Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 8
Kopi Sebuah Kisah di Dalam Gelas

“MACAM mana kopi Pak Cik, ni?” sapaku selalu untuk orang yang dari arloji kodiannya dan daki yang melingkar di lehernya langsung kutahu bahwa ia orang Melayu. Kalimat yang baru kuucapkan itu harus dilampiri dengan satu senyum manis. Begitu pesan Paman dengan keras
jika menyambut orang yang baru pertama bertandang ke warung kami. Namun, lelaki itu tak perlu bersusah-susah mengatakannya. Nada suara dan sinar matanya telah memberi tahuku bahwa ia pasti memesan kopi pahit.
“Pahit, Boi, pahit.”
Selain aku, ada tiga pelayan lain di warung kopi Paman. Mereka adalah Midah, Hasanah, dan Rustam.
Hasanah masih sangat mudah, baru 27 tahun. Maksudnya, masih sangat muda diukur dari jumlah kawinnya yang telah 4 kali dan seluruh suaminya minggat. Namun, dia adalah seorang periang yang tak banyak ambil pusing soal nasib sialnya. Dalam hal cinta, satu kalimat selalu dianutnya: ingin kawin lagi!
Adapun Midah adalah perempuan yang telah diperlakukan dengan tidak adil oleh hukum fisika. Daya tarik bumi telah menyebabkan pipinya yang tembam jatuh sehingga bibir atasnya membentuk garis yang cembung, dan hal itu hanya akan menyiarkan satu kesan tentang seseorang: judes. Padahal, Midah sejatinya sangat ramah. Pamanlah yang menemukan hubungan antara hukum fisika dan nasib Midah dalam dunia asmara, yang kemudian disarankan oleh Paman agar Midah sering tersenyum sebab jika ia diam, orang takut mendekatinya. Hal itu menjawab pertanyaan mengapa Midah sering tersenyum-senyum sendiri tanpa alasan yang jelas, mirip orang sakit jiwa.
Kami sangat menghormati Midah karena ia paling lama bekerja untuk Paman. Ia bertindak semacam deputy. Artinya, jika Paman tak ada, ialah nakhoda warung. Aku tak tahu apakah daya tarik bumi itu yang kemudian menyebabkan Midah tak menunjukkan gejala akan kawin meski umurnya sudah 38 tahun. Kurasa hal-hal semacam ini harus ditanyakan pada
menteri pendidikan.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.