Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 11
Cangklong

SEBELUM menghubunginya, aku telah membaca berita di internet bahwa di Helsinki, Ninochka Stronovsky berjaya atas Grand Master Palestina, Nazwa Kahail. Langsung kukisahkan padanya semua hal tentang Maryamah.
Seperti dulu terjadi padaku, ia mengambil tempo yang lama sebelum merespons. Kutaksir ia sedang tertawa terpingkal-pingkal.
“Menarik sekali kejadian-kejadian di kampungmu ya?” begitu tanggapan pertamanya. Dapat kurasakan ia menahan geli pada setiap kata yang diketiknya. Berurusan dengan para pecatur kelas ayam di kampung kami, yang ingin bertanding pada peringatan hari
kemerdekaan, pasti menjadi hiburan yang amat menarik baginya, di sela-sela tekanan kejuaraan dunia catur perempuan.
“Ceritamu membuatku rindu ingin backpacking lagi, ingin melihat tempat-tempat yang jauh dan masyarakat yang unik. Kuharap suatu ketika nanti aku punya kesempatan untuk berkunjung ke kampungmu.”
“Orang ini memang hanya seorang perempuan penambang, tapi dia cerdas, Noch!”
“Tentu. Aku bersimpati padanya dan senang mendapat murid yang menantang. Aku
menyesal atas kekalahanmu waktu itu. Tapi, kurasa catur memang bukan bidangmu, Kawan!”

Malam esoknya dalam perjalanan ke rumah Maryamah, aku tertarik melihat orang berkumpul di warung kopi. Rupanya Matarom sedang membuat semacam ekshibisi. Ia melawan lima pecatur sekaligus tanpa menggunakan menterinya.
Sejak tiga-empat langkah awal sudah tampak bahwa dia memang pecatur brilian. Digulungnya semua orang itu dengan teknik Rezim Matarom yang sakti. Mitoha, ketua klub Di Timoer Matahari sekaligus semacam manajer bagi Matarom, bangga sekali melihat jagoannya. Usai bertanding, Matarom mengembuskan asap cangklongnya, bergelung-gelung di langit-langit warung kopi. Kusaksikan semuanya dengan lutut lemas karena teringat pada
Maryamah. Bagaimana ia akan menghadapi para pecatur lelaki yang berpengalaman pada

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.