Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Maryamah mengamatinya baik-baik.

“Siapa Pak Cik, ni?”

Lelaki itu tersenyum.

“Mother, father, son, daughter? Ingat?” kata lelaki itu. Maryamah menutup mulutnya karena takjub. Ia teringat akan pelajaran bahasa Inggris waktu SD dulu. Itulah pelajaran terakhirnya di kelas ketika pamannya datang ke sekolah untuk mengabarkan kematian
ayahnya.

“Ilham?”

Lelaki itu mengangguk. Maryamah terpana. ilham mengenalkan anak-anaknya. Anak- anak itu tak peduli. Tak lama kemudian datang seorang wanita. Kedua anak tadi menghambur ke arah wanita itu. Ilham mengenalkan wanita itu sebagai istrinya. Mereka berbincang-bincang, kemudian keluarga itu berlalu.

Maryamah memandangi Ilham sampai jauh. Ia tersenyum melihatnya memegang tali balon gas mainan anak-anaknya. Ia menyingkir ke samping warung sayur, ke tempat yang tak ada siapa-siapa. Ia malu dilihat orang karena ia menangis. Ia menangis sampai sesenggukan. Setelah berpuluh tahun berlalu, baru sekarang ia mengerti mengapa ketika masih kecil dulu, setiap kali berada di dekat Ilham, hatinya senang dengan cara yang tak dapat ia jelaskan. Baru sekarang ia mengerti bahwa itu adalah cinta.

Beberapa hari kemudian, Syalimah meminta pada Maryamah agar mengajaknya melihat bendungan. Maryamah menggandeng ibunya. Kedua anak-beranak itu berjalan pelan menuju bendungan yang tak jauh dari rumah mereka. Syalimah bercerita pada Maryamah bahwa ketika mudah dulu ia sering ke bendungan itu dengan Zamzami, dan pagi hari sebelum meninggal, suaminya itu masih sempat memboncengkannya naik sepeda untuk melihat bendungan.

Esoknya, masih pagi, Maryamah melihat ibunya berusaha bangun dari tempat tidur. Ibunya menanggar air, lalu menyeduh kopi di dalam gelas. Gelas yang dulu selalu dipakai oleh Zamzami. Gelas kopi itu lalu diletakkan ibunya di atas meja di tempat ayahnya selalu minum kopi. Syalimah kembali ke tempat tidur. Siang itu ketika Maryamah membangunkan ibunya untuk disuapi makan, Syalimah tak bergerak. Perempuan yang setia itu telah meninggal dunia.

Maryamah menangis tersedu-sedan di samping jasad ibunya; ibu yang ia sayangi karena seribu alasan. Syalimah adalah seorang ibu yang telah berjuang sepanjang hidupnya. Seperti janjinya, sampai ajal menjemput, Syalimah hanya memberikan cintanya untuk seorang

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.