Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Hari pertandingan tiba. Juri meletakkan papan nama pecatur di atas meja tanding dan aku langsung terbelalak. Di papan tertulis Syamsuri Abidin vs Maryamah. Orang yang diselidiki Detektif M .Nur dan Preman Cebol selama ini adalah Syamsuri Arba‟i! Syamsuri Abidin
bukanlah pejabat Pemda, ia tak lain begundal di Pelabuhan Olivir.

Tak perlu tamat SD untuk memahami bahwa operasi belalang sembah telah menarget orang yang keliru. Detektif M .Nur yang berkulit gelap, wajahnya berubah menjadi biru. Preman Cebol di sampingnya seakan menyusut tinggal 60 sentimeter saja.

Akibatnya fatal. Maryamah yang mengantisipasi Syamsuri Arba‟i akan bermain telaten, sesuai analisis Nochka, langsung kelabakan diserbu Syamsuri Abidin. Maryamah bingung. Perwiranya kocar-kacir diterabas orang yang dalam pikirannya masih Syamsuri Arba‟i. taktiknya sudah benar, hanya keliru musuh. Ia mengalami disorientasi strategi. Nasihat
Tartakower dari Grand Master Ninochka yang canggih menjadi tak berguna. Sebaliknya, permainan Syamsuri Abidin benar-benar mencerminkan wataknya sebagai jagoan pelabuhan yang berangasan.

Dalam waktu singkat, Maryamah berada di bawah angin. Keadaan menjadi semakin tak menentu karena ia meminta pada juri untuk mengusir anjing-anjing pasar yang salak- menyalak di dekat warung. Setiap mendengar salak anjing Maryamah ketakutan. Wasit menganggap permintaan itu tidak relevan, hanya karena dia stres akan kalah.

Penonton bingung. Mereka mengharapkan penampilan ciamik Maryamah seperti ia melibas Aziz di papan ketiga dua hari lalu. Sebuah pertandingan yang masih selalu dibicarakan orang di warung-warung kopi. Kenyataannya, Maryamah tampak sangat amatir dan malah meributkan soal anjing pasar. Syamsuri Abidin mengeksekusi raja Maryamah tanpa belas kasihan.

Para pendukung kami terdiam. Matarom mengembuskan asap cangklongnya. Tebal bergelung-gelung. Mitoha menohok sambil terkekeh-kekeh.

“itulah catur yang sebenarnya, Boi! Kalian pikir main catur macam main ular tangga!
Rasakan itu!”

Paman mengambil posisi seperti orang habis melemparkan bola bowling sambil berkata:

“Oh, alangkah puas hatiku.”

Pertandingan papan kedua dimulai. Syamsuri Abidin yang makin percaya diri jadi makin beringas. Ia tenggelam dalam euforia nafsu membunuh. Dalam waktu singkat ia berhasil
membabat habis seluruh perwira Maryamah. Yang tertinggal hanya sang raja dan 8 butir pion.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.