Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 30

Kopi, Berdasarkan Teori Konspirasi

KURASA, cara paling bagus menggambarkan situasi ini adalah dengan mengambil analogi kelakuan burung punai. Konon, para pemburu tua di kampung kami percaya bahwa burung- burung punai pandai berkonspirasi.

Jika burung punai samak dan punai lenguak bersarang tinggi di pucuk pohon perepat nun di utara, artinya mereka bersekongkol untuk mengelabui punai ubar. Sarang-sarang itu seakan menunjukkan bahwa tahun itu bakung tengah berbunga di utara. Adalah perlu bagi mereka bersarang dekat dengan sumber makanan. Padahal, sebenarnya bakung tengah berbunga di hulu sungai nun di selatan sana.

Namun, jika punai ubar dan punai lenguak bersarang di cabang-cabang rendah pohon gelam di selatan, mereka bersekongkol untuk menjebak punai samak agar menduga bakung memutik di utara. Sebab, punai samak—mungkin berdasarkan pengalamannya berkongsi dengan punai lenguak—akan menduga sarang-sarang itu hanya muslihat. Berkawan-kawanlah punai samak terbang jauh ke utara, sampai gelap langit dibuatnya. Sesampainya di muara utara, berputih matalah mereka.

Fenomena alam itu memberi satu pelajaran moral bagi orang Melayu bahwa mereka yang beruntung adalah mereka yang ikut berkonspirasi, yang tidak, pasti rugi. Karena itu, orang Melayu, ada saja alasannya jika diajak bergotong royong, susah kalau diajak senam pagi bersama, susah diajak arisan, tapi kalau diajak nonton orkes, bersekongkol, atau menjelek- jelekkan pemerintah, semua ikut.

Lantaran kelakuan burung itu pula, punai lenguak selalu menjadi metafora bagi seorang lelaki yang beruntung. Dan jika persekongkolan burung punai bisa dikenali melalui sarangnya, konspirasi orang Melayu dapat diketahui melalui kopinya.

Register perilaku yang kususun dalam Buku Besar Peminum Kopi makin panjang dan kian memesona. Aku tambah bergairah karena menemukan hipotesis baru dan unik dari hubungan
antara jumlah gelas kopi dan teori konspirasi. Semuanya bermula dari pengamatanku pada

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.