Baca Novel Online

Digital Fortress

Strathmore mengangguk. “Mengirimnya lewat internet, menerbitkannya lewat koran, memasangnya di baliho. Rekannya itu akan membagi-bagikan kunci sandi itu.” Mata Susan terbelalak. “Download gratis?” “Tepat sekali. Tankado merasa, jika dia mati, dia tidak membutuhkan uangnya—jadi kenapa tidak memberikan sebuah hadiah kecil kepada dunia?”

Ada kesunyian cukup lama. Susan bernapas panjang seolah ingin mencerna kebenaran yang mengerikan ini. Ensei Tankado sudah membuat sebuah alogaritma yang tidak bisa dipecahkan. Tankado telah menyudutkan NSA.

Tiba-tiba Susan berdiri. Suaranya penuh tekad. “Kita harus menghubungi Tankado! Pasti ada cara untuk meyakinkannya agar tidak melepaskan kunci sandinya! Kita bisa memberinya tiga kali lipat dari tawaran tertinggi! Kita bisa membersihkan namanya! Apa saja!”

“Terlambat,” kata Strathmore sambil menarik napas panjang. “Ensei Tankado ditemukan tewas pagi ini di Sevilla, Spanyol.”

***

8

MESIN KEMBAR Learjet 60 mendarat di lan-dasan yang panas terik. Di luar jendela, pemandangan gersang Extremadura bagian bawah, Spanyol, berpacu cepat dan kemudian melambat seolah merangkak.

“Mr. Becker?” sebuah suara terdengar. “Kita sudah sampai.” Becker berdiri dan meregangkan tubuhnya. Setelah membuka kompartemen di atas tempat duduk, dia sadar dirinya tidak membawa koper. Dia tadi tidak sempat berkemas. Tetapi itu bukanlah masalah—Becker dijanjikan bahwa perjalanan ini hanya singkat, masuk dan keluar.

Bersamaan dengan matinya mesin, pesawat itu meluncur masuk ke dalam sebuah hanggar yang berseberangan dengan terminal utama sehingga terhindar dari teriknya matahari. Beberapa saat kemudian, sang pilot muncul dan membuka pintu pesawat. Becker menenggak jus cranberry yang tersisa, meletakkan gelas di bar, meraih jasnya, dan keluar.

Sang pilot mengeluarkan sebuah amplop manila dari jaket seragamnya. “Saya diperintahkan untuk memberikan ini kepada Anda.” Pilot itu menyerahkan amplop itu kepada Becker. Di bagian depan amplop itu tertulis dengan tinta biru:

AMBIL KEMBALIANNYA.

Becker mengeluarkan setumpuk tebal uang kertas kemerahan. “Apa …?”

“Mata uang lokal,” kata sang pilot datar.

“Saya tahu apa ini,” balas Becker tergagap. “Tapi ini … ini terlalu banyak. Yang saya butuhkan hanyalah ongkos taksi.” Becker menghitung konversinya di dalam otak. “Ini bernilai ribuan dolar.”

“Saya hanya menjalankan perintah, Pak.” Sang pilot berbalik dan naik kembali ke dalam kabin pesawat. Pintu pesawat pun tertutup.

Becker melihat ke arah pesawat itu dan kemudian ke arah uang di tangannya. Setelah berdiri beberapa saat di hanggar, dia memasukkan amplop itu ke dalam saku di dadanya, menyampirkan jas di bahunya, dan berjalan ke luar hanggar. Ini sebuah permulaan yang ganjil. Becker menyingkirkan hal itu dari pikirannya. Dengan sedikit kemujuran, dia akan sempat kembali untuk menyelamatkan perjalanan ke Stone Manor bersama Susan.

Masuk dan keluar, Becker berkata pada dirinya sendiri. Masuk dan keluar.

Becker tidak akan pernah tahu.

***

9

TEKNISI SISTEM keamanan Phil Chartru-kian bermaksud berada di dalam Crypto untuk sekejap saja—hanya untuk mengambil berkas kerja yang lupa dibawanya sehari sebelumnya. Tetapi ternyata tidak hanya sebentar.

Setelah menyeberangi lantai Crypto dan masuk ke laboratorium Sys-Sec, Chartru-kian segera tahu ada yang tidak beres. Terminal komputer yang secara terus-menerus memantau kerja internal TRANSLTR tidak dijaga siapa pun dan monitornya mati.

Chartrukian berteriak, “Halo?”

Tidak ada jawaban. Laboratorium itu bersih tak bernoda—seolah tidak ada siapa pun di sana sebelumnya.

Walaupun Chartrukian hanya berusia 23 tahun dan relatif baru di pasukan Sys-Sec, dia telah terlatih dengan baik, dan dia tahu peraturannya: Harus selalu ada seorang petugas Sys-Sec yang bertugas di Crypto … terutama pada hari Sabtu ketika para kriptografer tidak masuk.

Chartrukian segera menyalakan monitor tersebut dan melihat ke papan catatan petugas di dinding. “Siapa yang bertugas?” dia bertanya dengan keras sambil memeriksa daftar nama petugas. Menurut jadwal, seorang petugas baru bernama Seidenberg seharusnya sudah memulai giliran gandanya pada pukul dua belas malam sebelumnya. Chartrukian melihat ke sekeliling laboratorium yang kosong dan mengernyit. “Ke mana dia?”

Ketika Chartrukian melihat monitor itu menyala, dia bertanya-tanya apakah Strathmore tahu Sys-Sec tidak dijaga. Waktu dia masuk, dia sempat memerhatikan tirai jendela Strathmore tertutup rapat. Ini berarti si bos ada di dalam—sama sekali bukan hal yang aneh pada hari Sabtu. Walaupun Strathmore meminta para kriptografer untuk libur pada hari Sabtu, dia sendiri kelihatannya bekerja 365 hari dalam satu tahun.

Ada satu hal yang Chartrukian tahu dengan pasti—jika Strathmore tahu Sys-Sec tidak dijaga, si pegawai baru akan kehilangan pekerjaannya. Chartrukian melirik ke arah telepon dan menimbang apakah dia perlu memanggil teknisi muda itu dan memintanya kembali. Ada peraturan tak tertulis di antara petugas Sys-Sec. Mereka harus saling menjaga. Di Crypto, Sys-Sec adalah masyarakat kelas dua dan terus-menerus tidak sependapat dengan para “tuan rumah”. Sudah bukan rahasia lagi bahwa para kriptograferlah yang menguasai tempat seharga jutaan dolar ini. Sys-Sec diterima hanya karena mereka menjaga agar mainan-mainan di sini berjalan mulus.

Chartrukian akhirnya membuat keputusan. Dia mengangkat telepon. Tetapi gagang telepon itu tidak pernah sampai di telinganya. Dia berhenti. Matanya terpaku pada monitor yang sekarang sudah terfokus di depannya. Seolah-olah dalam gerakan lambat, Chartrukian meletakkan kembali gagang telepon itu dan menatap dengan mulut menganga.

Selama delapan bulan bekerja sebagai petugas Sys-Sec, Phil Chartrukian tidak pernah melihat layar TRANSLTR menampilkan angka lain di bagian jam selain dua angka nol. Hari ini adalah yang pertama kalinya.

WAKTU YANG TERPAKAI: 15:17:21

“Lima belas jam tujuh belas menit?” Chartrukian tersedak. “Mustahil.”

Sambil berharap agar layar itu telah mengalami gangguan, Chartrukian mematikan dan kemudian menyalakan kembali layar itu. Tetapi, tampilan layar itu tetap sama.

Chartrukian merasa panik. Petugas Sys-Sec Crypto hanya memiliki satu tugas: Menjaga TRANSLTR agar tetap “bersih”—bebas virus.

Chartrukian tahu bahwa waktu lima belas jam yang terpakai hanya bisa berarti satu hal—infeksi, serangan virus. Sebuah dokumen kotor telah masuk ke dalam TRANSLTR dan merusak programnya. Serentak, Chartrukian mengingat semua yang pernah didapatkan semasa pelatihan dulu. Bahwa laboratorium Sys-Sec tidak dijaga atau monitornya tidak menyala sudah tidak penting lagi. Chartrukian memusatkan pikirannya pada masalah yang ada sekarang—TRANSLTR. Dia segera mencari daftar atau catatan yang mencatat semua dokumen yang masuk ke dalam TRANSLTR selama 48 jam terakhir. Chartrukian mulai memeriksa daftar tersebut.

Apakah ada sebuah dokumen terinfeksi yang masuk? Chartrukian bertanya-tanya. Apakah saringan pengaman teiah melewatkan sesuatu?

Sebagai tindakan pencegahan, setiap dokumen yang masuk ke dalam TRANSLTR harus melewati apa yang disebut Gauntlet—serangkaian gerbang bertegangan tinggi, paketpaket penyaring, dan program disinfektan yang memeriksa apakah dokumen yang masuk mengandung virus atau apakah bagian tambahan dari suatu program bisa berbahaya. Dokumen-dokumen yang mengandung program yang tidak dikenali Gauntlet akan segera ditolak. Dokumen-dokumen tersebut harus diperiksa secara manual. Kadang-kadang Gauntlet menolak seluruh dokumen yang tidak berbahaya karena penyaring Gauntlet tidak bisa mengenali program yang dipakai. Pada kasus seperti itu, petugas Sys-Sec melakukan inspeksi manual secara saksama, dan jika terbukti dokumen tersebut bersih, mereka akan memotong jalur penyaring Gauntlet dan memasukkan dokumen tersebut ke dalam TRANSLTR. Jumlah virus komputer sama banyaknya dengan virus penyakit. Dan seperti halnya virus penyakit, virus komputer memiliki satu tujuan—merekatkan diri pada sistem sang tuan rumah dan berkembang biak. Dalam hal ini, tuan rumahnya adalah TRANSLTR.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.