Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

“Coba kau telusuri jejak musang. Lacak di mana hewan-hewan itu buang hajat. Kalau perlu kau tangkap dan jangan kau beri makanan lain selain biji kopi, dan jangan kau beri minum, selain minyak jelantah, supaya buang hajatnya lancar. Kita bisa kaya raya gara-gara
tinja, Tam!” Rustam mengangguk-angguk dengan khidmat.

“Kau, Ikal!” Paman menatapku dengan tajam. Aku gemetar.

“Ini yang paling penting. Kau kuberi amanah mengoperasikan alat ini.” Paman
mengusap-usap blender itu.

“Pasang telinga lambingmu itu baik-baik. Alat ini adalah teknologi dapur yang canggih. Baru datang dari Jakarta dan telah lama kupesan dari A Tun. Harganya sangat mahal. Hanya rumah-rumah menteri dan warung kopi terkenal di Jakarta yang bisa punya alat ini.
Perlakukan ia dengan penuh sopan santun!”

Paman memang sedang tidak main-main.

“Hanya dalam keadaan darurat aku boleh memakainya. Misalnya kalau kita kehabisan kopi dan harus mengambil keputusan secara cepat. Maka, kau giling kopi dengan alat ini. Namun, jangan sembarangan. Sebelum dimasukkan, biji kopi harus digerus dulu sampai
halus. Karena alat ini tidak bisa bekerja terlalu berat. Ia bukanlah alat kampungan untuk kuli. Ia alat modern yang cerdas dan lembut untuk umat manusia yang bisa memaki akal dan hati nurani!”

Kusimak Paman dengan tegang.
“Adakah pertanyaan darimu?!” “Sementara ini, belum ada, Pamanda.”
“Baca buku petunjuknya dengan saksama. Mendengarkah kau itu?”
“Mendengar, Pamanda.”

Ia menatapku penuh ancaman.

“Kalau sampai alat ini rusak, awas!”

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.