Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Aku teringat sahabatku Grand Master Ninochka Stronovsky yang dulu mengajariku main catur untuk melawan Zinar, dan aku kalah secara tragis.
“Bisakah kawanmu itu mengajariku?” “Maksud kakak?”
“Aku mau belajar main catur. Aku mau bertanding 17 Agustus nanti. Aku mau menantang Matarom.”
Kami terperangah.
“Ya, aku mau melawan mereka,” katanya lagi sambil menunjuk pria-pria yang terbahak-bahak mengelilingi papan catur itu. Ia mengucapkannya dengan ringan, seolah mengatakan ingin memompa ban sepedanya yang kempes, sementara kami macam disambar
petir.
“Haiya, rumah tangga gulung tikar, bikin ni gila, ya, Mah? Ni pikir main catur macam
main halma?” berbunyi Giok Nio.
“Aku akan belajar. Pasti bisa.”
“Mustahil. Catur itu mainan otak. Mainan orang pintar, orang kantoran. Lagi pula,
mana pernah perempuan main catur di kampung ini?”
“Pasti bisa, menambang timah saja dia bisa,” Selamot membela Maryamah.
“Mot, mana bisa kausamakan main catur dengan menambang timah? Satu pakai akal,
satunya lagi pakai tenaga lembu!”
“Lantar bagaimana mengajarinya? Kawanmu ada di Eropa sana, kita di kampung ini?”
Selamot membela Maryamah lagi.
“Jangan risau, Nya. Sekarang ada alat yang bisa bercakap-cakap dengan orang yang jauh. Namanya enternet. Alat itu sudah ada di Tanjong Pandan. Bukan begitu, Boi?”
“Tetap tak mungkin. Ketua panitia pertandingan tahun ini Modin. Dia itu orang Islam
yang keras. Mendengar perempuan main catur saja dia pasti tak setuju, apalagi mau melawan laki-laki.”
Pendapat itu benar. Jika orang-orang Islam ini telah terbagi menjadi berbagai golongan, maka Modin yang bertugas menikahkan orang gitu termasuk dalam golongan keras. Namun, Maryamah menunjukkan wajah serius. Aku tahu, pendirian perempuan itu sangat teguh. Itu takkan mundur begitu saja. Selamot menepuk-nepuk pundaknya. Sambil memandang kesal pada pria-pria di warung sebelah sana yang makin keras saja tawanya. Kami
sepakat merahasiakan rencana yang sensitif itu.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.