Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

representasi peradaban baru dan ia hadir di muka bumi untuk orang-orang yang mampu mengapresiasi kemajuan teknologi. Ia mampu membuat urusan mengubah bentuk menjadi sangat mudah. Bukankah luar biasa?

Aku terpikat pada bahunya yang kukuh, yang menanggung leher jenjangnya. Ia tegak, tapi berlekak-lekuk. Ia padat tapi tak bersegi. Maka, ia seperti tubuh perempuan. B elum menghitung suaranya.

Ketika kupencet tombol on, saat itulah kutiupkan nyawa ke dalam dirinya ia hidup, lalu ia tersenyum, lalu ia berbunyi seperti intro barisan string orkestra. Kumasukkan bubuk kopi yang halus ke dalamnya, ia mulai berputar. Suara barisan string tadi meningkat menjadi berdesing bak pesawat terbang bermesin Rolls-Royce yang mau tinggal landas.

Kian lama akselerasi putarannya kian sempurna. Desingan berubah menjadi desahan, silih berganti. Aku gemetar dalam sensasi yang sulit kulukiskan dengan kata-kata. Bubuk kopi perlahan berubah menjadi tepung.

Akhirnya, saat kumatikan, bunyi blender itu kembali melalui beberapa tahap, dari mendesah menjadi berdengung, lalu lambat laun mendesau, lembut sekali, bak angin pagi musim selatan. Namun ta tak langsung mati. Ada suatu momen dari desauan itu sampai jantungnya benar-benar berhenti berdetak. Pada momen itu, seluruh keindahan yang baru saja dipancarkannya menjadi diam, menggantung, merengkuh. Itulah moment of silence, ketika cinta memeluk dirinya sendiri. Semua itu, semua perasaan itu, membuatku kasmaran!

Kurasa, dari sekian banyak hal di dunia ini, hanya A Ling dan alat itu yang dapat memahamiku. Adakalanya, saat sedang bekerja dengannya, aku merasa telah berselingkuh. Jika warung kopi sedang sepi, aku menyelinap ke dapur dan bercakap-cakap dengan blender itu. Kami ngobrol tentang lagu-lagu baru yang diputar di radio AM Suara Pengejawantahan dan cekikikan menertawakan selera musik orang udik. Aku berkisah tentang kawan-kawan masa kecilku. Soal A Ling tentu saja kututup-tutupi. Blender itu bercerita tentang musim yang tak menentu dan keluhannya tentang dapur tempat tinggalnya yang berantakan.

“Yang paling jorok adalah lelaki kurs tinggi yang suka main perintah-perintah itu,”
cetusnya.

“Itu pamanku, Yamuna.”

Oh, ya, aku telah memberi blender itu sebuah nama yang syahdu: Yamuna. Nama yang kuambil dari kisah cinta terhebat sepanjang masa: Taj Mahal. Yamuna adalah sungai yang mengalir di antara Taj Mahal dan Benteng Merah.

Hubunganku dengan Yamuna kian lama kian harmonis karena aku menerapkan pelajaran dari Oprah yang mengatakan bahwa 95% kegagalan hubungan adalah akibat
komunikasi yang buruk. Maka kau selalu membicarakan dengan Yamuna setiap kali aku ingin

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.