Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Enong menutup mulutnya. Matanya terbelalak. Ia sangat terkejut mendengar namanya disebut Bu Indri. Serta-merta para hadirin, seluruhnya tanpa terkecuali, bertepuk tangan. Lebih meriah dari sambutan mereka untuk lulusan-lulusan terbaik sebelumnya.
Bu Indri berkali-kali memanggil Maryamah agar maju ke muka untuk menerima piagam. Maryamah bangkit dan melangkah menuju podium. Ia menerima piagam itu dengan pandangan tak percaya bahwa ia telah menjadi salah satu lulusan terpuji. Lebih istimewa lagi, Bu Indri memberi kesempatan padanya untuk berpidato. Maryamah tampak ragu. Ia tak pernah berpidato, bahkan tak pernah berbicara di depan mikrofon, tapi kemudian ia menghampiri mikrofon itu, diam sebentar, lalu berkata,
“Sacrifice, honesty, freedom.”
Itu saja, lalu ia mundur. Seluruh hadirin serentak berdiri dan bertepuk tangan untuknya. Tepuk tangan yang sangat panjang, tak henti-henti. Maryamah menghapus air
matanya dengan ujung jilbabnya.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.