Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 12
Tulah

JIKA definisi rajin bekerja adalah selalu bekerja, selalu memegang sebuah alat untuk mengerjakan sesuatu, selalu sibuk mondar-mandir macam cecak mau kawin, atau tak pernah diam, selalu kreatif mencari peluang ke sana kemari, maka malanglah nasib orang Melayu. Tenggelamlah mereka dalam stereotip yang telah tercap di kening mereka bahwa orang Melayu adalah kaum pemalas. Sering kudengar pendapat semacam itu di mana-mana. Stereotip itu tidak adil, berat sebelah. Orang Melayu di kampung kami, sejak nenek moyang dulu, hidup sebagai penambang. Mentalitas penambang amat berbeda dengan petani atau pedagang.
Petani, harus menyiangi lahan, menabur benih, dan dengan telaten memelihara tanaman sampai panen. Karena itu, mereka selalu tampak memegang alat dan mengerjakan sesuatu. Pacul dan sabit seperti perpanjangan tangan mereka. Perangai tanaman yang menuntut perhatian membentuk mereka menjadi tekun. Kebijakan mereka adalah tak menabur-tak memelihara-tak memanen. Falsafah bertani membuat para petani menjadi pribadi-pribadi yang penuh perencanaan, penyabar, dan gemar menabung.
Pedagang, lebih sibuk lagi. Sepanjang waktu mereka berkelahi dengan waktu sebab harus menjual dengan cepat. Dalam perkelahian itu, adakalanya polisi-polisi pamong praja naik ke atas ring.
Penambang, hanya perlu menggali apa yang telah ditanam—lebih tepatnya disembunyikan—oleh Tuhan di bawah tanah. Maka, hidup kami seperti main petak umpet dengan Tuhan. Kami tidak menabur sehingga benda itu ada di situ, dan kami tak perlu merawatnya sehingga ia beranak-pinak.
Karena benda itu tersembunyi, perlu waktu lama untuk merenungkan di mana gerangan ia berada, sedalam apa ia sembunyi, ke mana ia mengalir, dan di mana mata ayamnya. Mata ayam adalah sebutan untuk sumber mata air timah. Semua itu direnungkan orang Melayu di warung kopi. Maka, mohonlah maklum bahwa perlamunan di warung-
warung kopi itu merupakan bagian dari pekerjaan mereka.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.