Baca Novel Online

Digital Fortress

Chartrukian terkesan karena sebelumnya NSA tidak mempunyai masalah dengan virus. Gauntlet adalah penjaga yang andal, tetapi tetap saja NSA adalah pelahap segalanya. NSA menyerap sejumlah besar informasi digital dari berbagai sistem di seluruh dunia. Menyadap data hampir sama dengan melakukan hubungan seks bebas—dengan atau tanpa pelindung, cepat atau lambat, pasti akan terjangkit penyakit.

Chartrukian telah selesai memeriksa daftar dokumen di depannya. Sekarang dia bertambah bingung. Setiap dokumen telah diperiksa. Gauntlet tidak melihat ada sesuatu yang aneh dan ini berarti dokumen di dalam TRANSLTR benar-benar bersih.

“Jadi, kenapa memakan waktu begitu lama?” Chartrukian bertanya pada ruang yang kosong. Dia merasa dirinya berkeringat. Dia menimbang apakah perlu mengganggu Strathmore dengan berita ini.

“Sebuah pemeriksaan virus,” kata Chartrukian dengan tegas sambil berusaha menenangkan dirinya. “Aku harus menjalankan sebuah pemeriksaan virus.”

Chartrukian tahu bahwa pemeriksaan virus adalah hal pertama yang akan diminta oleh Strathmore. Sambil menatap lantai Crypto yang kosong, Chartrukian membulatkan tekadnya. Dia memasukkan peranti lunak untuk pemeriksaan virus dan mulai menjalankannya. Pemeriksaan ini akan memakan waktu sekitar lima belas menit.

“Semoga saja nanti hasilnya bersih,” bisiknya. “Benar-benar bersih. Tolong katakan padaku bahwa tidak ada apa apa.”

Tetapi Chartrukian merasa ada apa-apa. Nalurinya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak biasa yang sedang terjadi di dalam mesin pemecah sandi tersebut.

***

10

“ENSEI TANKADO sudah mati?” Susan merasa mual. “Anda membunuhnya? Tadinya saya pi- kir Anda mengatakan—”

“Kita tidak menyentuhnya,” Strathmore meyakinkan Susan. “Tankado mati karena se- rangan jantung. COMINT menelepon pagi tadi. Komputer mereka menyaring nama Tankado dalam sebuah daftar polisi melalui jaringan interpol.”

“Serangan jantung?” Susan kelihatan ragu- ragu.

“Dia baru berusia tiga puluh tahun.”

“Tiga puluh dua,” koreksi Strathmore. “Tankado memiliki kelainan jantung bawa- an.”

“Saya tidak pernah dengar soal itu.” “Itu diketahui ketika dia menjalani pemeriksaan kesehatan di NSA. Itu bukan hal yang bisa dia bangga-banggakan.”

Susan merasa sulit menerima kebetulan ini. “Sebuah kelainan jantung telah

membunuhnya—begitu saja?”

Kedengarannya terlalu mudah.

Strathmore mengangkat bahunya. “Jantung yang lemah … gabungkan itu dengan terik- nya matahari Spanyol.

Ditambah lagi dengan tekanan karena memeras NSA ….”

Susan terdiam sesaat. Bahkan dalam situasi yang sedang dialaminya, dia merasa pedih karena kehilangan seorang rekan kriptografer yang cemerlang. Suara muram Strathmore membuyarkan pikirannya.

“Satu-satunya sisi baik dari segala kekacauan ini adalah, Tankado pergi sendiri. Kemungkinan, rekannya belum tahu kalau dia telah mati. Pihak berwenang Spanyol mengatakan, mereka akan menahan informasi ini selama mungkin. Kita mendapat telepon karena COMINT sedang siap siaga.” Strathmore menatap Susan dalam-dalam. “Aku harus mendapatkan rekannya itu sebelum dia tahu Tankado sudah mati. Karena itulah aku memanggilmu. Aku membutuhkan bantuanmu.” Susan merasa bingung. Baginya, kematian Tankado yang kebetulan telah memecahkan seluruh masalah mereka. “Komandan,” kata Susan, “jika pihak berwenang mengatakan bahwa Tankado mati karena serangan jantung, maka kita bebas dari masalah. Rekannya akan tahu bahwa hal ini bukan tanggung jawab NSA.”

“Bukan tanggung jawab NSA?” Mata Strathmore membelalak tidak percaya. “Aku berani bertaruh, rekan misterius Tankado tidak akan berpikir seperti itu. Apa pun yang terjadi, kita akan tampak bersalah. Entah itu racun, otopsi yang dicurangi, apa saja.” Strathmore terdiam. “Apa reaksi pertamamu ketika aku memberitahukan kematian Tankado?”

Susan mengernyit. “Saya pikir NSA telah membunuhnya.”

“Tepat sekali. Jika NSA bisa menempatkan lima satelit pada orbit geosinkronis di atas Timur Tengah, aku rasa pantas bila orang-orang berasumsi bahwa kita juga mampu menyuap beberapa polisi Spanyol.” Sang komandan telah menjelaskan maksudnya.

Susan menghela napas. Ensei Tankado teiah mati. NSA yang akan disalahkan. “Bisakah kita menemukan rekannya sebelum terlambat?”

“Aku rasa begitu. Kita memiliki sebuah petunjuk yang baik. Tankado telah membuat beberapa pengumuman bahwa dia memiliki seorang rekan. Aku pikir dia berharap hal itu akan menciutkan hati perusahaan-perusahaan peranti lunak agar tidak melukai dirinya atau mencuri kuncinya. Dia mengancam, jika sampai terjadi kecurangan, rekannya akan memublikasikan kunci tersebut dan perusahaan-perusahaan itu akan bersaing dengan sebuah peranti gratis.”

“Cerdas.” Susan mengangguk.

Strathmore meneruskan. “Beberapa kali, di depan publik, Tankado menyebut rekannya dengan sebuah nama. Dia menyebutkannya North Dakota.”

“North Dakota? Pasti sejenis nama samaran.” “Ya, tetapi untuk berjaga-jaga, aku memeriksa di internet dengan mencari serangkaian nama North Dakota. Aku tidak menemukan apa pun. Tetapi aku mendapatkan sebuah email account.” Strathmore terdiam. “Tentu saja aku berasumsi itu bukanlah North Dakota yang kita cari, tetapi aku tetap memeriksa account itu untuk sekadar memastikan. Bayangkan, betapa terkejutnya aku ketika menemukan account itu penuh dengan email dari Tankado.” Strathmore mengangkat alisnya. “Dan pesan-pesannya penuh dengan referensi tentang Benteng Digital dan rencana Tankado untuk memeras NSA.”

Susan menatap Strathmore dengan tidak percaya. Dia kaget melihat sang komandan membiarkan dirinya dipermainkan dengan sangat mudah. “Komandan,” sergah Susan, “Tankado tahu betul bahwa NSA bisa menyadap email dari internet. Dia tidak akan mengirimkan pesan rahasia melalui email. Itu sebuah perangkap. Ensei Tankado memberi Anda North Dakota. Dia yakin Anda akan melakukan pencarian. Informasi apa pun yang dikirimkannya, dia ingin Anda menemukannya—itu sebuah jejak yang salah.”

“Naluri yang bagus,” balas Strathmore, “kecuali untuk beberapa hal. Aku tidak berhasil menemukan apa pun di bawah North Dakota, sehingga aku sedikit memainkan kata itu. Account yang aku temukan berada di bawah sebuah variasi—NDAKOTA.”

Susan menggelengkan kepalanya. “Menjalankan permutasi adalah sebuah prosedur standar. Tankado tahu Anda akan mencoba beberapa variasi sampai Anda menemukan sesuatu. NDAKOTA adalah perubahan yang terlalu mudah.”

“Mungkin,” kata Strathmore, sambil mencoretkan ka-takata di selembar kertas dan memberikannya kepada Susan. “Tetapi lihat ini.”

Susan membaca kertas itu. Seketika dia mengerti jalan pikiran sang komandan. Pada kertas itu tertera alamat email North Dakota.

NDAKOTA@ARA.ANON.ORG

Huruf-huruf ARA pada alamat itulah yang menarik perhatian Susan. ARA adalah American Remailers Anony-mous, sebuah server anonim yang terkenal.

Server-server anonim sangat populer di kalangan pengguna internet yang ingin merahasiakan identitas mereka. Dengan sejumlah bayaran, perusahaan semacam ini melindungi privasi pemakai email dengan bertindak sebagai perantara surat elektronik. Hal ini hampir mirip dengan memiliki sebuah nomor PO Box. Seorang pengguna bisa mengirim dan menerima surat tanpa menyingkapkan nama dan alamat sebenarnya. Perusahaan ini akan menerima email yang dialamatkan kepada sekumpulan nama sama-ran dan meneruskannya ke account klien yang sebenarnya. Perusahaan perantara ini terikat kontrak untuk tidak menyingkap identitas ataupun alamat pengguna sebenarnya.

“Ini bukanlah bukti,” kata Strathmore. “Tapi cukup mencurigakan.”

Susan mengangguk dan merasa lebih yakin. “Jadi, Anda pikir Tankado tidak peduli jika ada yang ingin mencari tahu tentang North Dakota karena identitas dan alamatnya dijaga oleh ARA.”

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.