Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

“Atau Mak Cik Selamot? Bercanda dengan Chip, Chip berpanjang mulut.” “Bukan aku, Boi!”
Tak seorang pun mengaku, dan aku tahu mereka tak dusta. M. Nur dan Jose Rizal ada di situ. Seandainya Jose Rizal bisa bicara, pasti sudah kutanya. Kebocoran ini tak mungkin dari Ninochka Stronovsky atau ibuku. Sungguh misterius. Bagaimana Modin bisa tahu? Apa memang sudah demikian hebat jaringan mata-mata kelompok garis keras itu? Jangan-jangan sepak terjang kami telah mereka amati selama ini.
Namun, aku sedikit curiga pada mata-mata kami sendiri, yaitu majikan Jose itu. Dari tadi ia banyak menunduk dan Jose Rizal dalam dekapan ketiaknya tak riang berkutat -kutat seperti biasa.
“Detektif M. Nur ….”
Ia menunduk makin dalam.
“Nges, nges.”
Jose Rizal ikut menunduk. Detektif M. Nur menggeser -geser kakinya. Na! sejak kecil dulu aku tahu makna gestur itu. Di sedang gelisah. Apakah dia sang pembocor rahasia itu? Apakah dia sudah menjadi semacam double agent? Menjual informasi pada musuh?
Benar saja, belum sempat kutanyai, ia mengatakan sesuatu yang membuat kami sangat terkejut. Terbongkarlah semuanya. Rupanya bukanlah Detektif pelakunya, bukan pula Selamot, atau Giok Nio, tapi orang itu! Aku tak menduga sama sekali! Kurang ajar betul. Ternyata di biang keroknya. Dia adalah Alvin and the Chipmunks.

Kejadiannya begini, Alvin yang mulutnya tak perai ngoceh itu bercerita di masjid waktu anak buah Modin mengajar bocah kampung mengaji, bahwa ia pernah dikasih Pak Ciknya sepuluh tangkai lolipop agar mau bertanding catur melawan Mak Cik Maryamah. Anak buah Modin itu tertarik. Diumpaninya Alvin dengan permen telur cecak, maka berkicaulah anak nakal itu macam burung murai dicabuti bulunya. Ia mungkin sedikit-sedikit telah mencuri dengar obrolanku dengan Maryamah dan Detektif M. Nur soal pertandingan 17 Agustus. Semua itu sampai ke telinga Modin. Detektif ketakutan diinterogasi Modin. Ia buka mulut. Digencet lagi oleh Modin, dibeberkannya semua anggota komplotan kami. Demikianlah anatomi bocornya rahasia itu. Skandal pun meletus.
Hatiku berbulu-bulu karena cemas. Aku teringat betapa galaknya Modin. Dulu, kalau bacaan tajwid kami salah, sering biru betisku dan M. Nur dibabatnya pakai rotan. Maka, aku maklum kalau Detektif M. Nur tak berkutik. Modin yang mengkhatamkan kami Alquran. Kami diajari dengan ketat untuk menaruh hormat pada orang-orang tua yang hadir pada
acara yang mengharukan itu. Modin berkuasa atas kami.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.