Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 29
Blender 2

MERENUNGKAN hikayat warung kopi merupakan selingan yang amat menyenangkan. Kulamunkan hal itu jika warung sedang sepi. Biasanya, antara pukul satu siang sampai menjelang azan asar. Pada masa itu, semua gerakan di pasar melambat. Jalanan kering dan berdebu.

Sesekali anjing pasar yang kurap melintas, bertengkar -tengkar sebentar dengan anjing lain yang juga kurapan. Kemudian, saling mencium buntut masing-masing, lalu bercinta. Geng buduk itu senang sekali bertengkar, lalu kawin, lalu bertengkar lagi, lalu kawin lagi. Mereka adalah penganut paham seks bebas. Mereka antikemapanan. Dua-tiga rombongan kecil burung dara melangkah berderak-derak di atas atap seng. Kepak mereka adalah suara terkeras di pasar yang sedang malas-malas.

Orang-orang yang tak tahan disengat matahari, melipir ke bawah pohon kersen. Di sana mereka disambut tukang es air nira dan penjual tebu yang ditusuk dengan lidi. Penjual tebu hampir punah. Tinggal satu-dua dan jarang tampil. Adapun penjual buah gayam rebus dengan parutan kelapa dicampur gula merah, penjual jambul bol, jambu monyet, jambu kemang, penjual buah kembilik, buah rambai, ubi jalar rebus, buah keremunting, dan buah berangan, yang dijual di dalam lipatan daun simpor yang disebut telinsong, tak pernah tampak lagi batang hidungnya. Dagangan itu telah punah. Anak-anak sekarang tak mau makan buah- buah hutan itu. Mereka lebih suka makanan berwarna-warni di dalam plastik—semakin pink warnanya, semakin menerbitkan selera, dapat mainan Kura-Kura Ninja, pula!

Paman mendengkur di kursi malas. Midah mencari kutu Hasanah, Hasanah menguteksi kuku-kukunya dan Rustam melamun, tak tahu aku apa yang berkecamuk di dalam kepala bujang lapuk yang baik hati dan sedang terkantuk-kantuk itu.

Aku kian hanyut dalam pikiran ke masa lampau. Pernah Paman berkisah bahwa dahulu kala hanya ada satu-dua warung kopi. Itu pun bukan khusus warung kopi, melainkan
warung makan yang menjual kopi. Pelanggannya adalah buruh kapal keruk dinas malam.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.