Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 26

Blender 1

LAPANG nian hati Paman pagi ini. Senyumnya tersimpul-simpul. Ia membawakan lagu Melayu Badai Bulan Desember secara instrumentalia—dengan mulutnya yang agak monyong— bersiul meliuk-liuk. Kuduga, pagi ini akan berlalu dengan damai. Ia duduk di kursi malasnya. Kursi itu, khusus untuknya dan telah menjadi singgasana tempat ia mengendalikan pemerintahan warung kopi. Di kursi itu Paman adalah sebuah otoritas dan dia punya ideologi yang jelas tentang cara mengelola sebuah warung kopi. Berani-berani duduk di situ sebuah tindakan mencari penyakit.

Paman bukanlah seorang juragan warung kopi yang stereotipikal, yang hanya peduli pada cara menjual kopi sebanyak-banyaknya. Ia adalah pengkritik yang pedas, orang yang jujur, pembela yang berani, orang Islam yang taat, dan sahabat yang selalu dirindukan. Seisi pulau, siapa yang tak kenal Paman. Karena itu, warung kopinya paling top, nomor satu tiada banding. Aku tahu mengapa Paman senang, tentu karena kemenangan PSSI yang ia lihat semalam di layar kaca, ditambah berita gembira, yaitu putra bungsunya segera disunat.

Mengenai istri dan anak-anaknya, Paman lagi-lagi membuatku tercengang. Paman adalah seorang yang tak pernah sungkan mengungkapkan perasaannya. Kerap kali secara sangat terus terang, tanpa tedeng aling-aling, dan tak takut pada siapa pun. Pada masa yang lalu, konon ia pernah memarahi bupati di depan khalayak ramai. Namun, pada istri dan anak- anaknya, ia sangat lembut. Jangankan membentak, jika bicara dengan mereka, ia selalu mengatur nada suaranya agar tidak tinggi. Kukira, dari seluruh kelakuan Paman yang eksentrik, sikapnya pada anak-istri merupakan salah satu bagian paling menarik. Pernah kutanyakan padanya, mengapa begitu.

“Karena dulu sebelum menikahi bibimu, pernah kujanjikan dengan bersungguh- sungguh, bahwa aku akan menyayangi keluarga dengan sepenuh jiwa.” Ah, tampak benar Melayunya lelaki itu. Tapi ia memenuhi janjinya, dan bagiku kalimat Paman itu sedikit
menjelaskan, mengapa Bibi yang sangat anggun dan bersahaja bisa jatuh ke pelukan Paman.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.