Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 27

Karma Sang Juru Taksir

MAS Mugi Kempot adalah orang Jawa yang telah lama tinggal di kampung kami. Ia seorang juru potret. Ia menemukan profesinya itu melalui perjalanan dan pengalaman spiritual yang panjang. Dulu ia merantau sebagai seorang transmigran, lalu ia berjualan bulu ayam, lalu ia berjualan kandang ayan, akhirnya ia menjadi tukang potret, terutama untuk acara perkawinan. Ialah lawan kedua Maryamah.

“Mas Mugi Kempot lebih mengutamakan keindahan, bukan kemenangan, nges, nges,”
kata Detektif M. Nur. Namun, sekali lagi, pendapatnya sama dengan pendapat Grand Master.

“Orang ini tidak punya pola pertahanan dan serangan yang baik. Buah-buah caturnya
tersusun secara aneh.”

Pertandingan digelar. Benar saja, Mas Mugi Kempot sibuk mengatur buah catur, bukan untuk menyerang, tapi biar serasi tampaknya. Ia mementingkan komposisi. Buah catur ia konfigurasikan seperti akan ia potret. Kuda yang lebih pendek di depan luncus yang ramping dan tinggi untuk tujuan framing karena ia ingin buah-buah caturnya bercerita di dalam gambar. Lalu ia memasang kuda sebagai titik fokus tanpa menyadari kepala rajanya telah terpenggal. Mendapati rajanya menemui ajal, Mas Mugi Kempot malah tersenyum. Ia membuka tasnya dan mengeluarkan kamera. Dipotretnya posisi terakhir rajanya saat meregang nyawa.

Lawan Maryamah berikutnya adalah Maksum. Selamot dan Maryamah kenal baik dengan lelaki yang pernah kaya mendadak, kemudian miskin secara mendadak pula itu. Dialah juru taksir timah yang sering mencurangi Maryamah waktu ia berumur 14 tahun dan baru mulai mendulang timah dulu. Tak terbilang banyaknya kejadian Maksum menaksir rendah timah hasil dulangan Maryamah dengan tujuan agar dapat mengurangi harganya. Maryamah yang masih kecil dan lugu tak paham segala cara orang menaksir timah. Ia hanya perlu uang untuk
membeli beras.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.