Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 17
Skandal

GAMANG aku mendengar gerutu Paman—perempuan berani melawan laki-laki—karena itu jelas mengindikasikan ia akan menolak pendaftaran Maryamah pada pertandingan catur 17
Agustus. Celakanya, posisi Paman sangat penting. Selain warung kopinya akan menjadi tuan rumah pertandingan, dialah pelopor turnamen catur kampung itu, yang telah dimulai pada
1970-an silam. Maka, ia merasa berhak memelihara tradisi turnamen yang penuh gengsi bagi
kampung kami. Tak terbayangkan ledakan emosinya jika ia tahu soal Maryamah.
Maka, hari demi hari aku dirundung cemas. Ternyata Giok Nio benar tempo hari bahwa perkara ini akan runyam. Sikap Paman menyadarkanku akan sikap masyarakat kami umumnya. Belum lagi soal Modin, golongan garis kerasnya, dan dalil-dalilnya, yang pasti akan berseberangan dengan niat kami. Aku frustrasi, tapi tak ada kata mundur. Maryamah telah begitu bersemangat. Aku tak ingin melukai hatinya. Akhirnya, kutemukan jalan, yaitu perlahan-lahan aku akan membujuk Modin.
Namun, rencana merayu Modin itu belum apa-apa telah gagal berantakan. Dengan wajah panik, Selamot menyampaikan padaku bahwa di pasar sudah santer kabar Maryamah mau ikut pertandingan catur 17 Agustus dan Modin marah-marah. Aku terperanjat macam telingaku kena bara obat nyamuk. Bagaimana Modin bisa tahu semua itu?
Geram nian hatiku. Bukankah setiap orang yang terlibat dalam misi rahasia itu telah sepakat untuk tutup mulut? Persiapan Maryamah masih s angat mentah. Jika ia digunjingkan, ditekan Modin, dan ditentang masyarakat, persiapannya bisa kacau. Bisa-bisa ia tak berani tampil.
Sepanjang hari aku risau memikirkan informasi dari Selamot. Hatiku ketar -ketir kalau- kalau Paman tahu soal itu. Jika melihat Paman, tubuhku merinding. Jam kerja rasanya panjang sekali. Akhirnya, usai juga. Tak sabar ingin kusemprot pembocor rahasia itu. Di kios jagal ayam Giok Nio sore itu, anggota geng kami kutanyai satu per satu.
“Nyunya mungkin. Tak sengaja berkisah pada pembeli ayam?” tanyaku pada Giok Nio.
Ia menggeleng.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.