Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 28
Dilarang Mengeluarkan Anggauta Badan

KEKALAHAN Maryamah membuat situasi kubu kami menjadi kritis sebab pecatur yang kalah dua kali akan gugur. Maka, ia tak boleh lagi kalah. Sempat kami tanya pada Maryamah soal anjing pasar yang menyalak-nyalak itu dan mengapa ia meminta juri mengusir anjing-anjing itu. Ia tak menjawab. Maka soal anjing itu: misterius. Detektif mau menyelidikinya, tapi kami harus berkonsentrasi pada lawan Maryamah berikutnya.

Lawannya itu adalah Muntaha. Karena merasa bersalah, Detektif M. Nur dan Preman Cebol menyelidiki Muntaha dengan saksama. Seperti layaknya intel, mereka berlindung di balik pohon kersen, sembunyi di balik pot-pot bunga di warung-warung kopi, mengendap- ngendap di dalam got, demi mengintai Muntaha. Ke mana pun Muntaha pergi, mereka buntuti. Mulai dari berangkat kerja sampai pulang dari warung kopi. Bahkan Detektif M. Nur pernah menyaru sebagai tukang tagih iuran televisi untuk menyelidiki situasi di dalam rumah Muntaha. Kedua cecunguk itu melengkapi diri dengan walkie talkie dan teropong yang dipesan dari Jakarta. Sponsor alat-alat itu adalah juragan ayam Giok Nio.

Muntaha mengatakan, dengan gelisah dan nada ingin berbagi rasa, pada istrinya, bahwa beberapa hari ini, ia merasa dibuntuti seseorang. Ia mengharapkan simpati.
“Itulah akibatnya kalau suka main perempuan! Yang membuntutimu adalah dosa! Bukan siapa-siapa!”

Detektif M. Nur semakin disiplin dengan operasinya. Suatu ketika aku melihatnya di pasar. Kupanggil ia. Ia pura-pura tak mendengar. Kupanggil sampai berkali-kali, ia tak acuh. Kudekati.

“Apa telingamu sudah tuli, Detektif?”

Sambil berjinjit, dibekuknya batang leherku.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.