggil petugas keamanan akan menghancurkan rencanamu. Aku akan memberitahukan segalanya pada mereka.” Hale terdiam. “Tetapi jika kaubiarkan aku keluar, aku tidak akan mengatakan sepatah kata pun tentang Benteng Digital.”

“Tidak ada kesepakatan,” balas Strathmore. “Aku menginginkan kunci sandi itu.”

“Aku tidak memiliki kunci sandi apa pun!”

“Cukup sudah kebohonganmu!” teriak Strathmore. “Di mana kunci sandi itu?”

Hale menjepit leher Susan lagi. “Biarkan aku keluar, atau dia akan mati!”

TREVOR STRATHMORE telah banyak melakukan tawar-menawar berisiko tinggi sepanjang hidupnya. Dia sadar, Hale sekarang dalam kondisi yang sangat berbahaya. Knptografer muda itu telah tersudut, dan lawan yang tersudut adalah yang paling berbahaya—putus asa dan tidak bisa diduga. Strathmore sadar, langkah berikutnya sangat kritis. Nyawa Susan bergantung padanya—begitu pula masa depan Benteng Digital. Dia sadar, hal pertama yang harus dilakukannya adalah melepas ketegangan suasana saat itu. Setelah sekian lama, Strathmore mendesah dengan enggan. “Baiklah, Greg. Kau menang. Apa yang kauingin aku lakukan?”

Sunyi. Tampaknya untuk sesaat Hale tidak yakin bagaimana menangani nada suara Komandan yang terdengar ingin bekerja sama. Hale sedikit melonggarkan kepitannya pada leher Susan.

“B-baiklah Hale tergagap dan tiba-tiba suaranya bergetar. “Hal pertama yang kaulakukan adalah memberikan pistolmu padaku. Kalian berdua ikut denganku.”

“Sebagai tawanan?” Strathmore tertawa dingin. “Greg, kau bisa melakukan yang lebih baik. Ada sekitar lusinan penjaga bersenjata di antara tempat ini dan lapangan parkir.”

“Aku tidak bodoh,” bentak Hale. “Aku akan menggunakan liftmu. Susan ikut denganku! Kau tinggal!”

“Aku benci mengatakan ini padamu,” balas Strathmore, “tetapi liftku mati.”

“Omong kosong!” bentak Hale. “Lift itu mendapat listrik dan bangunan utama. Aku telah melihat denahnya.”

“Kami telah mencobanya,” kata Susan tercekat dan berusaha membantu. “Lift itu mati.”

“Kalian berdua penuh dengan omong kosong. Luar biasa!”

Hale mempererat kepitannya. “Jika lift itu mati, aku akan menggugurkan TRANSLTR dan mengembalikan tenaga listrik.”

“Elevator itu memerlukan sebuah kata kunci,” kata Susan dengan bersemangat.

“Tidak masalah.” Hale tertawa. “Aku yakin sang komandan akan memberitahukannya. Iya, kan, Komandan?”

“Tidak akan,” desis Strathmore.

Hale meledak marah. “Sekarang, dengarkan aku, Pak Tua—ini kesepakatannya. Kau akan membiarkan aku dan Susan menggunakan liftmu. Kami akan pergi dengan mobil selama beberapa jam, dan kemudian aku akan melepaskannya.”

Strathmore merasa situasinya meruncing. Dia telah melibatkan Susan, dan dia harus membebaskannya. Suara Strathmore terdengar tenang. “Bagaimana dengan rencanaku dengan Benteng Digital?”

Hale tertawa. “Kau bisa menyelipkan celahmu—aku tidak akan mengatakan sepatah kata pun.” Kemudian, suara Hale berubah mengancam. “Tetapi jika aku tahu kau mencariku, aku akan membeberkan semua cerita kepada pers. Aku akan memberitahukan bahwa Benteng Digital telah tercemar, dan aku akan menenggelamkan perusahaan terkutuk ini.”

Strathmore mempertimbangkan tawaran Hale. Tawaran itu mudah dan sederhana. Susan tetap hidup, dan Benteng Digital akan memiliki sebuah celah. Selama Strathmore tidak mengejar Hale, celah itu akan tetap menjadi rahasia. Strathmore tahu, Hale tidak bisa menutup mulutnya untuk waktu yang lama. Tetapi tetap saja, pengetahuannya tentang Benteng Digital adalah satu-satunya jaminannya—mungkin dia akan menjadi lebih cerdas. Apa pun yang terjadi, Strathmore tahu bahwa nantinya Hale bisa disingkirkan jika perlu.

“Putuskan segera, Pak Tua!” tantang Hale. “Kami pergi atau tidak?” Lengan Hale mengepit Susan dengan erat.

Strathmore tahu, jika dia mengangkat telepon sekarang dan memanggil Bagian Keamanan, Susan akan terus hidup. Strathmore berani mempertaruhkan nyawanya. Dia bisa melihat skenario itu dengan jelas. Telepon itu akan mengagetkan Hale. Hale akan menjadi panik dan akhirnya knptografer muda itu akan berhadapan dengan sekelompok kecil tentara. Hale tidak akan bisa berbuat apa-apa. Setelah merasa ragu selama beberapa saat, Hale akan menyerah. Tetapi jika aku memanggil Bagian Keamanan, pikir Strathmore, rencanaku akan berantakan.

Hale mengepit lebih keras lagi. Susan menjerit kesakitan.

“Jadi, bagaimana?” Hale berteriak. “Apakah aku harus membunuhnya?” Strathmore mempertimbangkan pilihan-pilihannya. Jika dia membiarkan Hale membawa Susan keluar dan Crypto, tidak akan ada jaminan. Lelaki itu mungkin akan berkendara untuk sesaat, memarkir mobilnya di hutan. Dia mungkin mempunyai pistol …. Perut Strathmore bergolak. Tidak bias dipastikan apa yang terjadi sampai Hale membebaskan Susan … jika dia membebaskannya. Aku harus menghubungi Bagian Keamanan, Strathmore memutuskan. Apa lagi yang bisa kulakukan?

Strathmore membayangkan Hale di pengadilan, membeberkan segalanya tentang Benteng Digital. Rencanaku akan berantakan. Pasti ada cara lain.

“Putuskan!” Hale berteriak sambil menyeret Susan ke arah tangga.

Strathmore tidak mendengarkan. Jika menyelamatkan Susan berarti menghancurkan rencananya, biarlah—tidak ada yang lebih berharga daripada Susan. Susan Fletcher bukanlah orang yang dapat Strathmore korbankan.

Hale memelintir tangan Susan ke belakang dan memiting lehernya ke salah satu sisi. “Ini kesempatan terakhirmu, Pak Tua! Berikan pistol itu!”

Pikiran Strathmore terus berpacu. Selalu ada pilihan lain! Akhirnya Strathmore berbicara—dengan pelan dan sedih. “Tidak, Greg, maaf. Aku tidak bisa melepaskanmu.”

Hale tercekat kaget. “Apa!”

“Aku akan menghubungi Bagian Keamanan.”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.