Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Adalah hal yang tak mungkin Midah tak benar mencuci gelas. Namun, hebatnya Paman, did alam marah masih sempat-sempatnya ia berpantun. Ilmu katun, maksudnya ilmu yang otomatis dikuasai orang tanpa harus sekolah. Direndahkan begitu, Midah membela diri.
“Aku ….”
“A, a, a! begitu selalu kalau diberi tahu. Tugas saya adalah memarahimu! Dan tugasmu adalah dimarahi oleh saya! Mendengarkah kau itu, Dot?”
Midah selalu dipanggil paman, Midot.
“Mendengar, Pamanda.”
Sehubungan dengan pembagian tugas memarahi, dalam keadaan tertentu, adakalanya Paman bertanya: siapa yang berhak memarahi? Kami harus menunjuk padanya. Pertanyaan berikutnya: siapa yang berhak dimarahi? Kami harus menunjukkan tangan kami sendiri tinggi-tinggi. Kemudian, Hasanah kena. Rustam tertunduk takut karena ia sudah hafal urutannya, setelah Hasanah kena semprot, pasti sebentar lagi gilirannya
“Not!”
Bagi paman, Hasanah adalah Hasanot.
“Mengapa rupamu seperti dilanda angin putting beliung begitu? Kita ini berada dalam usaha keramahtamahan! Penampilan sangat penting! Apa itu istilahnya … ah, apa itu …,” paman berusaha mengingat-ingat.
“Hhmm, iya, ada istilahnya dalam bahasa Inggris, hmm … bisnis hospital!”
Rustam mengangkat wajahnya, lalu menoleh padaku, lalu pada Paman.
“Maksud Pamanda, bisnis rumah sakit, Puskemas?” Rustam cari penyakit. Maksud
paman tentu bisnis hospitality.
“Apa katamu, Tam? Caramu bicara, saya tidak suka! Caramu bicara seakan-akan saya
tidak sekolah tinggi!”
Padahal memang tidak.
“Caramu bicara, seakan-akan saya bukan orang kaya!”
Padahal memang tidak.
“Kau mau mengajari buaya berenang, ya? Walaupun kau sekolah sampai tingkat
sarjana muda ….”
Padahal SD pun Rustam tak pernah.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.