Baca Novel Online

Digital Fortress

Susan menjadi terdiam. Komandan benar. Mereka membutuhkan kunci sandi milik Hale. Dan mereka membutuhkannya sekarang.

Saat Susan berdiri, kakinya terasa lernas. Dia berharap dia menendang Hale lebih keras lagi tadi. Susan melirik senjata Strathmore dan tiba-tiba merasa mual. “Apakah Anda akan benar-benar menembak Hale?”

“Tidak.” Strathmore mengernyit sambil melangkah ke pintu. “Tetapi semoga dia mengira begitu.”

***

76

DI LUAR terminal bandara Sevilla, sebuah taksi sedang diam menanti, dan argonya terus berjalan. Penumpang dengan kacamata berbingkai kawat di dalamnya memandang ke arah terminal yang terang itu melalui jendela-jendela kaca mobil tersebut. Dia tahu bahwa dia tiba pada waktunya.

Dia bisa melihat gadis pirang itu. Gadis tersebut sedang membantu David Becker duduk di sebuah kursi. Tampaknya Becker sedang kesakitan. Dia belum merasakan sakit yang sebenarnya, pikir penumpang itu. Gadis itu mengeluarkan sebuah benda kecil dari kantongnya dan menyodorkannya kepada Becker. Becker mengangkat benda itu dan melihatnya di bawah sinar lampu. Kemudian, dia menyelipkan benda tersebut di jarinya. Dia mengeluarkan setumpuk uang dari dalam kantongnya dan membayar gadis itu. Mereka berbicara selama beberapa menit, dan kemudian gadis itu memeluk Becker. Gadis itu melambai, menyelempangkan tas pada bahunya, dan menyeberangi ruangan luas itu.

Akhirnya, pikir pria di dalam taksi itu. Akhirnya.

***

77

STRATHMORE KELUAR dari ruang kantornya dengan pistol yang siaga. Susan mengikuti dari belakang sambil bertanya-tanya apakah Hale masih berada di dalam Node 3.

Cahaya dari monitor Strathmore di belakang mereka membuat bayangan tubuh mereka tampak mengerikan di atas permukaan lantai yang kasar. Susan bergerak mendekati sang komandan.

Saat mereka menjauh dari pintu, cahaya pun melemah, dan mereka masuk ke dalam kegelapan. Satu-satunya cahaya di Crypto berasal dari bintang-bintang di atas dan dari kabut tipis di balik jendela Node 3 yang hancur

Strathmore bergerak maju sambil mencari tangga turun. Dia memindahkan Berettanya ke tangan kiri dan memegang teralis tangga dengan tangan kanannya. Karena Strathmore berpikir bahwa tembakan tangan kirinya juga sama buruknya, dia memutuskan untuk menggunakan tangan kanannya untuk berpegangan. Jatuh dari tangga ini bisa membuat seseorang cacat seumur hidup, sedangkan Strathmore memimpikan masa pensiun yang tidak melibatkan sebuah kursi roda.

Susan, yang menjadi buta karena gelapnya kubah Crypto, turun dengan sebelah tangan pada pundak Strathmore. Bahkan pada }arak dua kaki, dia tidak bisa melihat garis tubuh sang komandan. Saat menjejakkan kakinya pada setiap anak tangga dan logam itu, Susan meraba-raba dengan ujung jari kakinya untuk merasakan bagian tepi anak tangga.

Susan mulai meragukan keputusannya mengambil risiko untuk mengunjungi Node 3 dan mengambil kunci sandi milik Hale. Sang Komandan bersikeras bahwa Hale tidak mempunyai nyali untuk menyakiti mereka, tetapi Susan tidak begitu yakin. Hale putus asa. Pria muda itu memiliki dua pilihan: Kabur dan Crypto atau masuk penjara. Sebuah suara terus mengatakan kepada Susan bahwa mereka harus menunggu kabar dan Dauid dan menggunakan kunci sandi darinya, tetapi Susan sadar bahwa tidak ada jaminan kekasihnya itu akan menemukannya. Dia bertanyatanya apa yang membuat Dauid begitu lama. Dia menelan semua kekhawatirannya dan berjalan maju.

Strathmore turun dengan diam-diam. Tidak ada gunanya memberi tahu Hale tentang kedatangan mereka. Saat mereka hampir sampai di bawah, Strathmore memperlambat langkahnya untuk merasakan anak tangga terakhir. Ketika dia menemukannya, hak sepatunya membuat suara ketukan pada ubin hitam yang keras. Susan merasakan pundak sang komandan menjadi tegang. Mereka telah memasuki daerah yang berbahaya. Hale bisa berada di mana saja.

Tujuan mereka—Node 3—berada di kejauhan, tersembunyi di belakang TRANSLTR. Susan berdoa agar Hale masih berada di sana, tergeletak di atas lantai, dan mengerang kesakitan layaknya seekor anjing.

Strathmore melepas tangannya dan pegangan tangga dan mengembalikan pistol ke tangan kanannya. Tanpa sepatah kata pun, dia bergerak di dalam kegelapan. Susan memegang erat bahu sang komandan. Jika sampai terlepas, satu-satunya cara untuk menemukannya lagi adalah dengan berbicara dan Hale akan mendengar mereka. Saat mereka beranjak pergi dan daerah tangga yang aman, Susan teringat akan sebuah permainan yang sering dilakukannya pada waktu malam semasa kecil—dia sudah meninggalkan pangkalannya, berada di tempat terbuka. Susan merasa mudah untuk diserang.

TRANSLTR adalah satu-satunya pulau di lautan hitam yang luas. Setiap beberapa langkah, Strathmore berhenti dengan pistol yang siap di tangan dan mendengarkan. Suara yang terdengar hanyalah dengungan pelan dan bagian bawah. Susan ingin menarik Strathmore kembali, kembali ke tempat yang aman, ke pangkalan. Dia merasa seperti ada wajah-wajah dalam kegelapan di sekelilingnya.

Separuh jalan menuju TRANSLTR, kesunyian Crypto pecah. Di suatu tempat dalam kegelapan, sepertinya dan arah kanan atas mereka, sebuah suara bip melengking tinggi menembus malam. Strathmore berbahk dan Susan kehilangan pegangan. Dengan perasaan takut, Susan menjulurkan tangan dan berusaha menggapai sang komandan. Tetapi sang komandan telah pergi. Tempat bahunya tadi berada sekarang tinggal udara kosong. Susan berjalan maju dengan susah payah di dalam kekosongan.

Suara melengking itu tetap berlanjut. Jaraknya dekat. Susan berputar di dalam kegelapan. Dia mendengar suara gesekan pakaian dan tiba-tiba suara melengking itu berhenti. Susan diam tidak bergerak. Tidak lama kemudian, bagai datang dan mimpi terburuk di masa kecilnya, sebuah bayangan muncul. Sebuah wajah tampak di depan Susan. Tampaknya seperti hantu dan berwarna kehijauan. Wajah itu adalah wajah setan. Bayang-bayang tajam mencuat dan makhluk yang berbentuk aneh itu. Susan meloncat mundur. Dia berbahk untuk lari, tetapi makhluk itu menangkap lengannya.

“Jangan bergerak!” perintah makhluk itu.

Untuk sesaat, Susan berpikir dirinya melihat Hale di dalam kedua mata yang menyala itu. Tetapi itu bukan suara Hale. Dan sentuhannya terlalu lembut. Itu Strathmore. Wajahnya disinari dan bawah oleh sebuah benda menyala yang baru saja dia keluarkan dan kantongnya. Badan Susan menjadi lemas karena lega. Dia merasa dirinya bernapas lagi. Benda di tangan Strathmore memiliki sejenis LED atau tampilan layar elektronik yang mengeluarkan cahaya hijau.

“Sial,” Strathmore mengutuk pelan. “Pager baruku.” Strathmore menatap kesal pada SkyPager di telapak tangannya. Dia tadi lupa membuatnya bisu. Ironisnya, Strathmore membeli alat itu di sebuah toko elektronik lokal. Dia membayar tunai agar identitasnya tidak terlacak. Tidak ada yang tahu sebaik Strathmore bahwa NSA mengawasi mereka dengan ketat. Strathmore ingin menjaga kerahasiaan dan semua pesan digital yang dikirim dan diterima dirinya melalui pager ini.

Susan melihat ke sekelilingnya dengan gugup. Jika sebelumnya Hale tidak tahu akan kedatangan mereka, sekarang pria muda itu pasti sudah tahu.

Strathmore memencet beberapa tombol dan membaca pesan yang masuk. Strathmore mengerang pelan. Itu kabar buruk lainnya dan Spanyol—bukan dan Dauid Becker, tetapi dan pihak lain yang Strathmore kirim ke Seuilla.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.