Baca Novel Online

Digital Fortress

“Jangan khawatir tentang dia.” Rocio tertawa. “Dia hanya sedikit frustrasi. Dia akan mendapatkan bagiannya.” Rocio mengibaskan rambutnya dan berkedip.

“Ada lagi yang lain?” tanya Becker. “Apa pun yang bias Anda ceritakan untuk membantu saya?”

Rocio menggeleng. “Hanya itu. Tetapi Anda tidak akan pernah menemukan gadis itu. Seuilla adalah kota yang besar—akan sangat sulit.”

“Saya akan berusaha semampuku.” Ini masalah keamanan nasional ….

“Jika Anda tidak beruntung,” kata Rocio, melirik ke amplop gemuk di kantong Becker, “silakan mampir lagi. Temanku pasti sudah tidur, tidak diragukan lagi. Ketuk perlahan. Saya akan mencarikan sebuah kamar tambahan. Anda akan melihat sisi Spanyol yang tidak akan pernah Anda lupakan.” Rocio melakukan gerakan mencumbu yang genit dengan bibirnya.

Becker memaksakan sebuah senyuman sopan. “Saya harus pergi sekarang.” Dia meminta maaf kepada si Jerman karena telah mengganggu malamnya.

Raksasa itu tersenyum malu. “Keine Ursache.”

Becker berjalan ke arah pintu. Tidak masalah? Bagaimana dengan “Enyah sana dan mampuslah” tadi?

***

36

“PENGGUGURAN SECARA manual?” Susan menatap layarnya, terpana.

Susan yakin, dirinya tidak mengetik perintah pengguguran manual apa pun—setidaknya tidak dengan sengaja. Dia bertanya-tanya apakah mungkin dia tanpa sengaja telah salah ketik.

“Mustahil,” gumam Susan. Menurut tampilan, perintah tersebut terkirim kurang dari dua puluh menit yang lalu. Susan yakin, satusatunya yang diketik selama dua puluh menit terakhir adalah kode privasinya ketika dia keluar untuk berbicara dengan sang komandan. Sungguh konyol jika kode privasinya disalahartikan sebagai sebuah perintah pengguguran.

Karena tahu hanya membuang-buang waktu saja, Susan menampilkan catatan Screenlocknya dan memeriksa ulang apakah kode privasinya sudah dimasukkan dengan benar. Ternyata memang sudah.

“Lalu dari mana,” tanyanya dengan marah. “Dari mana program ini mendapatkan perintah pengguguran secara manual?” Susan merengut dan menutup tampilan Screenlock-nya. Secara tidak terduga, pada saat tampilan itu menghilang, sesuatu menarik perhatiannya. Dia membuka tampilan itu kembali dan mempelajari datanya. Ini tidak masuk akal. Catatan yang menunjukkan waktu komputernya terkunci ketika dia meninggalkan Node 3 terlihat benar, tetapi catatan yang menunjukkan waktu dibukanya lagi komputer itu terlihat aneh. Kedua waktu itu berselisih kurang dan satu menit. Susan yakin, dirinya berada di luar bersama sang komandan lebih dan satu menit.

Susan menggulung ke bawah halaman tampilan itu. Apa yang dilihatnya membuatnya kaget. Sebuah catatan tentang satu set kode mengunci-membuka yang kedua muncul. Menurut catatan itu, seseorang telah membuka komputernya pada saat dia tidak berada di tempat.

“Tidak mungkin!” Susan tercekat. Satu-satunya tersangka adalah Greg Hale, dan Susan cukup yakin dia tidak pernah memberikan kode privasinya kepada pria itu. Untuk mengikuti prosedur knptografi yang baik, Susan telah memilih kodenya secara acak dan tidak menyimpan catatan tentang hal itu. Mustahil jika Hale bisa dengan tepat menebak lima karakter yang terdiri atas campuran huruf dan angka—itu 36 pangkat S atau lebih dan 60 juta kemungkinan.

Tetapi catatan tentang Screenlock sangatlah jelas. Susan menatapnya dengan penuh tanda tanya. Bagaimanapun juga, Hale pasti telah mengutak-atik komputernya selama dirinya tidak ada. Hale telah mengirimkan sebuah perintah pengguguran secara manual kepada pelacaknya.

Pertanyaan tentang bagaimana telah berubah menjadi kenapa? Hale tidak memiliki motif untuk mendobrak komputernya. Dia bahkan tidak tahu untuk apa Susan mengirim program pelacak. Bahkan kalaupun dia tahu, pikir Susan, untuk apa dia merasa keberatan atas tindakanku melacak seorang pria bernama North Dakota?

Pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab itu sepertinya semakin berlipat ganda dalam kepala Susan. “Satu per satu,” katanya dengan lantang. Dia akan mengurus Hale sebentar lagi. Sedangkan untuk mengatasi masalah yang sedang ditanganinya, dia menyiapkan kembali program pelacaknya dan menekan tombol ENTER. Komputernya berbunyi sekali.

PELACAK TERKIRIM

Susan tahu program pelacaknya akan memakan waktu berjam-jam untuk kembali. Dia mengutuk Hale dan bertanyatanya bagaimana pria itu bisa mendapatkan kode privasinya dan kenapa dia tertarik pada pelacaknya.

Susan berdiri dan dengan cepat melangkah ke komputer Hale. Layar komputernya gelap tetapi Susan tahu komputer tersebut tidak terkunci karena monitornya mengeluarkan sinar redup di sekelilingnya. Para kriptografer jarang mengunci komputer mereka kecuali ketika mereka meninggalkan Node 3 waktu malam. Sebagai gantinya, mereka meredupkan cahaya monitor mereka—ini sebuah kode kehormatan universal yang berarti tidak ada yang boleh mengutak-atik komputer tersebut.

Susan mencapai komputer Hale. “Persetan dengan kode kehormatan,” katanya. “Apa sebenarnya maumu?”

Setelah dengan cepat melihat ke arah lantai Crypto yang kosong, Susan mengatur pencahayaan komputer Hale. Monitor itu terfokus, tetapi layarnya sama sekali kosong. Karena tidak yakin apa yang harus dilakukan,

Susan memilih program pencarian dan mengetik

CARI: “PELACAK

Itu tindakan untung-untungan, tetapi jika ada rujukan tentang pelacak Susan di komputer Hale, maka pencarian ini akan menemukannya. Hal ini mungkin bisa menjelaskan kenapa Hale secara manual telah menggugurkan program pelacaknya. Beberapa detik kemudian, tampilan layar itu berubah.

TIDAK DITEMUKAN PADANANNYA

Susan terpekur sebentar karena tidak yakin apa yang sebenarnya dicari. Dia mencoba lagi.

CARI: “SCREENLOCK

Monitor itu berganti tampilan lagi dan menyuguhkan serentetan rujukan yang tidak penting. Tidak ada petunjuk bahwa Hale memiliki salinan kode privasi Susan dalam komputernya.

Susan mendesah keras. Jadi, program apa yang telah digunakan Hale hari ini? Susan pindah ke menu “aplikasi yang baru saja dipakai” untuk mencari program terakhir yang dipakai Hale. Ternyata program itu adalah server email Hale. Susan mencari hard dnve Hale dan akhirnya menemukan folder email pria itu yang tersembunyi dengan baik di dalam direkton lainnya. Dia membuka folder itu dan beberapa folder tambahan muncul. Kelihatannya, Hale memiliki beberapa identitas dan account email. Dia tidak terkejut ketika melihat salah satunya adalah account anonim. Susan membuka folder itu dan mengekhk salah satu pesan lama yang masuk.

Susan segera berhenti bernapas. Pesan itu berbunyi:

KEPADA: NDAKOTA@ARA.ANON.ORG DARI: ET@DOSHISHA.EDU KEMAJUAN VANG MENAKJUBKAN! BENTENG DIGITAL SUDAH HAMPIR SELESAI. INI AKAN MEMBUAT NSA KETINGGALAN ZAMAN.

Seolah dalam mimpi, Susan membaca pesan itu berulang kali. Kemudian, dengan bergetar, dia membuka sebuah pesan lain.

KEPADA: NDAK0TA@ARA.AN0N.ORG DARI: ET@DOSHISHA.EDU TEKS-JELAS VANG BEROTASI BEKERJA DENGAN BAIK! RANGKAIAN MUTASI ADALAH KUNCINVA!

Sungguh tak terbayangkan, tetapi begitulah adanya. Sebuah email dan Ensei Tankado. Tankado selama ini menyurati Greg Hale. Mereka bekerja bersama. Susan menjadi kelu melihat kebenaran yang sulit dipercayai terpampang di layar di depannya.

Greg Hale adalah NDAKOTA?

Mata Susan terpaku pada layar. Pikirannya sibuk mencari penjelasan lain, tetapi ternyata tidak dapat. Sudah ada bukti—mendadak dan tidak bisa dipungkiri: Tankado telah menggunakan rangkaian mutasi untuk membuat sebuah fungsi teks-jelas yang berotasi, dan Hale telah bersekongkol dengannya untuk menjatuhkan

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.