Baca Novel Online

Digital Fortress

Berita ditangkapnya dan dipindahkannya Tankado dipublikasikan secara luas di banyak milis dan merupakan suatu penghancuran nama baik yang menyedihkan. Bertentangan dengan keinginan Strathmore, para ahli penanggulangan masalah NSA—karena khawatir Tankado akan mencoba meyakinkan orang-orang tentang keberadaan TRANSLTR—menyebarkan gosip yang menghancurkan kredibilitas Tankado. Lelaki malang itu dikucilkan oleh komunitas komputer dunia—tidak ada yang memercayai orang cacat yang dituduh melakukan tindakan spionase, terutama ketika orang itu berusaha membeli kebebasan dirinya dengan tuduhan tidak masuk akal tentang sebuah mesin pemecah kode milik AS.

Hal yang paling ganjil adalah, kelihatannya Tankado mengerti: semuanya adalah bagian dari permainan intelijen. Tampaknya dia tidak menyimpan dendam, hanya kebulatan tekad. Ketika petugas keamanan menyertainya pergi, Tankado dengan sangat tenang menyampaikan pesan terakhirnya kepada Strathmore.

“Kita semua mempunyai hak untuk menyimpan rahasia,” katanya. “Suatu hari nanti saya akan memastikan hal itu terjadi.”

***

7

PIKIRAN SUSAN berputar cepat-Ensei Tankado berhasil membuat sebuah program yang bisa menciptakan kode yang tidak bisa dipecahkan! Susan hampir tidak bisa percaya.

“Benteng Digital,” kata Strathmore. “Demikian Tankado menyebutnya. Ini senjata antiintelijen yang sangat hebat. Jika program ini sampai ke pasar, setiap anak sepuluh tahun dengan sebuah modem akan bisa mengirimkan kode-kode yang tidak bisa dipecahkan oleh NSA. Badan intelijen kita akan mati kutu.”

Tetapi pikiran Susan sedang berada jauh dari implikasi politik yang bisa diakibatkan oleh Benteng Digital. Dia masih berjuang untuk percaya keberadaan alogaritma ini. Dia telah menghabiskan seluruh hidupnya memecahkan kode, dan dengan tegas menolak keberadaan sebuah kode yang tidak terpecahkan. Setiap kode bisa dipecahkan —Prinsip Bergofsky! Dia merasa seperti seorang ateis yang sedang berhadapan dengan Tuhan.

“Kalau kode ini beredar,” Susan berbisik, “ilmu kriptografi akan mati.” Strathmore mengangguk. “Itu bukan masalah kita.”

Bisakah kita menyuap Tankado? Saya tahu dia membenci kita, tetapi bisakah kita menawarkannya beberapa juta dolar? Yakinkan dia untuk tidak menyebarkannya.”

Strathmore tertawa. “Beberapa juta? Menurutmu berapa harga program ini? Setiap pemerintahan di seluruh dunia akan menawar dengan harga yang tinggi. Bisa kamu bayangkan kita memberi tahu Presiden bahwa kita masih menyadap Irak tetapi tidak bisa menguraikan pesannya? Ini tidak hanya tentang NSA. Ini tentang seluruh komunitas intelijen. Fasilitas kita ini menyediakan bantuan kepada setiap orang—FBI, CIA, DEA. Mereka semua akan buta. Pengiriman obat-obatan terlarang akan menjadi tak terlacak. Perusahaan-perusahaan besar dapat mentransfer uang tanpa ada bukti berkas dan membuat IRS tidak berdaya. Para teroris bisa saling bercakapcakap tanpa diketahui sama sekali. Semuanya akan kacaubalau.”

“EFF akan berpesta pora,” kata Susan pucat.

“EFF sama sekali tidak tahu apa yang kita kerjakan di sini,” cemooh Strathmore dengan jijik. “Kalau saja mereka tahu berapa banyak serangan teroris yang kita gagalkan karena kita berhasil memecahkan kode rahasia mereka, mereka pasti berubah pendapat.”

Susan setuju, tetapi dia juga tahu realitasnya. EFF tidak akan menyadari betapa pentingnya TRANSLTR. TRANSLTR berhasil menggagalkan lusinan serangan, tetapi informasi tentang hal itu benar-benar rahasia dan tidak akan beredar. Alasan untuk menjaga kerahasiaan itu cukup sederhana: Pemerintah tidak bisa menanggung risiko bila terjadi histeria massa jika kebenaran itu terungkap. Tidak ada yang tahu bagaimana publik akan bereaksi terhadap berita tentang adanya dua ancaman nuklir yang disampaikan oleh sebuah golongan fundamentalis di wilayah AS tahun lalu.

Serangan nuklir bukanlah satu-satunya ancaman. Bulan lalu saja TRANSLTR berhasil menggagalkan salah satu rencana serangan teroris terhebat yang pernah dikenal NSA. Sebuah organisasi antipemerintah telah menyiapkan sebuah rencana dengan nama kode Sherwood Forest. Targetnya adalah Bursa Efek New York dengan maksud “membagi-bagikan kekayaan.” Dalam kurun waktu enam hari, anggota-anggota kelompok tersebut telah menempatkan 27 tabung flux noneksplosif di dalam gedung-gedung di sekitar Bursa Efek. Alat-alat ini, bila dipicu, akan menyebabkan ledakan magnetik yang hebat. Dilepaskannya isi alat-alat yang diletakkan dengan hati-hati ini pada saat yang bersamaan akan menimbulkan sebuah medan magnet yang sangat dashyat sehingga semua media magnetik di dalam Bursa Efek akan terhapus—peranti keras komputer, bank penyimpanan ROM, pita-pita rekaman cadangan, dan bahkan disket-disket floppy. Semua catatan tentang siapa memiliki apa akan terhapus selamanya.

Karena ketepatan waktu sangat penting agar pemi-cuan alat ini dapat terjadi secara bersamaan, tabung-tabung flux ini dibuat saling berhubungan melalui sambungan telepon internet. Selama dua hari penghitungan mundur, jam-jam di dalam tabung saling bertukar rentetan data sinkronisasi yang berbentuk sandi. NSA menyadap pulsa data ini sebagai suatu anomali jaringan, tetapi NSA menganggap hal itu tidak berbahaya. Namun, setelah TRANSLTR memecahkan rentetan data itu, para analis segera mengenalinya sebagai sebuah perhitungan mundur yang tersinkronisasi melalui jaringan. Tabung-tabung tersebut berhasil ditemukan dan dipindahkan tepat tiga jam sebelum dijadwalkan untuk meledak.

Susan tahu bahwa tanpa TRANSLTR, NSA tidak berdaya terhadap ancaman teroris yang menggunakan teknologi canggih. Susan melirik Run-Monitor. Pada layar itu masih terbaca lima belas jam lebih. Bahkan jika dokumen Tankado terpecahkan sekarang, NSA tetap hancur. Crypto hanya akan bisa memecahkan kurang dari dua kode per hari. Bahkan dengan kecepatan saat ini yang mencapai 150 kode per hari, masih ada setumpuk dokumen yang mengantri untuk dipecahkan.

“TANKADO MENELEPON aku bulan lalu,” kata Strathmore, membuyarkan pikiran Susan.

Susan menengadah.”Tankado menelepon Anda?”

Strathmore mengangguk. “Untuk memperingatkanku.”

“Memperingatkan Anda? Dia benci pada Anda.”

“Dia meneleponku untuk mengabarkan bahwa dia sedang menyempurnakan sebuah alogaritma yang bisa menyusun kode yang tidak terpecahkan. Saat itu aku tidak memercayainya.”

“Tetapi untuk apa dia memberi tahu Anda?” desak Susan. “Apakah dia ingin Anda membeli program tersebut?” “Tidak. Dia memerasku.”

Seketika, segalanya menjadi jelas bagi Susan. “Tentu saja,” kata Susan dengan terpana. “Dia ingin Anda membersihkan namanya.”

“Tidak,” Strathmore mengernyit. “Dia menginginkan TRANSLTR.”

“TRANSLTR?”

“Ya. Dia ingin aku memberi tahu publik bahwa kita memiliki TRANSLTR. Dia bilang, kalau kita mengakui bisa membaca email publik, dia akan menghancurkan Benteng Digital.”

Susan kelihatannya ragu-ragu.

Strathmore mengangkat bahunya. “Apa pun maunya, sekarang sudah terlambat. Tankado telah mengirim sebuah salinan Benteng Digital di situs internetnya. Setiap orang di seluruh dunia bisa men-download-nya.”

Susan berubah menjadi pucat. “Dia melakukan apa?”

“Itu hanya aksi publisitasnya. Tidak perlu khawatir. Salinan yang dikirim Tankado disandikan. Orang-orang bisa men-download-nya, tetapi tidak ada yang bisa membukanya. Sungguh sangat lihai. Kode sumber untuk Benteng Digital disandikan, tertutup rapat.”

Susan terlihat kagum. “Tentu saja. Jadi, setiap orang bisa memiliki salinannya, tetapi tidak ada yang bisa membukanya.”

“Tepat sekali. Tankado sedang melempar umpan.”

“Apakah Anda pernah melihat alogaritma itu?” Sang komandan kelihatan bingung. “Tidak. Sudah kukatakan, alogaritma itu disandikan.

Categories:   Fiksi

Comments

  • Posted: April 4, 2018 00:52

    pramsky

    mesti gonta ganti kontras
  • Posted: September 13, 2018 09:34

    Ken aguero drako

    banyakin dong. The lost symbol juga. Novel agatha christie juga dong. Semangat.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.