Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Detektif M. Nur sendiri yang memberi nama itu. Lalu kutanya soal operasi belalang sembah. Dari mana asal usulnya? Detektif M. Nur berbisik:
“Jangan bilang siapa-siapa, Boi. Aku pernah mengintip Matarom pacaran sama biduanita organ tunggal di belakang dermaga Olivir. Gayanya macam belalang sembah!”

Selanjutnya Preman Cebol gentayangan di warung-warung kopi. Ia berpura-pura minum kopi dan mengisi teka-teki silang di dekat Aziz ketika orang itu sedang main catur, padahal diam-diam dicatatnya permainan Aziz di lembar diagram yang diselipkannya di antara lembar buku teka-teki silang itu. Detektif malah telah membuat gambar teka-teki silangnya sendiri, namun sebenarnya kotak teka-teki itu adalah papan catur dan nomor-nomor pertanyaannya mengandung kode-kode catur. Sungguh lihai taktik Sherlock Holmes udik itu. Dia memberiku informasi tambahan.

“Berdasarkan investigasiku, ternyata Aziz tak ubahnya Matarom! Lelaki hidung
belang!”

Aku menampilkan kesan terkejut, biar ia senang.

“Kau tahu maksud semua itu, Boi?”

Aku menggeleng. Detektif M. Nur mengeluarkan alat perekam, memencet play. Terdengar suara orang melolong-lolong menjual daster di pasar pagi, kerosak-kerosek. Tak ada hubungannya dengan catur dan tak ada sangkut-pautnya dengan Aziz sang asisten juru rias pengantin. Tapi aku tak protes karena aku tahu Detektif hanya ingin menunjukkan bahwa ia bekerja secara profesional, dan bahwa peralatan detektifnya tak bisa dianggap enteng. Perkara rekaman itu tak jelas rekaman apa, itu soal lain.

“Maksudnya adalah, Aziz tak lebih dari lelaki yang tak tahan godaan! ”

Ini menarik.

“Jadi?

“Seharusnya gampang bagi Maryamah mengalahkannya. Jika diumpan, ia pasti
terjebak. Jangankan buah catur, Boi, istri orang saja disambarnya!”

Berdasarkan teori Nochka, yang kemudian kuceritakan kepada Detektif M. Nur, catur memang berhubungan dekat dengan tabiat orang. Namun, kurasa hasrat lelaki kontet itu, yang tak terkekang untuk menjadi James Bond Melayu, telah membuatnya melangkah terlalu jauh. Meski begitu, tetap kuhargai.

“Masuk akal sekali M. Nur. Tak kusangka kau secerdas itu!”

Selang beberapa hari, Jose Rizal menclok di jendela rumahku. Kuambil kertas pesan darinya, kubuka.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.