Baca Novel Online

Digital Fortress

Susan menunggu apa maksud pembicaraan itu.

Sang komandan menatap letih ke arah lantai dan kemudian menengadah. “Susan, dengarkan aku,” katanya sambil tersenyum lembut pada wanita itu. “Kau akan menghentikanku, tetapi dengarkan aku. Aku telah berusaha memecahkan email Tankado sejak dua bulan lalu. Seperti yang bisa kaubayangkan, aku terkejut waktu pertama kali membaca pesan Tankado kepada North Dakota tentang sebuah alogaritma yang tidak bisa dipecahkan, yang bernama Benteng Digital. Tadinya aku tidak percaya jika hal itu mungkin. Tetapi setiap kali aku menyadap sebuah pesan baru, Tankado terdengar semakin meyakinkan. Ketika aku membaca bahwa Tankado menggunakan rangkaian-rangkaian mutasi untuk menulis sebuah kode-kunci yang berotasi, aku sadar bahwa pria Jepang itu ribuan tahun lebih maju daripada kita. Itu sebuah terobosan yang belum pernah dicoba oleh siapa pun di sini.”

“Kenapa kita harus mencobanya?” tanya Susan. “Itu hampir tidak masuk akal.”

Strathmore berdiri dan mulai berjalan mondar-mandir sambil menatap lantai. “Beberapa minggu lalu, saat aku mendengar tentang pelelangan Benteng Digital, akhirnya aku tahu bahwa Tankado tidak main-main. Aku sadar, jika dia menjual alogantmanya kepada sebuah perusahaan peranti lunak Jepang, kita akan tenggelam. Jadi, aku berusaha memikirkan segala cara untuk menghentikannya. Aku sempat berpikir untuk menyuruh orang membunuhnya, tetapi dengan segala gembar-gembor yang ada seputar alogaritma itu dan segala pernyataannya tentang TRANSLTR, kita akan menjadi tersangka utama. Saat itulah aku sadar.” Strathmore berpaling kepada Susan. “Aku sadar bahwa keberadaan Benteng Digital jangan dihalang-halangi.”

Susan menatap Strathmore dengan bingung.

Strathmore melanjutkan. “Tiba-tiba aku melihat Benteng Digital sebagai sebuah kesempatan seumur hidup. Pandanganku berubah. Benteng Digital dapat bekerja untuk kita, bukannya melawan kita.”

Susan belum pernah mendengar hal sekonyol itu. Benteng Digital adalah sebuah alogaritma yang tidak bisa dipecahkan. Benteng Digital akan menghancurkan mereka.

“Jika,” Strathmore melanjutkan, “jika aku bisa membuat sedikit modifikasi pada alogaritma tersebut … sebelum alogaritma itu diedarkan Strathmore menatap Susan dengan pandangan yang licik.

Hal itu hanya butuh sesaat.

Strathmore melihat rasa takjub di dalam mata Susan. Dengan bersemangat, dia menjelaskan rencananya. “Jika aku bisa mendapatkan kunci sandi itu, aku bisa membuka salinan Benteng Digital kita dan membuat sedikit perubahan.”

“Sebuah celah,” kata Susan yang lupa bahwa sang komandan telah berbohong padanya. Susan merasa bersemangat. “Persis seperti Skipjack.”

Strathmore mengangguk. “Kemudian, kita bisa mengganti berkas milik Tankado yang akan dibagi-bagikannya di internet itu dengan versi kita yang telah diubah. Karena Benteng Digital adalah sebuah alogaritma Jepang, tidak akan ada yang curiga pada keterlibatan NSA. Vang perlu kita kerjakan adalah melakukan penukaran itu.”

Susan sadar rencana itu sangat genius. Sangat murni … Strathmore. Strathmore berencana membantu mengedarkan sebuah alogaritma yang bisa dipecahkan oleh NSA.

“Akses penuh,” kata Strathmore. “Dalam sekejap, Benteng Digital akan menjadi sebuah standar penulisan sandi.”

“Sekejap?” tanya Susan. “Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu? Bahkan jika Benteng Digital bisa didapatkan di mana pun secara gratis, kebanyakan pengguna komputer akan tetap menggunakan alogaritma lama dengan alasan kemudahan. Untuk apa mereka pindah ke Benteng Digital?”

Strathmore tersenyum. “Sederhana. Kita akan membocorkan rahasia kita. Seluruh dunia akan tahu tentang TRANSLTR.”

Susan menganga.

“Cukup sederhana, Susan. Kita memberitahukan yang sebenarnya kepada masyarakat luas. Kita akan mengatakan kepada dunia bahwa NSA memiliki komputer yang bisa memecahkan setiap alogaritma kecuali Benteng Digital.”

Susan terpana. “Jadi, setiap orang akan menyerbu Benteng Digital … tanpa tahu bahwa kita bisa memecahkannya.”

Strathmore mengangguk. “Tepat sekali.” Mereka terdiam. “Aku meminta maaf telah berbohong padamu. Berusaha menulis ulang Benteng Digital adalah sebuah masalah besar. Aku tidak ingin mehbatkanmu.”

“Saya … saya mengerti,” jawab Susan pelan. Dirinya masih terpana akan ide cemerlang itu. “Anda cukup pintar berbohong.”

Strathmore terkekeh. “Latihan bertahun-tahun. Berbohong adalah satu-satunya cara untuk terbebas dan masalah.”

Susan mengangguk. “Dan seberapa besar masalahnya?”

“Kau sedang menghadapinya.”

Susan tersenyum untuk pertama kalinya selama satu jam terakhir. “Saya sudah mengira Anda akan mengatakannya.”

Strathmore mengangkat bahunya. “Jika Benteng Digital telah siap, aku akan memberi tahu Direktur.”

Susan merasa takjub. Rencana Strathmore adalah sebuah prestasi hebat dalam intelijen global yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan Strathmore berusaha melakukannya sendiri. Kelihatannya dia hampir berhasil. Kunci sandi tersebut ada di bawah sana. Tankado telah tewas. Rekannya telah ditemukan.

Susan terdiam.

Tankado telah tewas. Kedengarannya terlalu mudah. Susan teringat akan semua kebohongan yang telah diceritakan Strathmore kepadanya dan tiba-tiba dia menggigil. Dia menatap gelisah pada sang komandan. “Apakah Anda telah membunuh Ensei Tankado?”

Strathmore tampak terkejut dan menggeleng. “Tentu saja tidak. Tidak ada gunanya membunuh Tankado. Bahkan sebenarnya, aku lebih suka jika dia masih hidup. Kematiannya bisa menimbulkan kecurigaan pada Benteng Digital. Aku menginginkan pertukaran itu berjalan semulus dan serapi mungkin. Rencana semula adalah melakukan penukaran itu dan membiarkan Tankado menjual kuncinya.”

Susan harus mengakui bahwa hal tersebut masuk akal. Tankado tidak mempunyai alasan untuk curiga bahwa alogaritma yang berada pada internet bukanlah yang asli. Tidak ada yang bisa mengaksesnya, kecuali dirinya sendiri dan North Dakota. Kecuali jika Tankado memeriksa kembali program tersebut setelah diedarkan, dia tidak akan mengetahui tentang adanya sebuah celah. Tankado telah bekerja keras untuk Benteng Digital sehingga dirinya mungkin tidak ingin mengutak-atik lagi program itu.

Susan membiarkan segalanya mengendap. Tiba-tiba dirinya sadar kenapa Strathmore memerlukan privasi di dalam Crypto. Tugas sang komandan sangat menyita waktu dan sangat rentan—menambahkan celah pada alogaritma yang rumit dan membuat sebuah pertukaran yang tidak terdeteksi pada internet. Kerahasiaan adalah hal yang utama. Sedikit saja ada kecurigaan bahwa Benteng Digital telah ternoda, hancurlah seluruh rencana sang komandan.

Baru sekarang Susan menyadari kenapa Strathmore membiarkan TRANSLTR tetap bekerja. Jika Benteng Digital akan menjadi anak. kesayangan NSA yang baru, Strathmore harus memastikan bahwa alogaritma tersebut tidak, terpecahkan!

“Masih ingin keluar?” tanya Strathmore.

Susan menengadah. Agaknya dengan duduk di dalam kegelapan bersama Treuor Strathmore yang hebat, segala ketakutan Susan sirna. Menulis ulang Benteng Digital adalah sebuah kesempatan untuk membuat sejarah—sebuah kesempatan untuk berbuat kebaikan—dan Strathmore bisa mengandalkan bantuannya. Susan tersenyum dengan terpaksa. “Apa langkah kita berikutnya?”

Strathmore bersemu. Dia mengulurkan tangan dan meletakkannya di atas pundak Susan. “Terima kasih.” Dia tersenyum dan langsung bersikap serius. “Kita akan turun bersama- sama.” Dia mengangkat Berettanya. “Kau akan mencari di komputer Hale. Aku akan melindungimu.”

Memikirkan bahwa dirinya harus turun membuat Susan menjadi gelisah. “Tidak bisakah kita menunggu telepon dan Dauid mengenai salinan Tankado?”

Strathmore menggeleng. “Lebih cepat kita melakukan penukaran itu, lebih baik. Kita bahkan tidak mempunyai jaminan apakah Dauid bisa menemukan salinan itu. Jika karena suatu kecelakaan, cincin itu jatuh ke tangan-tangan yang salah di sana, aku lebih suka jika kita telah melakukan penukaran tersebut. Bila itu terjadi, siapa pun yang mendapatkan kunci itu akan men-download alogaritma uersi kita.” Strathmore menggenggam pistolnya dan berdiri. “Kita harus mendapatkan kunci milik Hale.”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.