Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 13
Langkah Pertama

MARYAMAH duduk di depan papan catur dan rampak berusaha memberanikan diri. Dengan ragu ia menjulurkan tangannya dan meraih beberapa butir pion. Digenggamnya kuat-kuat para prajurit balok satu umpan peluru itu.
Selanjutnya, aku kewalahan diberondongnya dengan pertanyaan. Sering kali ia memejamkan mata untuk membenam-benamkan pengetahuan baru ke dalam kepalanya. Ia kewalahan, namun penuh tekad. Sebuah kekuatan besar dari dalam dirinya seakan menggerakkannya dengan dahsyat untuk menguasai catur yang ia anggap biang keladi kesusahan hidupnya.
Pada malam keempat, ia tersenyum berseri-seri dan menjentikkan sebiji pion. Matanya menyapu setiap bidak catur seakan buah-buah catur itu tersepuh emas. Malam itu, untuk pertama kalinya, Maryamah binti Zamzami bisa bermain catur.
Tapi, aku selalu unggul atas Maryamah. Sebabnya, Maryamah melecut buah catur sesuka perasaannya. Ia mengumbar para perwira, dan menempati kotak-kotak kosong semau- maunya. Ia merayakan euforia telah pandai melangkahkan buah catur. Ia tak peduli lawan mengintai rajanya atau ingin menelan hidup-hidup menterinya. Pion-pion dilepaskan seperti melepas anak ayam dari kandang. Maka, tak lebih dari 3 menit, kepala rajanya terpenggal. Setiap itu terjadi, ia terkekeh-kekeh dan tak sedikit pun mengambil pelajaran. Ia bercatur dengan kecenderungan bunuh diri. Ia membiarkan saja rajanya terkepung dan tak mengindahkan moralitas menang. Anehnya, ia amat berhati-hati jika menggerakkan benteng. Sikap Maryamah sangat misterius. Barangkali, sejak catur ditemukan orang berabad-abad lampau, baru kali ini ada pecatur macam dia.
Sesuai saran dari Nochka, kucatat dengan teliti gerakan Maryamah di dalam diagram, lalu kukirimkan padanya. Juga, kutanyakan tingkah Maryamah yang ganjil itu. Dua hari kemudian aku mendapat kabar darinya.
“Sungguh menarik. Sampai tak tidur aku mempelajarinya.”
Apa pula ini? Kata hatiku.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.