Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Keterlaluan, ini sudah menyangkut pribadi. Selamot naik pitam.

“Kusarankan kau ke Manggar, Ha, di sana ada benda namanya SMP, untuk
menyekolahkan mulut bacarmu itu!”

Giliran pendukung kami terpingkal-pingkal. Muka Mitoha merah. Karena emosi, Selamot bergegas menuju papan tulis, namun di muka papan itu ia tertegun. Ia baru sadar bahwa ia tak pandai menulis. Tawa sekondan Mitoha meledak lagi. Detektif M. Nur bertindak menyelamatkan harga diri Selamot. Ia mengambil kapur dari tangannya. Napas kami tertahan melihatnya mengukir satu per satu, pelan dan penuh perasaan, huruf demi huruf yang mengukir sejarah:

Maryamah binti Zamzami

Itulah perempuan pertama yang bertanding melawan lelaki dalam pertandingan catur peringatan hari kemerdekaan di kampung kami. Sebagian orang bertepuk tangan dengan meriah menyambutnya. Sebagian meremehkan dengan mengatakan perempuan itu akan tumbang pada papan pertama di pertandingan yang paling mula.

Aku sendiri tak dapat meramalkan apa yang akan terjadi. Berpuluh tahun, dari generasi ke generasi, catur hanya dikuasai lelaki sehingga begitu banyak lelaki Melayu piawai main catur. Akan mampukah Maryamah dan Grand Master Ninochka Stronovsky berbuat sesuatu untuk menghadapi mereka? Sementara ini aku hanya terharu melihat nama itu pada urutan terakhir, seakan menantang berpuluh-puluh lelaki di atasnya.

Mitoha makin jengkel.

“Aih, Maryamah, pecatur amatiran saja. Tak punya klub, tak pula punya manajer.”

Selamot membisikiku.

“Boi, apa artinya manajer?”

Aku bingung, tak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Selamot tak sabar.

“Kalian dengar semua. Ini aku, Selamot, orang Bitun, akulah yang akan menjadi
manajer Maryamah!”

Orang-orang tertawa lagi karena dari cara mengucapkannya, kentara benar seumur hidupnya kata manajer baru sekali itu meluncur dari mulutnya. Mitoha tak mau kalah.

“Kalau kau manajernya, lalu apa klub catur kalian? Apa pecaturmu liar saja?”

Selamot tertegun seperti tadi di muka papan tulis. Ia berpikir keras. Ia menolak harga dirinya diinjak-injak. Lalu ia tersenyum riang.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.