Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut.

Dalam pada itu, tak dapat dipungkiri pendapat Paman dalam pertengkaran di kantor desa tempo hari sangat polos dan agak lucu. Namun, tak dapat dipungkiri pula, bahwa pendapat itu mampu menembak inti masalah. Modin tersenyum tanda mufakat. Ketua Karmun melanjutkan membaca novel Kho Ping Ho-nya yang sempat tertunda gara-gara rapat itu. Kami melonjak, Mitoha jengkel. Wakil rakyat walk out. Walk out-lah sesuka hatimu, Memangnya siapa yang peduli?

Selesai berunding sana-sini, masih di kantor Detektif M. Nur, melalui televisi hitam putih, kami menyaksikan perempuan itu berpidato untuk merebut kursi presiden. Selamot ternganga mulutnya. Ia begitu kagum pada calon presiden perempuan itu.

“Tidak adilnya porsi pembagian hasil kekayaan alam antara pusat dan daerah adalah
masala yang harus dilihat sebagai titik rawan yang serius ….”

Begitu pidato perempuan itu. Kemudian sang calon presiden bicara tentang Aceh. Wajahnya sembap, suaranya terbata-bata.

“Oleh karenanya, lewat mimbar ini saya serukan, hentikan segala bentuk kekerasan. Beri mereka keadilan. Beri mereka kelayakan untuk hidup di alam Indonesia merdeka. Beri mereka rasa hormat dan kembalikan hak asasi mereka sebagai manusia.”

Seperti calon presiden itu, mata Selamot merah, semerah saga, lalu berkaca-kaca.

“Bersabarlah. Takkan saya biarkan setetes darah rakyat menyentuh tanah rencong yang demikian basar jasanya dalam menjadikan Indonesia merdeka. Kepada kalian akan saya berikan cinta saya. Kemenangan rakyat adalah kebahagiaan kita semua! Merdeka! Merdeka!
Merdeka!”

Air mata Selamot berlinang-linang.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.