Baca Novel Online

Digital Fortress

“Tetapi

KLIK.

Becker mengutuk pelan dan meletakkan gagang telepon ke tempatnya. Gagal tiga kali. Dia yakin Clouchar- de telah mengatakan bahwa orang Jerman itu menyewa gadis itu sepanjang akhir pekan.

BECKER MELANGKAH keluar dan bilik telepon di persimpangan Calle Salado dan Auenida Asuncion. Walaupun lalu lintas padat, udara segar Sevilla yang berbau jeruk mengelilingi Becker. Saat itu sudah senja—waktu yang paling romantis. Becker teringat pada Susan. Kata-kata Strathmore merasuki pikirannya: Temukan cincin itu. Dia mengempaskan dirinya di sebuah bangku dan memikirkan langkah selanjutnya. Langkah apa?

***

25

DI DALAM Clinica de Salud Publica, waktu berkunjung telah habis. Lampu-lampu ruang olahraga telah dipadamkan. Pierre Cloucharde telah terlelap. Dia tidak melihat sebuah sosok yang merunduk di atasnya. Sebuah jarum suntik curian berkilat dalam kegelapan, kemudian masuk ke dalam tabung infus yang berada di atas perge-langan tangannya. Tabung jarum suntik itu berisi 30 cc cairan pembersih yang dicuri dari kereta dorong seorang pembersih ruangan. Dengan tenaga yang besar, sebuah jempol yang kuat menekan pendorong tabung jarum itu ke bawah dan membuat cairan kebiruan itu masuk ke dalam nadi pria tua itu.

Cloucharde hanya terbangun sesaat. Dia mungkin akan menjerit kesakitan jika sebuahtangan yang kuat tidak mendekap mulutnya. Dia terbaring di atas dipannya dan tertindih oleh beban yang berat. Cloucharde bisa merasakan panas bagai kantong api merambat naik di dalam lengannya. Ada rasa sakit luar biasa yang melaju ke bagian ketiak, dada, dan kemudian, seperti jutaan keping kaca yang pecah, menghantam otaknya. Cloucharde menyaksikan kilatan cahaya yang cemerlang … dan kemudian tidak terasa apa-apa. Pengunjung itu melepaskan cengkeramannya. Dalam kegelapan, dia berusaha melihat nama si pasien di papan catatan, dan kemudian menyelinap keluar.

Di jalan, pria dengan kacamata berbingkai kawat itu meraih sebuah alat yang melekat pada ikat pinggangnya. Benda persegi panjang itu kira kira sebesar kartu kredit. Alat itu adalah sebuah prototipe komputer Monocle yang baru. Dikembangkan oleh angkatan laut AS untuk membantu para teknisi merekam voltase baterai di dalam ruangan sempit pada kapal selam, komputer miniatur itu dilengkapi dengan sebuah modem seluler dan kemajuan terbaru di bidang mikroteknologi. Tampilan visualnya adalah sebuah LCD tembus pandang yang muncul pada lensa kiri kaca mata. Monoclemerupakan perwujudan dari sistem komputasi generasi baru. Sang pengguna dapat melihat datanya sambil terus berinteraksi dengan dunia sekitarnya.

Walaupun begitu, kecanggihan Monocle ini bukanlah pada tampilannya yang kecil, tetapi pada sistem pemasukan datanya. Seorang pengguna dapat memasukkan informasi melalui alat-alat penghubung kecil yang disematkan pada ujung jari, dengan cara menyentuh alat-alat penghubung itu secara berurutan sehingga menyerupai penulisan ringkas stenografi di pengadilan. Komputer kemudian akan menerjemahkan huruf-huruf itu ke dalam bahasa Inggris.

Pembunuh itu menekan sebuah tombol kecil, dan kacamatanya berkedip hidup. Dengan tangan berada di samping, pria itu mulai saling menyentuhkan ujung-ujung jari yang berbeda dengan cepat. Sebuah pesan muncul di hadapannya

SUBJEK: P. CLOUCHARDE—SUDAH DISINGKIRKAN.

Pembunuh itu tersenyum. Mengirimkan berita tentang pembunuhan adalah bagian dari pekerjaannya. Tetapi mengikutsertakan nama korban … itu adalah sesuatu yang elegan bagi pria berkacamata dengan bingkai kawat ini. Jari-jarinya bergerak lagi, dan modem selulernya teraktivasi.

PESAN TERKIRIM.

***

26

SAMBIL DUDUK di bangku yang ada di seberang klinik umum tersebut, Becker memikirkan apa yang harus dilakukannya sekarang. Teleponnya ke biro-biro pendamping tidak membuahkan hasil apa-apa. Sang komandan, yang merasa was-was akan keamanan komunikasi lewat telepon umum, telah memintanya untuk tidak menghubunginya sampai dia mendapatkan cincin itu. Becker berpikir untuk meminta bantuan dari kantor polisi lokal—mungkin mereka mempunyai catatan tentang seorang pelacur berambut merah—tetapi Strathmore telah dengan tegas melarangnya. Kamu tidak kasa t mata. Tidak ada yang boieh tahu tentang keberadaan cincin ini.

Becker bertanya-tanya apakah dia perlu menjelajahi daerah lampu merah di Tria-na untuk mencari wanita misterius itu. Atau mungkin dia perlu mencari tahu tentang seorang pria Jerman gembrot di semua restoran. Tampaknya semua hanya buang-buang waktu saja.

Kata-kata Strathmore kembali terngiang-ngiang: Ini masafah keamanan nasional … kau harus menemukan cincin itu.

Sebuah suara di dalam benaknya memberitahukan bahwa dia telah melewatkan suatu hal—suatu hal yang penting—tetapi dia tidak bisa mengingat hal apa itu. Saya seorang pengajar, bukan agen rahasia. Dia mulai bertanya-tanya kenapa Strathmore tidak mengirim seorang profesional saja.

Becker berdiri dan berjalan tanpa arah di sepanjang Calle Delicias, sambil terus memikirkan pilihan-pilihannya. Trotoar yang terbuat dari bebatuan bulat berubah menjadi kabur dalam pandangannya. Malam telah tiba.

Tetesan Embun.

Ada suatu hal tentang nama konyol itu yang mengganggu pikirannya. Tetesan Embun. Suara Senor Roldan yang cekatan dari Escotes Belen itu bagai sebuah lingkaran tak terputus di dalam kepalanya. Kami hanya memiliki dua gadis berambut merah …. Dua gadis berambut merah, Inmaculada dan Rocio … Rocio … Rocio

Becker mendadak berhenti. Tiba-tiba dirinya sadar. Dan aku menyebut diriku seorang ahli bahasa? Dia tidak percaya telah melewatkan hal itu.

Rocio adalah salah satu nama yang populer untuk seorang gadis di Spanyol. Nama itu mencerminkan segala hal yang baik bagi seorang gadis Katolik muda— kemurnian, kesucian, dan kecantikan alamiah. Konotasi dari kemurnian yang berakar dari makna harfiah nama itu sendiri- Tetesan Embun!

Suara pria tua Kanada itu terngiang di telinga Becker. Tetesan Embun. Rocio telah menerjemahkan namanya ke dalam satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh dia dan kliennya—bahasa Inggris. Dengan bersemangat, Becker segera mencari sebuah telepon umum.

Dari seberang jalan, seorang pria dengan kacamata berbingkai kawat mengikuti dari jarak yang aman.

***

27

DI ATAS lantai Crypto, bayangan-bayangan berubah menjadi lebih panjang dan samar. Untuk mengimbangi hal tersebut, penerangan otomatis di bagian atas secara berangsur bertambah terang. Susan masih berada di depan komputernya sambil menunggu kabar dari pelacaknya. Ternyata hal itu memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakannya.

Pikiran Susan mengembara ke mana-mana—rasa rindunya pada David dan keinginannya untuk menyuruh Greg Hale pulang, walaupun Hale belum bergerak sama sekali. Syukurla Hale diam sepanjang waktu karena tenggelam dalam apa pun yang dilakukannya di komputernya.

Susan sama sekali tidak peduli dengan apa yang sedang dikerjakan Hale selama pria itu tidak mengakses Run-Monitor. Yang jelas, Hale belum melakukannya. Waktu enam belas jam pasti akan membuatnya menyalak keras. Susan menyesap cangkir teh yang ketiga ketika akhirnya sesuatu terjadi—komputernya berbunyi sekali. Detak nadinya terpacu. Sebuah lambang berbentuk amplop yang berkedip muncul di layar untuk menandakan masuknya sebuah email. Dia segera melirik Hale. Pria itu benar-benar tenggelam dalam pekerjaannya. Susan menahan napas dan mengklik lambing amplop itu dua kali.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.