Baca Novel Online

Digital Fortress

Setelah mendekam tidak lama di dalam penjara, Halite mulai mencari pekerjaan di sektor swasta sebagai pemrogram. Dia selalu berterus terang tentang kejadian di masa tugasnya sebagai marinir, dan dia membujuk calon majikannya dengan menawarkan sebulan kerja tanpa digaji untuk membuktikan kemampuannya. Hale yakin, begitu para majikan tahu apa yang bisa dilakukannya dengan komputer, mereka tidak akan melepaskannya.

Ketika keahliannya di bidang komputer bertambah, Hale mulai membuat hubungan melalui internet di seluruh dunia. Dia adalah salah satu pecandu dunia maya jenis baru itu dengan teman-teman internet di setiap negara. Dia bergerak ke sana kemari di pentas buletin elektronik dan kelompokkelompok percakapan Eropa. Dia pernah dipecat dari dua tempat kerja karena menggunakan account perusahaan untuk mengirimkan foto-foto porno kepada teman-temannya.

“APA YANG /cau-lakukan di sini?” tanya Hale di tengah langkahnya dan menatap Susan. Kelihatannya Hale berharap dapat menggunakan seluruh Node 3 sendirian hari ini.

Susan memaksa dirinya untuk tetap tenang. “Sekarang hari Sabtu, Greg. Aku bisa menanyakan hal yang sama padamu.” Tetapi Susan tahu apa yang dilakukan Hale di tempat itu. Hale adalah pecandu komputer sejati. Walaupun ada peraturan hari Sabtu, Hale menyelinap ke dalam Crypto setiap akhir pekan untuk menjalankan komputer NSA yang tak tertandingi untuk menjalankan program-program baru yang sedang dikerjakannya.

“Hanya ingin memperbaiki beberapa hal dan memeriksa emailku,” kata Hale. Dia menatap Susan dengan rasa penasaran. “Kau tadi bilang sedang apa di sini?”

“Aku tidak bilang apa-apa,” balas Susan.

Hale mengangkat alisnya terkejut. “Tidak ada alas an untuk malu. Kita tidak mempunyai rahasia di Node 3, ingat? Semua untuk satu dan satu untuk semua.”

Susan menyesap minuman lemonnya dan tidak mengacuhkan Hale. Hale mengangkat bahunya dan melangkah ke ruang sepen Node 3. Sepen selalu merupakan tempat perhentian pertamanya. Ketika menyeberangi ruangan, dia mendesah keras dan terang-terangan menatap kaki Susan yang terjulur di bawah meja. Tanpa mendongak, Susan menarik kakinya dan terus bekerja. Hale menyeringai.

Susan sudah terbiasa dengan Hale yang selalu berusaha merayunya. Rayuan favorit Hale adalah ajakan pertemuan untuk ‘memeriksa kecocokan peranti keras mereka.’ Hal itu membuat Susan mual. Susan terlalu bangga untuk mengadukan hal ini pada Strathmore. Akan lebih mudah untuk tidak mengacuhkannya.

Hale mendekati sepen Node 3 dan membuka pintu kisikisinya bagai seekor banteng. Dia mengeluarkan sebuah wadah Tupperware berisi tahu dari dalam lemari es dan memasukkan beberapa bongkah potongan putih yang mirip agar-agar itu ke dalam mulutnya. Kemudian, dia bersandar ke kompor dan merapikan celana Bellvienne abu-abu dan kemejanya yang berkanji. “Kau akan lama di sini?”

“Semalaman,” jawab Susan datar.

“Hmm .gumam Halite dengan mulut penuh. “Hari Sabtu yang nyaman di Ruang Bermain, hanya kita berdua.”

“Hanya kita bertiga,” seru Susan. “Komandan Strathmore ada di atas. Mungkin kau ingin menghilang sebelum dia melihatmu.”

Hale mengangkat bahunya. “Kelihatannya dia tidak keberatan kau ada di sini. Dia pasti sangat senang kau-temani.”

Susan memaksa dirinya untuk tetap diam.

Hale terkekeh sendiri dan menyingkirkan tahunya. Kemudian dia meraih sebotol minyak zaitun murni dan minum beberapa teguk. Hale benar-benar memerhatikan masalah kesehatan dan mengklaim bahwa minyak zaitun bisa membersihkan usus kecilnya. Jika tidak sedang memaksa staf lainnya untuk minum jus wortel, dia pasti sedang memberi ceramah tentang fungsi makanan yang baik untuk pencernaan.

Hale meletakkan kembali botol minyak zaitun itu dan berjalan menuju komputernya yang berada persis di seberang Susan. Walaupun berada di seberang lingkaran yang luas, Susan dapat mencium kolonye Hale. Susan mengerutkan hidungnya.

“Bau kolonyemu enak, Greg. Pakai satu botol?” Hale menyalakan komputernya. “Hanya untukmu, Sayang.”

Ketika Hale sedang duduk sambil menunggu komputernya siap, Susan mendadak merasa khawatir. Bagaimana jika lelaki itu mengakses Run-Monitor? Tidak ada alasan baginya untuk melakukan hal itu, tetapi Susan tahu orang ini tidak akan teperdaya oleh cerita palsu tentang sebuah tes diagnostic yang membuat TRANSLTR sibuk selama enam belas jam. Dia akan meminta cerita yang sebenarnya. Susan tidak percaya pada Greg Hale. Dia tidak cocok untuk NSA. Dari awal Susan sudah tidak setuju untuk mempekerjakannya, tetapi NSA tidak mempunyai pilihan. Hale adalah sebuah produk dari kebijaksanaan penanggulangan masalah perusahaan. Sebuah kegagalan Skipjack.

Empat tahun lalu, sebagai usaha untuk menciptakan sebuah sandi kunci public standar, Kongres menugaskan para ahli matematika terbaik AS yang ada di NSA untuk menulis sebuah super alogaritma baru. Tujuannya adalah agar Kongres dapat mengeluarkan sebuah kebijaksanaan untuk menggunakan sebuah alogaritma baru yang baku di seluruh negeri, sehingga dapat mengenyahkan ketidaksesuaian yang terjadi di antara perusahaan-perusahaan karena menggunakan alogaritma yang berbeda.

Tentu saja, meminta NSA untuk membantu memperbaiki sandi kunci public kurang lebih sama halnya dengan meminta seorang terpidana untuk membuat peti matinya sendiri. Pada saat itu, TRANSLTR masih belum terpikirkan dan sebuah standar pembuatan sandi hanya akan membuat penulisan kode rahasia menjadi semakin subur dan mengakibatkan tugas NSA yang berat menjadi semakin sulit.

EFF memahami konflik kepentingan ini dan menyatakan bahwa NSA mungkin akan menciptakan sebuah alogaritma berkualitas buruk—sesuatu yang dapat dipecahkannya. Untuk mengatasi kekhawatiran itu, Kongres mengumumkan bahwa ketika alogaritma NSA selesai dibuat, rumusnya akan dipublikasikan untuk diuji oleh para ahli matematika dunia agar kualitasnya terjamin.

Dengan segan, tim Crypto NSA, dipimpin oleh Komandan Strathmore, menciptakan sebuah alogaritma yang mereka namai Skipjack. Skipjack disampaikan kepada Kongres untuk mendapatkan persetujuan. Para ahli matematika dari seluruh dunia menguji Skipjack dan secara serentak merasa kagum. Mereka melaporkan bahwa alogaritma itu kuat dan tak bercela serta akan menjadi sebuah standar pembuatan sandi yang hebat. Tetapi tiga hari sebelum Kongres melakukan pemungutan suara untuk menyetujui Skipjack, seorang pemrogram muda dari Bell Laboratories, Greg Hale, mengguncang dunia dengan mengumumkan adanya sebuah celah yang tersembunyi di dalam alogaritma itu.

Celah tersebut terdiri atas beberapa baris bahasa program yang cerdik yang diselipkan oleh Komandan Strathmore ke dalam alogaritma itu. Celah itu ditambahkan dengan cara yang sedemikian hebatnya sehingga tak seorang pun melihatnya, kecuali Greg Hale. Tambahan rahasia Strathmore ini dimaksudkan agar segala kode yang ditulis dengan Skipjack dapat dipecahkan dengan sebuah kata kunci yang hanya diketahui oleh NSA. Hanya tinggal sejengkal bagi Strathmore untuk mengubah standar pembuatan sandi nasional menjadi sebuah prestasi intelijen terbesar yang pernah dicapai NSA. NSA akan memegang kunci induk untuk semua kode rahasia yang ditulis di Amerika.

Kalangan publik yang mengerti tentang komputer marah besar. EFF memperlakukan skandal ini bagai burung bangkai. Mereka mencabik-cabik Kongres atas keluguan mereka dan menyatakan NSA sebagai ancaman terbesar bagi dunia bebas setelah Hitler. Standar pembuatan sandi pun mati.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.